Connect with us
Hosting Unlimited Indonesia

Sosial Kemasyarakatan

Sebatang kara, Oma Rukani untuk pertama kali rayakan Natal di panti werdha

Published

on

zonautara.com

MANADO, ZONAUTARA.com – Mata Rukani berkaca-kaca saat mengungkapkan kerinduannya terhadap orang tua dan suadara-saudara lainnya di kampung.

Rukani yang sudah berusia 83 tahun mengalami perjalanan hidup yang panjang hingga saat ini berada di Panti Werdha Damai Ranomuut, Manado.

Dia disapa oleh sesama penghuni panti itu dengan sapaan Oma Rukani. Ini akan menjadi natal pertama bagi Rukani di panti werdha.

Sebelumnya Oma Rukani bekerja sebagai pembantu rumah tangga di sebuah keluarga. Tenaganya yang sudah semakin lemah, membuat dia harus beristirahat dan dititip di panti.

Oma Rukani masih menunjukan ciri khas Jawanya, sewaktu ditemui pada Minggu (24/12/2018). Dia melayani zonautara.com di sebuah ruangan yang dirubah menjadi ruang tidur sekaligus tempat makan bersama dengan seorang oma lainnya.

Rukani berasal dari salah satu kampung di Kecamatan Benjeng, Kabupaten Gresik, Jawa Timur. Dia memutuskan merantau waktu itu karena tidak bersekolah lagi. Penyebabnya adalah cacat dan terdapat luka dibadannya.

Dia datang ke Manado di tahun 60an . Sebuah perjalanan yang sangat panjang. Dan sejak itu dia tidak lagi terhubung dengan keluarganya di Gresik.

Lama di Manado dan terus bekerja sebagai pembantu rumah tangga, membuat Oma Rukani memeluk agama Kristen.

“Sekarang oma mau natal sendiri saja di panti ini,” ujar Rukani.

Sakit di bagian kakinya membuat majikannya mengistirahatkan Oma Rukani. Seluruh kebutuhan hidup Oma Rukani selama di panti ditanggung majikannya. Sudah tujuh bulan lamanya Oma Rukani hidup di panti.

“Iya, ini natal pertama oma di sini, tidak ada keluarga. Tapi oma bersyukur masih diberi Tuhan kehidupan dan bisa merasakan natal. Nanti oma mau ke gereja,” ujarnya.

Oma Rukani berharap, satu saat walau usianya semakin renta, dia dapat bertemu kembali dengan keluarganya di Jawa.

Reporter: Gita Waloni
Editor: Ronny Adolof Buol

Sosial Kemasyarakatan

Uniknya Bastion Benteng Maas yang berbentuk oktagon

Published

on

Foto: Balai Arkeologi Sulawesi Utara

Riset para peneliti dari Balai Arkeologi Sulawesi Utara menemukan bentuk bastion Benteng Maas yang tidak lazim.

Reruntuhan bastion di tepi pantai utara Provinsi Gorontalo ini menunjukkan bentuk segi delapan atau oktagon.

Bastion ini satu-satunya dari 4 bastion yang masih utuh meskipun mengalami kerusakan akibat dimakan usia.

“Bastion adalah bagian yang menjorok keluar yang pada umumnya terletak di tiap sudut benteng,” kata Irna Saptaningrum, ketua tim peneliti Benteng Maas Kamis (2/5/2019).

Irna menjelaskan fungsi bastion ini sebagai tempat pengintaian atau pengawasan, biasanya ada lubang bidik yang jumlahnya sesuai kebutuhan pada masanya.

Sebagai alat pertahanan militer, bastion digunakan untuk pemantauan pantai atau laut, sungai, jalan atau akses darat.

Di Benteng Maas, bastion yang tersisa adalah yang paling besar untuk mengawasi bagian laut yang juga terdapat muara sungai.

Foto: Balai Arkeologi Sulawesi Utara

“Bentuk bastion yang oktagonal atau segi delapan ini tidak lazim untuk benteng Belanda karena biasanya berbentuk mata panah,” kata M Chawari, anggota tim penelitian yang berasal dari Balai Arkeologi Yogyakarta.

Temuan para arkeolog ini menarik karena dalam catatan sejarah Gorontalo paling lama dijajah oleh Vereenigde Oostindische Compagnie (VOC) dan Pemerintah Hindia Belanda.

Temuan bentuk oktagon bastion ini semakin memperkaya khazanah dan nilai benteng-benteng masa Islam dan kolonial di Gorontalo.

Anggota tim penelitian lain, Agus Hascaryo, pakar geo-arkeologi memastikan bahan baku penyusun bastion adalah batu karang, andesit, granodiorit, tuva dan breksi yang sumbernya banyak terdapat di sekitar benteng.

“Secara umum riset yang kami lakukan adalah untuk mencari bentuk arsitektur, sekarang sedang mencari puzzle, bagian-bagian yang harus dirangkai untuk membentuk kesatuan utuh,” ujar Wuri Handoko, Kepala Balai Arkeologi Sulawesi Utara.

Editor: Ronny Adolof Buol

Continue Reading
Advertisement
Advertisement Hosting Unlimited Indonesia

Trending