MANADO, ZONAUTARA.com – Kota Manado ternyata menjadi salah satu tujuan para “angel”, sebutan untuk para pekerja sex komersial (PSK) yang menjajakan diri melalui aplikasi online.

Dari penelusuran zonautara.com yang melakukan indepth reporting praktik prostitusi online di Manado, menemukan fakta bahwa para PSK dari Jakarta, Surabaya, Bandung, Solo, Yogyakarta, Malang dan kota lainnya, kerap menjadikan Manado sebagai tujuan mereka.

Salah satu angel yang menggunakan nama account Chantika, saat ditemui di hotel di jalan Piere Tendean, menjelaskan alasannya memilih Manado, karena harga layanan jasa sex di kota ini masih tergolong tinggi.

“Saya ke sini karena sudah ada yang mencharge layanan private BO. Jadi tiga hari saya harus bersama tamu saya. Itu bayarannya Rp15 juta,” papar Chantika sambil memperlihatkan bukti transfer dari tamunya.

Istilah private BO yang dimaksud Chantika, adalah jasa layanan sex full day yang ditawarkannya kepada tamu (orang yang menggunakan jasa sexnya). Selama dicharge private BO, Chantika tidak bisa melayani tamu lain.

“Terserah dia, saya mau diapakan. Pokoknya selama tiga hari ini saya harus bersamanya. Semua dia tanggung, mulai dari tiket pulang pergi Jakarta – Manado, sampai kamar hotel dan makan,” jelas Chantika.

Menurut Chantika dia melakukan paktik sex komersial itu secara mandiri, tanpa ada “mami” atau “papi”, sebutan untuk para germo yang memanageri PSK.

“Saat sekarang sudah tidak perlu, semuanya bisa dilakukan sendiri. Saya tidak perlu lagi mami, rugi, karena harus berbagi pendapatan dengan mami. Toh, saya bisa lakukan ini sendirian,” kata Chantika.

Chantika percaya diri melakukan profesi angel secara mandiri, karena dimudahkan oleh penggunaan berbagai aplikasi media sosial.

Baca pula: Umbar Foto Vulgar, PSK di Manado Mudah Dapatkan Tamu

Dia dan para PSK yang ditelusuri oleh zonautara.com, mengaku untuk bisa mendapatkan tamu, cukup membuka account di berbagai aplikasi media sosial.

“Install di handphone, kita registrasi, isi profile kita, upload foto yang menggoda, lalu lakukan promosi lewat postingan. Cukup itu saja,” tutur Chantika.

Dia mengaku tamu yang mencharge private BO selama tiga hari di Manado itu, didapatnya dari chattingan aplikasi media sosial.

“Kan semua kini bisa kita pastikan apakah itu tamu benar atau tidak. Apa sih yang tidak bisa saat ini dengan internet? Kalau ragu ya video call saja dulu,” tutur Chantika

Selain Chantika zonautara.com juga menemui beberapa angel lainnya. Jika Chantika berasal dari Jakarta, maka tiga angel lainnya yang ditemui berasal dari Bandung dan Yogyakarta.

Mereka mengaku, datang ke Manado selain harga layanan sex di Manado masih tinggi, juga agar bisa berwisata.

“Ya, paling kami buka layanan jasa selama tiga sampai empat hari, setelah itu sehari atau dua hari kami jalan-jalan, lalu lanjut ke kota lain,” tutur VD, angel dari Bandung, yang ditemui di hotel di bilangan jalan Sudirman.

Saat pergi ke satu kota lainnya untuk menjual jasa layanan sex itu, para angel punya istilah sendiri, “expo“.

Menurut VD dengan melakukan expo, dia bisa kerja sekaligus jalan-jalan.

Dari pengembangan zonautara.com, praktik para angel menjual diri lewat aplikasi media sosial ini semakin marak saja, nyaris tak tersentuh aparat.

Beberapa waktu lalu, Tim Cyber Crime & Perbankan Ditreskrimsus Polda Sulut memang sempat membongkar praktik PSK lewat aplikasi Bee Talk. Beberapa PSK dan germonya diciduk lewat operasi penyamaran.

Namun bukannya berkurang, malah kini para PSK menjajal berbagai aplikasi lainnya. Semudah menginstall di smartphone, semudah itu pula mereka mendapatkan tamu.

Bagaimana seluk beluk pusaran praktik ini dan bagaimana aparat serta berbagai pihak menanggapinya? Ikuti terus Laporan Khusus kami: “Telisik Prostitusi Online di Manado”

 

Editor: Ronny Adolof Buol



=======================
Visualisasi data dibawah ini merupakan sajian otomatis hasil kerjasama Zonautara.com dengan Katadata.co.id

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com