Connect with us

PRESS REVIEW

Bikin buku cerita sesuai keinginan anak, Amazing Fables rencana ekspansi ke Indonesia

Published

on

zonautara.com

ZONAUTARA.com – Apa yang tidak bisa dibeli via online saat ini? Semuanya sudah tersedia. Begitupun dengan buku cerita anak. Semuanya mudah dipesan lewat online.

Namun Amazing Fables menawarkan hal yang sangat berbeda. Kita tidak hanya dapat memesan buku cerita untuk anak, tetapi bisa mempersonalisasinya sesuai karakter si anak.

Pemesan diberikan kebebasan untuk menentukan nama tokoh dalam cerita, gender, avatar serta pesan-pesan dalam buku yang diinginkan.

Startup yang bermarkas di Malaysia ini, telah melayani pemesanan global untuk 12 bahasa termasuk Indonesia, Thailand, Malaysia dan Vietnam.

Amazing Fables belum lama diperkenalkan kepada khalayak, baru diluncurkan sejak Juni 2018. Mereka mengambil pasar orang tua yang ingin menumbuhkan minat baca anak-anak, dengan cara membuat buku dengan cerita yang disukai.

“Pengguna dapat menyesuaikan nama, avatar, gender dalam cerita yang dipilih, serta mempersonalisasi pesan dedikasi untuk penerima yang dituju. Pratinjau dibuat sehingga pengguna dapat melihat apa yang mereka dapatkan sebelum memesan. Setelah pesanan selesai, itu kemudian disalurkan ke mitra global percetakan dan pemenuhan kami di seluruh dunia yang kemudian akan mengirim buku ke pembeli dalam 10 hari kerja,” terang CEO Amazing Fables Warren Leow, seperti dikutip dari dailysocial.id

Indonesia dengan bonus demografi yang besar adalah pasar yang sangat terbuka. Sejauh ini, Amazing Fables telah mampu meraup 10% penjualan mereka dari pasar Indonesia. Kini mereka akan lebih fokus ke Indonesia.

“Potensi pasar di Indonesia sangat besar untuk konten anak-anak karena 4 juta anak-anak lahir setiap tahun. Harapan saya adalah membuat Amazing Fables sama besarnya dengan ‘Upin dan Ipin’ di Indonesia dengan berinvestasi ke IP (intellectual property) yang bisa diterima secara universal di Indonesia,” terang Warren.

Pihak Amazing Fables cukup optimis bisa diterima masyarakat dari berbagai negara. Dengan fokus di Asia Tenggara mereka tengah berusaha memproduksi konten dengan bahasa yang disesuaikan.

“Ya, ini dimaksudkan untuk menargetkan pasar global. Sejauh ini, penjualan sangat menggembirakan bahkan pada tahap awal. Fokus kami adalah menciptakan konten yang disukai pembaca dan membiarkan produk terjual sendiri seiring berjalannya waktu. Kami akan merilis buku ramah digital yang akan lebih mudah dibagikan,” tutur Warren tentang kemungkinan mengembangkan model bisnis Amazing Fables.

Editor: Ronny Adolof Buol

Bagikan !
Advertisement
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

HEADLINE

Sudah 2000 orang meninggal karena virus corona

Ada 1300 petugas medis yang terinfeksi, ratusan dalam kondisi kritis.

Bagikan !

Published

on

ZONAUTARA.COM– Wabah virus corona masih terus berlanjut. Hingga Rabu, 19 Februari 2020, pukul 09.00 WITA, website Coronavirus COVID-19 Global Cases menampilkan grafik yang terus meningkat.

Tercatat sudah ada 75.176 orang dari seluruh dunia yang terjangkit virus dengan nama resmi COVID-19 ini. Dari jumlah itu, yang terkonfirmasi meninggal dunia ada sebanyak 2.008 orang. Pasien yang sembuh juga terus meningkat, telah mencapai 14.417 orang.

China masih menjadi negara terbanyak korban virus corona. Di provinsi Hubei saja, ada 1.921 orang meninggal. Hubei merupakan wilayah pertama kali COVID-19 mewabah, tepatnya di Wuhan.

Dari 75 ribu lebih orang terjangkit itu, sebanyak 74.163 orang berada di daratan China. Sisanya tersebar di berbagai belahan dunia.

Pemerintah Indonesia telah mengkonfirmasi ada tiga warga negara Indonesia (WNI) yang positif terjangkit. Ketiga orang ini merupakan bagian dari 78 kru WNI yang bekerja di kapal pesiar Diamond Princess, yang sebelumnya dikarantina.

1.300 petugas medis terinfeksi

Otoritas kesehatan China telah mengumumkan resiko yang diterima petugas medis yang bekerja menangani pasien virus corona. Ada sebanyak 1.303 petugas medis telah didiagnosa atau diduga menderita penyakit ini.

Salah satu petugas medis yang menjadi korban adalah Liu Zhiming. Dia adalah kepala Rumah Sakit Wuchang di Wuhan, pusat wabah di China Tengah. Liu meninggal pada usia 50 tahun.

Liu telah didiagnosa sejak akhir Januari dan berada dalam kondisi kritis selama berhari-hari. Kematian Liu merupakan kasus kedua setelah petugas medis sebelumnya seorang perawat Liu Fan berusia 59 tahun meninggal pada Jumat pekan lalu.

Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit China (CDC), ada sebanyak 1.080 petugas medis dari 1.303 yang terinfeksi itu berada di Wuhan, dan 191 orang diantaranya berada dalam kondisi parah atau kritis.

Editor: Ronny Adolof Buol

Bagikan !
Continue Reading

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com