Connect with us
Hosting Unlimited Indonesia

Zona Sulut

Keseruan Panjat Pinang di Desa Tateli Tiga

Published

on

MINAHASA, ZONAUTARA.com – Perayaan Kemerdekaan Republik Indonesia (RI) ke-73 di Desa Tateli Tiga, Kecamatan Mandolang, Kabupaten Minahasa, masih belum berakhir.

Pada Sabtu (18/8/2018), Desa Tateli Tiga dimeriahkan dengan berbagai macam perlombaan mulai dari makan kerupuk, lari kelereng, tenis meja, menyanyi, sampai lomba yang paling ditunggu-tunggu panjat pinang.

Mulai anak-anak sampai orang dewasa mengambil bagian menjadi peserta dalam lomba 17-an tersebut. Perlombaan ini diselenggarakan dan disambut dengan antusias oleh masyarakat yang hadir.

Beragam hadiah seperti tas, pakaian dan peralatan dapur menjadi rebutan warga yang ikut dalam perlombaan.

Terdapat dua tiang panjat pinang yang berdiri di lapangan Desa Tateli Tiga untuk diperebutkan oleh para pria. Hanya selang sekitar dua jam, salah satu tiang berhasil ditaklukkan dan satu jam kemudian tiang kedua dapat juga ditaklukkan oleh tim yang sama.

Tim yang berhasil meraih bendera merah putih yang ada di ujung tiang pun membawa pulang sejumlah hadiah dan uang tunai.

Lomba yang dilaksanakan oleh pemerintah Desa Tateli Tiga yang juga didukung oleh siswa-siswi KKN Univesitas Negeri Manado ini berlangsung dengan suara kemeriaan dan tepuk tangan dari masyarakat.

Hukum Tua Desa Tateli Tiga Stenly Gumalang mengatakan, perayaan lomba dalam rangka Hari Kemerdekaan RI ini dilakukan agar masyarakat tidak lupa dan dapat merayakan akan Hari Ulang Tahun RI.

“Bersyukur acara lomba dapat berjalan dengan baik, juga disambut dengan penuh semangat dari masyarakat Desa Tateli Tiga,” ungkap Stenly kepada wartawan Zona Utara.

 

Editor : Christo Senduk

KABAR SULUT

Puluhan Jurnalis di Sulut dalami jurnalisme investigasi

Published

on

Para jurnalis dan trainer di sela-sela Workshop dan Coaching Clinic Investigasi kerjasama AJI Manado dan TEMPO Institute. (Foto: AJI Manado)

MANADO, ZONAUTARA.com Sekitar 40 jurnalisme dari sejumlah daerah di Sulawesi Utara (Sulut) mendalami jurnalisme investigasi, Senin (13/5/2019). Kegiatan yang digagas Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Manado bekerjasama dengan TEMPO Institute ini digelar di Sarang Inovasi, Hotel Gran Puri Manado.

Kegiatan berupa Workshop dan Coach Clinic Investigasi ini menghadirkan sejumlah pembicara dari TEMPO Institute, seperti Felix Lamury dan Mustafa Silalahi. Serta dari kalangan pegiat sosial Jull Takaliuang dan Ketua Majelis Etik AJI Manado Yoseph Ikanubun.

Felix Lamury di awal workshop menjelaskan soal Program Fellowship yang digelar TEMPO Institute. Menurut dia, dalam fellowship tersebut, jurnalis diajak untuk melakukan investigasi terkait sejumlah isu, yakni pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM), human trafficking, korupsi, sumber daya alam dan kriminalitas.

“Program investigasi ini merupakan kolaborasi TEMPO dengan beberapa pihak,” ungkap Felix.

Dia pun menjelaskan soal liputan investigasi serta berbagai kendala yang bisa dihadapi, di antaranya memerlukan biaya yang mahal, waktu yang lama, serta resiko hukum.

Felix menambahkan, untuk peserta yang lolos dalam fellowship akan didampingi oleh mentor dari TEMPO.

Sementara, Ikanubun dan Takaliuang dalam kesempatan itu menginventarisir isu-isu lokal di Sulut yang terkait dengan tema besar liputan investigasi TEMPO.

Isu-isu tersebut, di antaranya polemik pertambangan liar, ekspansi perusahaan sawit, pencurian ikan, perdagangan manusia, masalah perbatasan, serta kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak.

“Dari isu-isu lokal ini diharapkan kawan-kawan bisa merumuskan tema liputan investigasi,” ujar Ikanubun.

Di sesi coaching clinic, Mustafa Silalahi atau yang akrab disapa Moses ini memberikan trik liputan investigasi kepada sedikitnya 40 jurnalis dari Manado, Tomohon, Minahasa, Sitaro, dan Kotamobagu, serta pegiat pers mahasiswa dan juga bagaimana menyusun outline liputan.

Editor : Christo Senduk

Continue Reading
Advertisement
Advertisement Hosting Unlimited Indonesia

Trending