Connect with us

Zona Minsel

AJP dan warga apresiasi pelaksanaan HUT ke 16 Minsel

Published

on

MINSEL, ZONAUTARA.com – Perhelatan akbar peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke 16 tahun 2018, Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel) telah berakhir.

Kesuksesan hajatan tersebut, mendapat apresiasi yang luar biasa besar dari seluruh masyarakat Minsel maupun yang berada di luar Minsel.

Tak terkecuali, apresiasi yang besar ditunjukkan langsung oleh politisi muda Sulawesi Utara (Sulut) yang juga calon legislatif DPR-RI, dari Golkar yakni Adrian Jopie Paruntu (JAP).

Secara khusus apresiasinya, terkait pelaksanaan beberapa mata lomba, yang merupakan rangkaian dari kegiatan akbar tersebut.

Terlebih khusus AJP memberi perhatian pada lomba game yang digemari kawula muda dan generasi milenial pada umumnya, yakni turnamen Player Unknow’s Battle Ground (PUBG).

Terkait lomba ini, JAP pun mempunyai harapan yang besar, agar lomba PUBG ini bisa dijadikan bagian pada iven pemerintah daerah.

“Agar generasi milenial bisa menunjukkan aktualisasi diri mereka, lewat penyaluran hobi yang positif ini, “ ujar AJP.

Meski demikian, diingatkannya agar para generasi milenial pencinta game PUBG ini, untuk senantiasa dapat mengatur waktu antara permainan dan pendidikan.

“Jangan karena tidak bisa mengatur waktu, akhirnya prestasi di bidang pendidikan menurun, “ ujarnya.

Diketahui bahwa dalam ajang lomba yang diikuti ratusan peserta tersebut, tim Metroling Squad asal Motoling, yang merupakan binaan JAP yang merupakan putra kesayangan Bupati Minsel DR Christiany Eugenia Paruntu SE ini, akhirnya didaulat sebagai pemenang.

“Satu hari menjelang final, kami mendapat masukan serta motivasi dari pembina (JAP). Ini yang menjadi support bagi kami dan akhirnya menjadi juara,” ujar Ayen Paat, salah satu personil Metroling Squad.

Bagikan !
Hosting Unlimited Indonesia

EDITOR'S PICK

Walau di daerah, SMAN 1 Modoinding gelar ujian berbasis smartphone

Siswa dan guru siap 100 persen.

Bagikan !

Published

on

zonautara.com
Foto: pexels.com

MINSEL, ZONAUTARA.com – Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 1 Modoinding, Minahasa Selatan melangkah lebih maju dalam hal mendayagunakan perangkat teknologi pada kegiatan belajar mengajar.

Jika sebelumnya sekolah ini berhasil menggelar ujian nasional berbasis komputer (UNBK) untuk kelas XII, maka kali ini giliran pelajar kelas X dan XI yang mengikuti ujian semester dan kenaikan kelas berbasis smartphone.

Kepala SMAN 1 Modoinding Noldi Masengi mengatakan bahwa kemajuan teknologi terus berkembang, sudah semestinya sekolah ikut juga menyesuaikan dengan mengudapte sistem pembelajaran.

“Selama empat tahun kami sudah menggelar ujian semester berbasis komputer, kali ini sudah menggunakan smartphone, lebih praktis,” ujar Masengi, Selasa (28/5/2019).

Suasana ujian semester berbasis smartphone di SMAN 1 Modoinding.

Adalah operator teknis di sekolah itu, Toar Pondaag yang menyiapkan sistem yang dipakai oleh siswa dalam mengakses soal melalui smartphone.

Masengi juga menjelaskan, kesiapan anak didik dalam menggunakan sistem ujian berbasis samrtphone menjadi kunci keberhasilan terlaksananya sistem itu.

“Mereka siap seratus persen, dan ini adalah prestasi bahwa ada transformasi pendidikan di sekolah kami walau pun ada di daerah,” kata Masengi.

Dia berharap penerapan teknologi untuk membantu pendidikan di Sulawesi Utara semakin maju di tahun-tahun berikutnya.

Sudah diterapkan

Penerapan ujian berbasis smartphone memang sudah diterapkan di sejumlah sekolah yang ada di Indonesia.

Penelitian yang dilakukan oleh Cambridge Internasional, memaparkan pelajar Indonesia paling aktif dalam penggunaan teknologi untuk media sosial dan pendidikan.

Menurut penelitian itu, sebanyak 40 persen pelajar Indonesia menggunakan teknologi di ruang kelas dibandingkan dengan banyak negara lain.

Indonesia juga menempati urutan kedua dalam penggunaan komputer desktop setelah Amerika Serikat.

Laporan survei APJII 2018

Sementara sebanyak dua pertiga siswa di Indonesia (atau 67 persen) menggunakan smartphone untuk pembelajaran di kelas. Bahkan angka yang lebih tinggi yakni 81 persen siswa Indonesia menggunakan smartphone untuk mengerjakan pekerjaan rumah mereka.

Kondisi ini tentu juga menuntut guru beradaptasi dengan kemajuan teknologi digital, serta bisa menerapkannya dalam proses belajar mengajar. (mt)

Editor: Ronny Adolof Buol

Bagikan !
Hosting Unlimited Indonesia
Continue Reading

LAPORAN KHUSUS

Advertisement
Advertisement

Trending

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com