Connect with us
Hosting Unlimited Indonesia

PRESS REVIEW

Di Usia 24 Tahun, AJI Beri Perhatian Bagi Ancaman Digital

Published

on

zonautara.com

ZONAUTARA.com – Ketua Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Abdul Manan memberi perhatian terhadap ancaman bagi jurnalis di era yang semakin digital ini.

Dalam sambutan peringatan ulang tahun AJI ke-24 di Bentara Budaya, Jakarta, Jumat (7/9/2018) tadi malam, Manan meminta anggota AJI harus tetap menunjukkan sikap indepeden di era media booming internet dan tingginya pemakaian media sosial saat ini.

Menurut Manan, Independensi merupakan salah satu prinsip etik yang penting dalam profesi jurnalis. Meski ditegaskan dalam pasal pertama dalam Kode Etik Jurnalistik, ini merupakan prinsip yang tidak mudah dalam pelaksanaannya.

Bagian dari menjaga independensi itu, ia menyarankan agar jurnalis menahan diri menggunakan media sosial di tahun politik ini.

“Sikap kita di media sosial akan mempengaruhi independensi kita,” katanya Manan.

AJI juga meluncurkan buku laporan tahunan AJI 2018 berjudul “Ancaman Baru dari Digital” yang menyoroti dampak terkini dari digitalisasi.

Menurut kajian AJI, digitalisasi memberi ruang besar bagi munculnya persekusi dan doxing terhadap jurnalis. Doxing adalah tindakan membongkar identitas seorang dan menyebarkan ke sosial media untuk tujuan negatif disertai dengan ancaman dan intimidasi.

Di usia ke-24 tahun, AJI juga meluncurkan program membangun “Rumah Jurnalisme”, inisiatif pelibatan publik untuk membangun kembali sekretariat AJI Indonesia di daerah Kwitang, Jakarta Pusat.

Rumah ini diproyeksikan akan memberi ruang publik lebih besar, yang antara lain berupa tempat pelatihan dan perpustakaan.
“Alokasi ruang publiknya akan mencapai 75 persen,” ujar Ketua Panitia pembangunan Rumah Jurnalisme, Bayu Wardhana.

Dalam HUT Jumat malam, AJI mengundang mantan Ketua Dewan Pers Bagir Manan untuk menyampaikan orasi kebudayaan. Dalam pidatonya Bagir Manan mengingatkan pers atau media sebagai institusi sosial yang mempunyai tanggung jawab besar ke publik.
Bagir Manan juga menyoroti ketidakpatuhan jurnalis dan media pada prinsip etik. Ia mengkhawatirkan praktik-praktik tidak profesional ini dapat “membunuh” jurnalisme itu sendiri.

 

Beri Penghargaan

Seperti tahun-tahun sebelumnya, dalam peringatan ulang tahun ini AJI juga memberikan sejumlah penghargaan. Masing-masing: Udin Award, Tasrif Award, dan SK Trimurti Award. Penghargaan diberikan kepada mereka yang berdedikasi dalam memperjuangkan kebebasan pers.

Yang dinominasikan dalam Udin Award 2018 adalah para jurnalis atau kelompok jurnalis yang menjadi korban kekerasan sepanjang Agustus 2017 hingga Juli 2018. Usulan itu disampaikan berbagai pihak.

Dalam catatan AJI, setidaknya ada 75 kasus kekerasan terhadap jurnalis yang terjadi sepanjang rentang waktu itu. Buntut dari kekerasan itu kemudian melahirkan tindakan persekusi terhadap media dan jurnalis oleh kelompok yang tidak setuju dengan pemberitaan.

Dengan berbagai pertimbangan, Dewan juri Udin Award tahun ini akhirnya memilih Tempo Media dan Heyder Affan dari BBC Indonesia sebagai pemenang Udin Award 2018.

Dewan Juri Udin Award masing-masing Direktur YLBHI Asfinawati, Direktur AMnesty Internasional Usman Hamid, dan Indonesia Hesti Murthi (AJI).

Tempo Media menerima serangan persekusi oleh organisasj setelah menurunkan karikatur yang dianggap melecehkan pimpinan FPI Rizieq Shihab. Jauh sebelum persekusi FPI, Tempo juga kerap menghadapi tekanan, serangan, maupun gugatan karena pemberitaan-pemberitaan kritisnya.

Namun tekanan tersebut tidak menyurutkan daya kritisnya untuk terus menyajikan berita yang pada akhirnya membuka mata publik.

Sementara itu, Heyder Affan, wartawan BBC Indonesia, dipilih setelah beberapa waktu lalu mengalami pengusiran saat meliput penanganan masalah campak dan gizi buruk di Papua hingga dia tak bisa melanjutkan liputan.

Affan dan dua rekannya, diusir oleh aparat keamanan karena dituding memberitakan kondisi yang tidak memihak pada upaya penanganan yang dilakukan pemerintah.

Sementara Tasrif Award didedikasikan untuk mengenang Suardi Tasrif. Sosok ini dikenal sebagai “Bapak Kode Etik Jurnalistik Indonesia” dan orang yang tidak kenal lelah memperjuangkan kemerdekaan berpendapat, hak konstitusional yang selalu disebut-sebut sebagai hak fundamental pemenuhan HAM.

