Connect with us

Zona Minsel

Bupati CEP ajak masyarakat Desa Koreng jaga persatuan

Published

on

MINSEL, ZONAUTARA.com – Bupati Minahasa Selatan (Minsel) Christiany Eugenia Paruntu dan Wakil Bupati (Wabup) Franky D Wongkar, menghadiri perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Desa Koreng ke-315, Minggu (3/2/2019).

Bupati dalam sambutannya, mengingatkan kepada kepala desa dan seluruh perangkatnya agar dapat menggunakan Dana Desa serta Alokasi dana desa (ADD), dengan akurat, terperinci, transparan serta akuntabel. Kemudian, mempertanggungjawabkannya sesuai ketentuan yang berlaku.

Selanjutnya, Bupati yang akrab disapa CEP ini menghimbau kepada seluruh masyarakat Minsel, secara khusus warga Desa Koreng, untuk senantiasa menjaga kesatuan dan persatuan.


“Mari kita tingkatkan keamanan, ketertiban, kerukunan serta kedamaian dalam lingkungan desa kita, sehingga kesatuan dan persatuan tetap terjaga,” ujar CEP.

“Apalagi dalam waktu dekat, kita akan melaksanakan pesta demokrasi, yakni Pemilu pada 17 April 2019,” tambah Bupati.

Selain itu, lanjut dia, pihaknya pun mengimbau agar warga tetap menjaga kebersihan lingkungan, terutama terkait maraknya penyebaran kasus demam berdarah.

“Hendaknya kita semua selalu menjalankan 3M, baik di rumah, sekolah, kantor maupun di tempat-tempat umum,” ujar Paruntu.

Bupati pun berpesan agar warga Minsel bisa mengurangi penggunaan styrofoam dan wadah plastik sekali pakai.

“Selamat HUT ke-315 Desa Koreng,” ungkapnya.

Turut hadir dalam perayaan syukur HUT Desa Koreng ini, yakni Forkopim Kecamatan, jajaran perangkat daerah, tokoh masyarakat dan agama, serta seluruh warga Desa Koreng.

Putera Bupati Minsel Adrian Jopie Paruntu (JAP) pun tampak hadir dan bersyukur bersama warga Desa Koreng.

Editor : Christo Senduk

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

EDITOR'S PICK

Walau di daerah, SMAN 1 Modoinding gelar ujian berbasis smartphone

Siswa dan guru siap 100 persen.

Published

on

Foto: pexels.com

MINSEL, ZONAUTARA.com – Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 1 Modoinding, Minahasa Selatan melangkah lebih maju dalam hal mendayagunakan perangkat teknologi pada kegiatan belajar mengajar.

Jika sebelumnya sekolah ini berhasil menggelar ujian nasional berbasis komputer (UNBK) untuk kelas XII, maka kali ini giliran pelajar kelas X dan XI yang mengikuti ujian semester dan kenaikan kelas berbasis smartphone.

Kepala SMAN 1 Modoinding Noldi Masengi mengatakan bahwa kemajuan teknologi terus berkembang, sudah semestinya sekolah ikut juga menyesuaikan dengan mengudapte sistem pembelajaran.

“Selama empat tahun kami sudah menggelar ujian semester berbasis komputer, kali ini sudah menggunakan smartphone, lebih praktis,” ujar Masengi, Selasa (28/5/2019).

Suasana ujian semester berbasis smartphone di SMAN 1 Modoinding.

Adalah operator teknis di sekolah itu, Toar Pondaag yang menyiapkan sistem yang dipakai oleh siswa dalam mengakses soal melalui smartphone.

Masengi juga menjelaskan, kesiapan anak didik dalam menggunakan sistem ujian berbasis samrtphone menjadi kunci keberhasilan terlaksananya sistem itu.

“Mereka siap seratus persen, dan ini adalah prestasi bahwa ada transformasi pendidikan di sekolah kami walau pun ada di daerah,” kata Masengi.

Dia berharap penerapan teknologi untuk membantu pendidikan di Sulawesi Utara semakin maju di tahun-tahun berikutnya.

Sudah diterapkan

Penerapan ujian berbasis smartphone memang sudah diterapkan di sejumlah sekolah yang ada di Indonesia.

Penelitian yang dilakukan oleh Cambridge Internasional, memaparkan pelajar Indonesia paling aktif dalam penggunaan teknologi untuk media sosial dan pendidikan.

Menurut penelitian itu, sebanyak 40 persen pelajar Indonesia menggunakan teknologi di ruang kelas dibandingkan dengan banyak negara lain.

Indonesia juga menempati urutan kedua dalam penggunaan komputer desktop setelah Amerika Serikat.

Laporan survei APJII 2018

Sementara sebanyak dua pertiga siswa di Indonesia (atau 67 persen) menggunakan smartphone untuk pembelajaran di kelas. Bahkan angka yang lebih tinggi yakni 81 persen siswa Indonesia menggunakan smartphone untuk mengerjakan pekerjaan rumah mereka.

Kondisi ini tentu juga menuntut guru beradaptasi dengan kemajuan teknologi digital, serta bisa menerapkannya dalam proses belajar mengajar. (mt)

Editor: Ronny Adolof Buol

Continue Reading

LAPORAN KHUSUS

Advertisement
Advertisement

Trending

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com