Connect with us
Hosting Unlimited Indonesia

Zona Sulut

SBANL-Pua Fasilitasi Sejumlah Perwakilan Sulut Hadiri Upacara di Istana Merdeka

Published

on

TOMOHON, ZONAUTARA.com Dua Senator asal Sulawesi Utara (Sulut), Stefanus BAN Liow (SBANL) dan Marhany VA Pua, memfasilitasi sejumlah perwakilan Sulut mengikuti upacara dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) Republik Indonesia (RI) ke-73, di Istana Negara Jakarta, Jumat (17/8/2018) lalu.

Para perwakilan Sulut tersebut, yakni Remaja Teladan (Retel) Sinode GMIM, Pengawas, Kepala Sekolah dan Guru Berprestasi Tingkat Nasional utusan Sulut.

Terkait hal tersebut, para Retel Sinode GMIM Tahun 2018 yang berjumlah 14 orang bersama jajaran Komisi Pelayanan Remaja Sinode GMIM pun menyatakan apresiasi mereka terhadap kedua Senator asal Sulut itu.

Komisi Pelayanan Remaja Sinode GMIM melalui Wakil Sekretaris Pnt Irwani Maki mengakui, kesempatan mengikuti upacara bendera di Istana Merdeka adalah tidak lepas dari peran dua Anggota DPD RI/MPR RI Utusan Sulut, Stefanus BAN Liow dan Marhany VP Pua.

Menurut dia, selain mengikuti upacara di Istana Merdeka, mereka boleh mengikuti Sidang Tahunan MPR RI dan menyaksikan Sidang Paripurna DPD RI dan Peringatan Hari Konsistusi yang digelar MPR RI.

“Dalam kesempatan itu, Ketua DPD RI Dr Oesman Sapta Odang memperkenalkan kami, sembari meminta berdiri dan mendapat tepuk tangan dari seluruh senator yang hadir,” katanya.

Usai persidangan, lanjut dia, OSO didampingi SBANL berkenan berfoto bersama sambil mengungkapkan kalimat; Tuhan Yesus menyertai kalian. Pnt Irwany Maki menyatakan salut dan bangga karena Senator Marhany Pua dan Stefanus Liow telah mengfasilitasi Remaja Teladan Sinode GMIM sejak dua tahun terakhir mengikuti kegiatan kebangsaan dan kenegaraan di Ibukota negara.

“Komitmen pelayanan dan pengabdian terus direfleksikan Marhany dan Stefanus. Marhany adalah mantan Ketua Pemuda Sinode GMIM dan Pnt Senator SBANL sapaan akrab Stefanus BAN Liow merupakan mantan Ketua Komisi P/KB Sinode GMIM yang memiliki perhatian dan kepedulian bagi generasi muda gereja bahkan bangsa,” ungkapnya.

Senada diungkapkan para Pengawas, Kepala Sekolah dan Guru-Guru Teladan Tingkat Nasional Utusan Provinsi Sulut. Pasalnya, kerinduan untuk berada di Kompleks DPR/DPD/MPR RI di Senayan Jakarta dijawab dengan ketulusan hati oleh Senator Stefanus BAN Liow.

“Kami salut dan bangga dengan Anggota DPD RI Stefanus BAN Liow yang begitu perhatian dengan kami,” kata perwakilan guru dan kepala sekolah.

Dengan beranggotakan 18 dari 21 orang Pengawas, Kepala Sekolah dan Guru Berprestasi Utusan Sulut tersebut secara resmi mendapat undangan dari pimpinan melalui Sekjen MPR RI, sehingga boleh mengikuti Peringatan Hari Konsistusi.

Adapun para Guru Berprestasi utusan Sulut, di antaranya Ronnij Sumendap, Arie Wawointana, Christian Lasut dan Viktor Kowel.

“Puji syukur kepada Tuhan seraya berterima kasih kepada Pnt Senator SBANL. Pengabdian dan pelayananan Senator SBANL benar-benar terbukti dan teruji. Meski Pnt Senator SBANL berstatus sebagai pejabat negara, tetapi jiwa, komitmen dan konsistensinya seakan tidak pernah berubah kebaikan dan ketulusan hatinya sebagai pelayan gereja. Pnt Senator SBANL terus mendampingi di tengah kesibukannya,” pungkas Sumendap.

Editor : Christo Senduk

KABAR SULUT

Puluhan Jurnalis di Sulut dalami jurnalisme investigasi

Published

on

Para jurnalis dan trainer di sela-sela Workshop dan Coaching Clinic Investigasi kerjasama AJI Manado dan TEMPO Institute. (Foto: AJI Manado)

MANADO, ZONAUTARA.com Sekitar 40 jurnalisme dari sejumlah daerah di Sulawesi Utara (Sulut) mendalami jurnalisme investigasi, Senin (13/5/2019). Kegiatan yang digagas Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Manado bekerjasama dengan TEMPO Institute ini digelar di Sarang Inovasi, Hotel Gran Puri Manado.

Kegiatan berupa Workshop dan Coach Clinic Investigasi ini menghadirkan sejumlah pembicara dari TEMPO Institute, seperti Felix Lamury dan Mustafa Silalahi. Serta dari kalangan pegiat sosial Jull Takaliuang dan Ketua Majelis Etik AJI Manado Yoseph Ikanubun.

Felix Lamury di awal workshop menjelaskan soal Program Fellowship yang digelar TEMPO Institute. Menurut dia, dalam fellowship tersebut, jurnalis diajak untuk melakukan investigasi terkait sejumlah isu, yakni pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM), human trafficking, korupsi, sumber daya alam dan kriminalitas.

“Program investigasi ini merupakan kolaborasi TEMPO dengan beberapa pihak,” ungkap Felix.

Dia pun menjelaskan soal liputan investigasi serta berbagai kendala yang bisa dihadapi, di antaranya memerlukan biaya yang mahal, waktu yang lama, serta resiko hukum.

Felix menambahkan, untuk peserta yang lolos dalam fellowship akan didampingi oleh mentor dari TEMPO.

Sementara, Ikanubun dan Takaliuang dalam kesempatan itu menginventarisir isu-isu lokal di Sulut yang terkait dengan tema besar liputan investigasi TEMPO.

Isu-isu tersebut, di antaranya polemik pertambangan liar, ekspansi perusahaan sawit, pencurian ikan, perdagangan manusia, masalah perbatasan, serta kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak.

“Dari isu-isu lokal ini diharapkan kawan-kawan bisa merumuskan tema liputan investigasi,” ujar Ikanubun.

Di sesi coaching clinic, Mustafa Silalahi atau yang akrab disapa Moses ini memberikan trik liputan investigasi kepada sedikitnya 40 jurnalis dari Manado, Tomohon, Minahasa, Sitaro, dan Kotamobagu, serta pegiat pers mahasiswa dan juga bagaimana menyusun outline liputan.

Editor : Christo Senduk

Continue Reading
Advertisement
Advertisement Hosting Unlimited Indonesia

Trending