Pada Tasrif Award 2018 ini, dewan juri menyatakan Masyarakat Anti Fitnah Indoensia (MAFINDO) sebagai pemenang Tasrif Award. Dewan juri menilai apa yang selama ini dikerjakan MAFINDO merupakan satu usaha yang konsisten dan gigih memerangi massifnya sebaran konten-konten bohong atau hoax.

Dewan Juri Tasrif Award masing-masing: M. Savic Ali (NU Online/Gusdurian), Arfi Bambani (AJI), dan Yati Andriani (Kontras).

Penghargaan berikutnya adalah SK Trimurti. Penghargaan ini diberikan AJI dalam upaya mengenang dan menghormati perjuangan seorang perempuan pahlawan nasional, sekaligus jurnalis perempuan bangsa ini yakni Soerastri Karma Trimurti.

Dewan Juri yang terdiri dari Mariana Amiruddin (Komisioner Komnas Perempuan), Citra Dyah Prastuti (AJI), dan Ahmad Junaidi (SEJUK).

Dewan Juri menetapkan Devi Asmarani, pendiri Magdalena.co menjadi pemenang SK Trimurti Award 2018. Juri menilai Devi telah mempunyai kepedulian dan aktif menyuarakan persoalan perempuan dan kesetaraannya. Devi telah melakukan perjuangan feminisme melalui tulisan, buku dan medianya yang tidak mainstream.

Editor: Ronny Adolof Buol

PRESS REVIEW

Rekaman pembicaraan dan uang US$ 2.760 di kerusuhan 22 Mei

Situasi di sejumlah titik di Jakarta sudah kondusif.

Published

on

Kerusuhan aksi 22 Mei. (CNN Indonesia/Andry Novelino)

ZONAUTARA.com – Kepolisian Daerah Metro Jaya menyebut telah mengantongi rekaman pembicaraan dalang di balik kerusuhan 22 Mei di Jakarta.

Polisi menjelaskan bahwa rekaman pembicaraan itu antara aktor yang mengatur dengan para pelaku rusuh di lapangan.

“Kami punya bukti rekamannya antara pemberi uang dan massa yang menerimanya,” ujar Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Argo Yuwono di kantornya Rabu 22 Mei 2019.

Argo enggen menjabarkan lebih rinci soal rekaman pembicaraan yang dipegang oleh polisi, namun dia menyebut bahwa dalam rekaman itu termasuk perintah menyerang Asrama Polisi.

Temuan bukti rekaman itu memperkuat dugaan polisi bahwa kerusuhan yang terjadi di sejumlah titik di Jakarta sejak 21 Mei hingga 22 Mei, didalangi oleh pihak tertentu.

Selain rekaman pembicaraan, polisi juga menemukan bukti lain berupa sejumlah uang dengan nilai US$ 2.760 atau sekitar Rp 8 juta. Uang tersebut diduga untuk mendanai operasional para perusuh.

257 tersangka

Sejau ini Polda Metro Jaya telah menetapkan sebanyak 257 tersangka aksi rusuh. Para tersangka ini ditangkap di tiga lokasi yakni Gedung Bawaslu, Kantor Polsek Gambir dan di area Petamburan.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Argo Yuwono, dalam jumpa pers pada Rabu (22/5/2019) di Mapolda Metro Jaya menjelaskan 72 orang menjadi tersangka karena merusak dan merangsek masuk gedung Bawaslu, serta melawan petugas.

Sebanyak 156 orang lainnya menjadi tersangka untuk kerusuhan di Petamburan. Mereka diduga membakar mobil dan menyerang asrama Brimob.

“Mereka menggunakan petasan, busur panah, celurit, dan bom molotov,” kata Argo.

Dalam aksi di Petamburan, polisi juga menemukan amplop dengan uang senilai Rp200 ribu hingga Rp500 ribu yang diduga untuk membayar perusuh. Uang Rp5 juta juga ditemukan, diduga untuk biaya operasional.

Sudah kondusif

Sejumlah lokasi yang selang dua hari dilanda bentrokan antara aparat keamanan dengan perusuh, sudah kondusif.

PT Kereta Commuter Indonesia telah mengumumkan bahwa Stasiun Tanah Abang dan Palmerah kembali dibuka dan beroperasi, setelah sempat ditutup.

“Kami informasikan untuk rute perjalanan KRL Bogor/Angke/Jatinegara dan Rangkasbitung/Tanah Abang perjalanan KA normal kembali. Stasiun Tanah Abang dan Palmerah sudah dapat melayani naik/turun penumpang,” kata pihak KCI melalui pengumuman di media sosial mereka, Kamis (23/5).

Pihak PT MRT Jakarta juga mengumumkan telah mengoperasikan 12 stasiun secara normal. Adapun yang masih ditutup adalah Stasiun Bundaran HI.

Kapolda Metro Jaya Irjen Gatot Eddy Purnomo memastikan situasi Jakarta Kamis (23/5/2019) terpantau kondusif.

“Sampai dengan hari ini Jakarta relatif kondusif, tidak ada hal-hal yang menonjol yang terjadi,” kata Gatot kepada wartawan di Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Kamis pagi. Gatot mengatakan, polisi masih menempatkan pasukannya di sejumlah titik vital.

Editor: Ronny Adolof Buol

Continue Reading

DATA KITA

Advertisement
Advertisement Hosting Unlimited Indonesia

Trending