Connect with us

ZONA DAERAH

Pemilih di Tomohon 70.969, termasuk orang dengan gangguan jiwa

Published

on

TOMOHON, ZONAUTARA.comKomisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Tomohon telah menetapkan jumlah pemilih dalam Daftar Pemilih Tetap Hasil Perbaikan (DPT-HP) tahap II.

Total, ada sebanyak 70.969 pemilih yang akan menyalurkan haknya pada Pemilihan Umum (Pemilu) 17 April 2019 mendatang.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 293 orang merupakan penyandang disabilitas. Termasuk, para penderita gangguan jiwa atau yang disebut disabilitas mental.

Hal tersebut dibeberkan Komisioner KPU Divisi Data Albertien Vierna Pijoh, di sela-sela Sosialisasi bersama stakeholder dengan tema ‘Media dan Pemilu Berintegritas’, yang digelar di Sky Cafe Kaaten, Selasa (18/12/2018).

Dia mengatakan, jumlah tersebut mengalami penurunan dari jumlah pemilih yang ditetapkan sebelumnya dalam DPT-HP I, yakni sebanyak 71.182.

“Dari jumlah tersebut, ada sebanyak 293 penyandang disabilitas, termasuk 49 penyandang disabilitas mental,” ungkap Vierna, yang didampingi Ketua KPU Harryanto Lasut, serta Komisioner Stenly Kowaas dan Robby Golioth.

Menurut dia, para penyandang disabilitas tersebut nantinya akan didampingi di saat melakukan pencoblosan.

Sementara, terkait berkurangnya jumlah pemilih tersebut, lanjut Vierna, mayoritas diakibatkan oleh pemilih yang meninggal dan juga pindah memilih.

“Setelah dilakukan pencermatan kembali, selain karena ada human error sedikit, juga karena banyak yang meninggal dan juga ada yang pindah,” jelasnya.

Editor : Christo Senduk

Bagikan !
Hosting Unlimited Indonesia

Zona Wakil Rakyat

Identitas budaya Sulut harus ditonjolkan di Bandara Sam Ratulangi

Bandara Internasional Sam Ratulangi Manado akan dibangun lebih besar.

Bagikan !

Published

on

Fanny Legoh

Manado, ZONAUTARA.com – Rencana Pemerintah untuk membangun bandara internasional Sam Ratulangi lebih besar dan megah, mendapat dukungan dari DPRD Sulawesi Utara.

Hanya saja, menurut legislator Fraksi PDIP, Fanny Legoh, unsur dan nuansa budaya diharapkan harus menonjol karena bandara merupakan pintu gerbang daerah ini bagi para pendatang, baik turis domestik maupun internasional.

“Sebagai contoh, bandara internasional I Gusti Ngurah Rai di Bali yang sarat dengan ornamen bernuansa budaya mereka. Begitu tiba di bandara, kita bisa tahu dan akan selalu ingat dengan budaya-budaya Bali,” terang Legoh kepada wartawan, Rabu (23/10/2019) siang.

Menurut personel Komisi IV bidang Kesra itu, saat ini bandara Sam Ratulangi yang didatangi ratusan hingga ribuan turis sama sekali tidak menggambarkan kearifan lokal. Karena itu, ia meminta agar nuansa dengan motif budaya Sulut yang harus ada di bandara Sam Ratulangi berasal dari seluruh daerah dan suku.

“Harus ada budaya dari Minahasa Raya, Bolaang Mongondouw dan Nusa Utara. Bukan hanya agar budaya kita dikenal dan diingat orang banyak, tapi sebagai penegasan kebesaran dan kekuatan budaya masih kita pegang dan kita hormati,” tambah personel Komisi IV bidang Kesra itu.

Karena itu, kata Legoh, dirinya mengusulkan Komisi IV untuk melaksanakan pertemuan segitiga dengan pihak PT Angkasa Pura dan Pemerintah Provinsi terkait pembangunan bandara ini.

Seperti diketahui, bandara Sam Ratulangi baru menggunakan bahasa Manado dalam pengumuman penerbangan bagi para penumpang. Sedangkan ornamen-ornamen dengan nuansa budaya Sulut tidak nampak. (K-02)

Editor: Ronny Adolof Buol

Bagikan !
Hosting Unlimited Indonesia
Continue Reading

Baca Juga

<

LAPORAN KHUSUS

Advertisement
Advertisement
WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com