Connect with us

Zona Sulut

Bakal Dihadiri Presiden, Pelaksanaan BP-GNRM Dimatangkan

Published

on

MANADO, ZONAUTARA.com – Pelaksanaan Bulan Pemantapan Gerakan Nasional Revolusi Mental (BP-GNRM) tahun 2018 terus dimatangkan oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Utara (Sulut) melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol).

Teranyar, Pemprov Sulut melakukan rapat membahas akan kesiapan panitia guna mensukseskan kegiatan tersebut, yang dipimpin oleh Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Provinsi Sulut Edison Humiang, didampingi Kepala Badan Kesbangpol Mecky Onibala, Jumat (5/6/2018).

Diagendakan, puncak kegiatan BP-GNRM ini akan dihadiri langsung oleh Presiden Joko Widodo saat pembukaan Pekan Kerja Nyata Revolusi Mental (PKN), Jumat (26/10).

“Dalam rapat dibahas lokasi pembukaan yang direncanakan dilaksanakan di Lapangan Koni Manado. Di samping itu juga, kedatangan Presiden serta rombongan, direncanakan bakal dikonsentrasikan di tiga tempat, yakni lapangan Koni, MCC dan Mantos,” ujar Humiang.

Diketahui, Pekan Kerja Nyata Revolusi Mental (PKN-Revmen) Indonesia tahun 2018 mengangkat tema “Revolusi Mental Untuk Indonesia Satu, Mandiri dan Melayani”. Adapun kegiatan-kegiatan yang akan dilaksanakan dalam menyemarakan gerakan revolusi mental, yakni gerakan Indonesia melayani, gerakan Indonesia bersih pada 9 Oktober, gerakan Indonesia tertib pada 18 Oktober, gerakan Indonesia Mandiri pada 19 Oktober dan gerakan Indonesia bersatu pada 20 Oktober.

Sementara, pada acara puncak 26-28 Oktober, diagendakan acara PKN-Revmen yakni, forum dialog bela negara, forum dialog pembaruan kebangsaan, pembukaan PKN-Revmen, pemutaran film dan bedah film, seminar tentang adat dan kepercayaan, rembuk nasional (5 gerakan), pameran inovasi pelayanan publik dan inovasi kreatif anak bangsa, pementasan seni dan budaya daerah dan kontemporer, serta karnaval budaya.

Turut hadir dalam rapat tersebut sejumlah kepala Perangkat Daerah di jajaran Pemprov Sulut yang masuk dalam susuan kepanitian.

 

Editor : Christo Senduk

KABAR SULUT

Puluhan Jurnalis di Sulut dalami jurnalisme investigasi

Published

on

Para jurnalis dan trainer di sela-sela Workshop dan Coaching Clinic Investigasi kerjasama AJI Manado dan TEMPO Institute. (Foto: AJI Manado)

MANADO, ZONAUTARA.com Sekitar 40 jurnalisme dari sejumlah daerah di Sulawesi Utara (Sulut) mendalami jurnalisme investigasi, Senin (13/5/2019). Kegiatan yang digagas Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Manado bekerjasama dengan TEMPO Institute ini digelar di Sarang Inovasi, Hotel Gran Puri Manado.

Kegiatan berupa Workshop dan Coach Clinic Investigasi ini menghadirkan sejumlah pembicara dari TEMPO Institute, seperti Felix Lamury dan Mustafa Silalahi. Serta dari kalangan pegiat sosial Jull Takaliuang dan Ketua Majelis Etik AJI Manado Yoseph Ikanubun.

Felix Lamury di awal workshop menjelaskan soal Program Fellowship yang digelar TEMPO Institute. Menurut dia, dalam fellowship tersebut, jurnalis diajak untuk melakukan investigasi terkait sejumlah isu, yakni pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM), human trafficking, korupsi, sumber daya alam dan kriminalitas.

“Program investigasi ini merupakan kolaborasi TEMPO dengan beberapa pihak,” ungkap Felix.

Dia pun menjelaskan soal liputan investigasi serta berbagai kendala yang bisa dihadapi, di antaranya memerlukan biaya yang mahal, waktu yang lama, serta resiko hukum.

Felix menambahkan, untuk peserta yang lolos dalam fellowship akan didampingi oleh mentor dari TEMPO.

Sementara, Ikanubun dan Takaliuang dalam kesempatan itu menginventarisir isu-isu lokal di Sulut yang terkait dengan tema besar liputan investigasi TEMPO.

Isu-isu tersebut, di antaranya polemik pertambangan liar, ekspansi perusahaan sawit, pencurian ikan, perdagangan manusia, masalah perbatasan, serta kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak.

“Dari isu-isu lokal ini diharapkan kawan-kawan bisa merumuskan tema liputan investigasi,” ujar Ikanubun.

Di sesi coaching clinic, Mustafa Silalahi atau yang akrab disapa Moses ini memberikan trik liputan investigasi kepada sedikitnya 40 jurnalis dari Manado, Tomohon, Minahasa, Sitaro, dan Kotamobagu, serta pegiat pers mahasiswa dan juga bagaimana menyusun outline liputan.

Editor : Christo Senduk

Continue Reading
Advertisement

Trending