Connect with us

Ekonomi dan Bisnis

Harga Tomat Apel di pasar tradisional kini melejit

Published

on

zonautara.com

MANADO, ZONAUTARA.com – Harga Tomat Apel yang dijual pedagang di pasar tradisional di Kota Manado kini bergerak sentimentil.

Berdasarkan pantauan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Daerah (Disperindagda) Provinsi Sulawesi Utara di Pasar Pinasungkulan Karombasan dan Pasar Bersehati, Senin (10/12/2018), harga rata-rata Tomat Apel tersebut melejit dari posisi Rp 5.000 per kilogram (kg) menjadi Rp 9.000 per kg.

Artinya, perubahan harga Bahan Pokok Pangan (Bapokpan) tersebut mencapai 12 persen dibanding hari sebelumnya.

Sementara harga jenis Bapokpan lainnya justru merosot turun. Misalnya, Cabe (Rica) Merah Keriting turun dari posisi rata-rata Rp 32.000 per kg menjadi Rp 30.000 per kg. Rica Rawit Merah dari harga rata-rata Rp 57.500 per kg menjadi Rp 50.000 per kg.

Masyarakat yang belanja di pasar tradisional yang ditemui wartawan Zona Utara mengatakan mudah mendapatkan jenis rica yang sering melonjak drastis tersebut.

Misalnya, Martinus Taumaloba, seorang warga yang belanja kebutuhan rumah tangga di Pasar Pinasungkulan Karombasan. Ia mengaku sebenarnya cemas karena lazimnya harga Bapokpan jelang perayaan hari Natal naik.

“Nyatanya, pasokan rica yang dijual pedagang melimpah. Harganya juga sangat terjangkau,” ujarnya.

Editor: Rahadih Gedoan

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Ekonomi dan Bisnis

Inflasi IHK Juni 2019 Terkendali

Published

on

zonautara.com

ZONAUTARA.com – Inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) sampai Juni 2019 terkendali pada level 3,28 persen secara year on year (y o y), ditopang tetap terjaganya inflasi pada periode Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) yang lebih rendah dari rata-rata lima tahun terakhir. Hal tersebut telah menjadi kesepakatan antara Pemerintah dan Bank Indonesia (BI) sebagai langkah strategis untuk menjaga agar inflasi IHK tetap terkendali dan berada dalam kisaran sasaran 3,5±1 persen pada tahun 2019.

Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Onny Widjanarko mengatakan, pencapaian ini tidak terlepas dari sinergi kebijakan moneter dan fiskal dalam mengelola kondisi makroekonomi yang sehat serta kebijakan struktural, termasuk pembangunan infrastruktur di berbagai daerah yang memperbaiki konektivitas dan kelancaran distribusi barang dan jasa.

“Ke depan, BI dan Pemerintah di tingkat pusat dan daerah akan terus memperkuat koordinasi kebijakan melalui berbagai langkah strategis guna terus membawa inflasi dalam tren menurun dalam kisaran 3,0±1 persen pada 2020 dan 2021, sehingga dapat mendukung pertumbuhan ekonomi yang kuat, berkesinambungan, seimbang, dan inklusif,” kata Onny melalui siaran pers rapat koordinasi antar-pimpinan lembaga dan kementerian yang tergabung dalam Tim Pengendalian Inflasi Pusat (TPIP), di Jakarta, Rabu (10/07/2019).

Dijelaskannya,langkah strategis yang disepakati untuk menjaga inflasi 2019 dalam kisaran sasaran, difokuskan pada upaya untuk mengendalikan inflasi komponen bergejolak (volatile food)  maksimal 5 persen. Kebijakan ditempuh melalui kebijakan utama 4K atau Keterjangkauan Harga, Ketersediaan Pasokan, Kelancaran Distribusi, dan Komunikasi Efektif dengan fokus pada Ketersediaan Pasokan dan Kelancaran Distribusi.

“Kebijakan tersebut termasuk untuk mengantisipasi tantangan yang dapat memengaruhi prospek inflasi volatile food, di antaranya gangguan cuaca akibat kemarau yang lebih panjang serta ketersediaan pangan antar-waktu dan antar-wilayah,” jelasnya.

Rapat koordinasi juga menyepakati untuk terus memperkuat koordinasi Pemerintah Pusat dan Daerah dalam pengendalian inflasi melalui penyelenggaraan Rakornas Pengendalian Inflasi dengan tema Sinergi dan Inovasi Pengendalian Inflasi untuk Penguatan Ekonomi yang Inklusif. Momentum tersebut dipimpin Menteri Koordinator Bidang Perekonomian selaku ketua TPIP dan dihadiri oleh Gubernur BI, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas, Wakil Menteri Keuangan.

Selain itu, ada juga Kepala Badan Pusat Statistik, Direktur Utama Perum Bulog, serta para Pejabat Eselon I dan II dari Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Perdagangan, Kementerian Pertanian, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, Kementerian Badan Usaha Milik Negara, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Kementerian Perhubungan, serta Sekretaris Kabinet. ​

Editor: Rahadih Gedoan

Continue Reading

DATA KITA

Advertisement
Advertisement

Trending

WP2FB Auto Publish Powered By : XYZScripts.com