Connect with us

PRESS REVIEW

Umat berbondong-bondong ke gereja, Natal berjalan aman

Published

on

zonautara.com

MANADO, ZONAUTARA.com – Umat Kristiani yang merayakan Natal, Selasa, 25 Desember 2018 berbondong-bondong ke gereja. Beberapa gereja menggelar ibadah Natal sejak subuh.

Umat yang datang cukup banyak ini, membuat beberapa gereja harus menambah tenda dan tempat duduk, karena tidak bisa menampung umat yang beribadah.

Sejauh ini terpantau ibadah Natal berjalan dengan hikmat, lancar dan aman tanpa gangguan yang berarti.

Sementara umat menjalankan ibadah, aparat kepolisian yang dibantu berbagai unsur berjaga di luar gedung gereja.

Penjagaan juga melibatkan beberapa organisasi kemasyarakatan yang secara sukarela memberi diri ikut mengamakan ibadah Natal.

Senin (24/12) malam, Misa Natal di Gereja Katedral Manado berjalan aman dan himat. Aparat terlihat berjaga cukup ketat.

Kapolda sulut Irjen Pol Bambang Waskito bersama keluarga ikut dalam Misa di Gereja Katedral.

Sebelumnya pada Senin (23/12), Polda Sulut menggelar apel kesiapan penjagaan Natal dan Tahun Baru. Sebanyak 739 personil diturunkan dalam pengamanan Natal dan Tahun Baru.

“Tugas kita yang utama adalah mencegah jangan sampai terjadi tindakan-tindakan kejahatan yang mengganggu ketertiban, jangan kita lemah menilai atau under estimate, menganggap ini hal yang biasa, jadikan ini sebagai pengamanan yang serius sehingga mereka yang akan melaksanakan ibadah bisa berjalan dengan aman, lancar dan tertib,” ujar Wakapolda Brigjen Pol Karyoto.

Di Talaud, polisi menerjunkan 430 personil yang akan mengamankan 533 gereja di kepulauan Talaud.

Sementara berbagai organisasi kemasyarakatan ambil bagian dalam menciptakan kondisi aman selama Natal. Banser Ansor Sulut membuka diri jika ada permintaan dari aparat.

“Sesuai prosedur, pasukan Banser dibawa koordinasi Polri dan TNI. Kami diposisi membantu tugas kepolisian,” ujar Ketua Wilayah Gerakan Pemuda (GP) Ansor Sulawesi Utara, Yusra Alhabsyi.

Di Gereja Masehi Injili Bolaang Mongondow Pusat Kotamobagu, selain Banser Ansor, ikut membantu aparat dari Hindu Parisade Kotamobagu, Yamaha Nmax Club Indonesia Kotamobagu dan Satuan Polisi Pamong Praja.

Dari rilis BMKG, diprediksi, cuaca di Manado berawan pada pagi hari, dan siang hari akan terjadi hujan lokal. Malam hari cenderung berawan tebal.

Dalam beberapa hari terakhir cuaca di Sulawesi Utara selalu hujan yang disertai dengan angin kencang. Tetapi pelayaran kapal yang menuju ke Nusa Utara masih berjalan hingga Senin malam.

Editor: Ronny Adolof Buol

HEADLINE

Harga bawang putih melonjak tinggi, 60 ribu ton diimpor dari Tiongkok

Published

on

zonautara.com
Pedagang bawang putih di Pasar Bersehati Manado. (Foto: zonautara.com/Ronny Adolof Buol)

ZONAUTARA.com – Harga bawang putih mengalami kenaikan yang cukup tinggi dalam beberapa hari terakhir. Pemberitaan media tentang hal ini cukup ramai.

Di Jakarta, harga bawang putih berada di kisaran Rp 55.000 hingga Rp 65.000 per kilogram. Sementara Di Pasar Angsoduo Baru, Jambi, satu kilogram bisa mencapai Rp 100 ribu dari sebelumnya Rp 70 ribu.

Dari pantauan situs Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional, harga bawang putih di Sulawesi Utara, rata-rata Rp 51 ribu per kilogram. Belum mengalami kenaikan yang berarti.

Selain di Jambi, kenaikan yang cukup tinggi terjadi di Kalimantan Timur (Rp 82 ribu), di seluruh Nusa Tenggara (Rp 70 ribu) dan di DKI Jakarta.

Untuk menstabilkan harga, Kementerian Pertanian (Kementan) memastikan sedikitnya 60 ribu ton bawang putih asal Tiongkok masuk pada pekan ini.

Direktur Sayuran dan Tanaman Obat, Ditjen Hortikultura (Kementan), Moh Ismail Wahab menyebutkan jumlah tersebut merupakan tahap awal dari persetujuan impor yang telah dikeluarkan bagi perusahaan swasta yang mencapai 115.675 ton.

“Bawang putih tersebut diprioritaskan untuk mengamankan pasokan di bulan puasa dan Lebaran,” kata Ismail seperti dilansir Antaranews, Jakarta, Jumat (3/5/2019).

Sumber: hargapangan.id

Pemerintah berharap, harga bawang putih akan normal kembali seiring distribusi pasokan dari Tiongkok tersebut.

Secara nasional, konsumsi bawang putih per bulan mencapai 42 ribu ton. Indonesia masih mengimpor sebesar 97 persen dari kebutuhan tersebut.

Untuk menekan laju kenaikan harga, Kementan dan Kementerian Perdagangan gencar melakukan operasi pasar di berbagai daerah.

Editor: Ronny Adolof Buol

Continue Reading
Advertisement

Trending