Connect with us

Zona Tomohon

Menteri Yohana: Urusan Perempuan dan Anak Itu Urusan Wajib Daerah

Published

on

TOMOHON, ZONAUTARA.com Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) RI Yohana Susana Yambise menegaskan, urusan pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak merupakan hal yang wajib bagi Pemerintah Daerah.

“Saya berpesan kepada pemerintah daerah, bahwa urusan perempuan dan anak merupakan urusan wajib daerah yang harus diperhatikan, karena itu sesuai dengan Undang-Undang Nomor 23 tahun 2014,” ungkap Menteri Yohana, usai menutup Jambore Anak Kota Tomohon, di kompleks perkebunan Tumatangtang, Minggu (7/10/2018).

Menteri yang akrab disapa Mama Yo ini mengatakan, tugas pemerintah daerah adalah untuk melindungi dan menyelamatkan, serta memberdayakan perempuan yang ada di daerah.

Dia menjelaskan, kekerasan terhadap perempuan dan anak masih terus terjadi di mana-mana. Termasuk di Sulut, sebagaimana data yang diterima pihaknya. Bahkan, masalah kekerasan ini merupakan yang tertinggi di Indonesia.

Menurut dia, masih tingginya angka kekerasan terhadap perempuan dan anak memiliki nilai positif. Artinya, kata dia, masyarakat kini mulai sadar untuk melaporkan kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak yang terjadi.

Pasalnya, lanjut dia, dibandingkan dengan waktu lampau, masyarakat belum sadar dan malu untuk melapor, karena menganggap kejadian tersebut merupakan aib keluarga.

“Tapi, mari jangan kita melihat tingginya, itu baru yang melaporkan dan itu masih banyak terjadi dan ini adalah fenomena gunung es, banyak yang terjadi tapi belum mau melapor,” ujarnya.

Dia menambahkan, Jambore Anak yang digelar di Tomohon merupakan satu inisiatif yang cukup strategis dari Pemerintah Kota (Pemkot) Tomohon, untuk menekan angka kekerasan terhadap anak.

“Karena Forum Anak memiliki dua tugas utama, yakni pelopor atau agen of change, kemudian pelapor atau melaporkan kondisi-kondisi yang dialami oleh anak-anak di sekitar mereka,” pungkasnya.

 

Editor : Christo Senduk

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

ZONA DAERAH

Dikbud Tomohon kembangkan kurikulum PAUD

Published

on

TOMOHON, ZONAUTARA.com Pemerintah Kota (Pemkot) Tomohon melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Daerah (Dikbud) mulai mengembangkan kurikulum, bahan ajar dan model pembelajaran Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD).

Hal tersebut pun akan berlangsung sejak Rabu hingga Jumat (10-12/7/2019), di AAB Guest House Matani.

Wali Kota Tomohon Jimmy F Eman melalui Asisten Kesejahteraan Rakyat O D S Mandagi saat menghadiri kegiatan tersebut mengatakan, kurikulum merupakan seperangkat rencana dan sebuah pengaturan berkaitan dengan tujuan, isi, bahan ajar dan cara yang digunakan sebagai pedoman dalam penyelenggaraan kegiatan pembelajaran.

Tujuannya, kata dia, untuk mencapai sebuah tujuan pendidikan nasional  berdasarkan Undang-Undang (UU) Nomor 20 tahun 2003.

“Guru harus memahami hal yang sangat mendasar dari kurikulum dan pengembangannya. Sehingga, guru mempunyai tanggung jawab terhadap tercapainya tujuan kurikulum. Guru juga harus mengembangkan bahan ajar,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas (Kadis) Dikbud Kota Tomohon Juliana Dolvien Karwur mengatakan, tujuan kurikulum anak usia dini di Indonesia adalah membantu meletakkan dasar ke arah perkembangan sikap pengetahuan, ketrampilan dan kreatifitas yang diperlukan oleh anak untuk dapat menyesuaikan diri dengan lingkungannya dan untuk pertumbuhan serta perkembangan pada tahapan berikutnya.

Editor : Christo Senduk

Continue Reading

DATA KITA

Advertisement
Advertisement

Trending

WP2FB Auto Publish Powered By : XYZScripts.com