Connect with us

Sosial Kemasyarakatan

Tak punya pohon Natal di rumah, buruh bagasi ini tetap beribadah bersama

Published

on

zonautara.com

MANADO, ZONAUTARA.com – Perayaan Natal identik dengan hiasan pohon Natal yang hadir di setiap rumah keluarga kristiani yang merayakannya. Tapi tidak bagi Erens Sahetendi (49).

Penghasilan sebagai buruh bagasi di Pelabuhan Manado, tak mencukupi untuk membeli pohon Natal dan menghadirkannya di rumah.

Begitu juga dengan kebiasaan membeli baju baru kala Natal tiba. Bagi Erens memenuhi kebutuhan makan sehari-hari adalah hal yang paling penting.

“Kita harus belajar mengucap syukur dengan segala apa yang kita miliki. Saya dan keluarga berbahagia dengan apapun yang ada,” ujar Erens, saat ditemui, Minggu (23/12/2018).

Pria asal Tamako, Kabupaten Sangihe ini sudah menjalani profesi sebagai buruh bagasi selama 18 tahun. Dia setia dengan pekerjaannya itu. Sebelumnya sudah berbagai pekerjaan dia lakoni, mulai dari buruh bangunan, kerja di toko, gudang sampai kerja di rumah makan.

Baginya, kesetiaan adalah hal paling penting dalam mewujudkan ajaran kasih Yesus.

Kini dia tinggal di Kombos Timur bersama istrinya. Dua anaknya sudah berumah tangga, satu sudah selesai sekolah dan satu lagi masih menyelesaiakan pendidikannya.

Berkumpul dengan keluarga saat Natal adalah sebuah kebahagiaan yang luar biasa bagi Erens. Kendati katanya, itu tanpa harus ada pohon Natal.

“Natal ada di hati. Susah senang sudah saya lewati saban hari sebagi buruh bagasi. Kadang tidak dapat penghasilan apa-apa, tapi saya tetap semangat dan mengucap syukur,” kata Erens.

Menurutnya di rumah walau tidak ada pohon Natal, dia bersama istrinya tetap menyediakan kue. “Biar cuma sedikit, kue dan minuman tetap ada,” katanya sambil tertawa.

Yang terpenting baginya adalah bisa beribadah bersama dengan keluarga. Berkumpul dengan keluarga adalah kesempatan yang Tuhan berikan di Natal yang perlu disyukuri.

Peliput: Gita Waloni
Editor: Ronny Adolof Buol

Bagikan !

Sosial Kemasyarakatan

Imbauan MUI soal Salat Idulfitri di tengah pandemi covid-19

Salat Idulfitri dapat dilaksanakan di rumah.

Bagikan !

Published

on

Ilustras menara masjid. (Foto: Zonautara.com/Ronny A. Buol)

ZONAUTARA.COM – Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengeluarkan Fatwa Nomor 28 Tahun 2020 tentang Panduan Kaifiat Takbir dan Salat Idulfitri saat Pandemi.

Dalam fatwa itu, MUI mengimbau soal pelaksanaan salat Idulfitri di tengah pandemi covid-19 yang masih terus berlangsung. Umat Islam di Indonesia yang berada di kawasan episentrum covid-19 atau zona merah dapat melaksanakan salat Idulfitri di rumah.

Sekretaris Komisi Fatwa MUI Asrorun Niam Sholeh menjelaskan, di manapun lokasi salat Idulfitri nanti, masyarakat harus tetap melaksanakan protokol kesehatan dan mencegah terjadinya penularan virus korona.

“Fatwa ini agar dapat dijadikan pedoman pelaksanaan ibadah Idul Fitri dalam rangka mewujudkan ketaatan pada Allah SWT sekaligus menjaga kesehatan dan berkontribusi dalam memutus mata rantai penularan Covid-19,” ujar Asrorun, Rabu (13/5/2020).

Dokumen lengkap tentang fatwa MUI ini dapat dibaca pada link ini.

Secara umum, fatwa ini memiliki pertimbangan bahwa salat Idulfitri merupakan ibadah yang menjadi salah satu syiar Islam dan simbol kemenangan dari menahan nafsu selama bulan Ramadan.

Salat Idulfitri boleh dilaksanakan di rumah secara berjamaah atau sendiri, terutama untuk warga di kawasan penyebaran Covid-19 yang belum terkendali.

Jika umat Islam berada di kawasan terkendali atau bebas Covid-19, salat Idulfitri berjamaah bisa dilakukan seperti biasa

Bagikan !
Continue Reading
Klik untuk melihat visualisasinya

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com