Connect with us

TRAGEDI DI BAKAN

Legislator Sulut prihatin soal tambang rakyat di Bakan

Published

on

MANADO, ZONAUTARA.com– Aktifitas pertambangan rakyat yang menalan puluhan korban di Desa Bakan, Kecamatan Lolayan, Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong) menjadi keprihatinan bersama. Terutama para wakil rakyat kita di DPRD Sulawesi Utara.

Legislator, Rita Lamusu mengatakan, kejadian tersebut telah diperingatkan sejak lama oleh seluruh pihak. Namun menurut dia, Pemerintah harus tegas terhadap tambang-tambang tanpa izin tersebut.

“Karena saat ini kelihatan setengah-setengah dalam menanganinya sehingga masyarakat tidak takut melakukan penambangan,” kata dia, Senin (11/3/2019).

Bahkan kata politisi PKS itu, hampir setiap di acara di desa sering diinfokan soal tambang-tambang ilegal namun masyarakat tidak mengindahkan.

“Setidaknya harus ada solusi konkrit dari pemerintah terkait hal ini agar masyarakat sadar untuk tidak melakukan aktifitas pertambangan ilegal,” ujar Lamusu.

Sedangkan soal Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) Pertambangan yang sementara digodok di DPRD Sulut, masyarakat pun meminta agar segera dituntaskan.

“Di DPRD Sulut ada Ranperda Pertambangan. Kiranya Ranperda itu berisikan pasal-pasal yang bisa jadi payung hukum dalam penertiban pertambangan ilegal, serta memberikan solusi bagi rakyat penambang,” tambah pengamat politik pemerintahan, Taufik Tumbelaka.

“Kan kerja para legislator adalah membuat aturan yang berpihak pada rakyat,” tambah dia lagi.

Seperti diketahui, dari data Basarnas Manado, hasil evakuasi tim tahap pertama mulai 26 Februari hingga 3 Maret 2019, ada 27 korban yang dievakuasi, dimana 18 orang selamat dan 9 orang meninggal dunia.

Evakuasi tahap kedua pada 4 Maret sampai 7 Maret, ada 18 jenazah korban. Namun, ada beberapa yang tidak utuh. (K-02)

Bagikan !
Beri Donasi

HEADLINE

Proses pencarian korban tambang Bakan ditutup

Published

on

zonautara.com

BOLMONG, ZONAUTARA.com – Tim gabungan pencarian dan evakuasi korban runtuhnya lubang galian tambang rakyat di Desa Bakan, Kecamatan Lolayan, Bolaang Mongondouw menutup operasi SAR pada Kamis (7/3/2019).

Penghentian operasi oleh Tim SAR Gabungan itu karena kondisi di lokasi musibah sudah membahayakan keselamatan seluruh petugas yang terlibat.

”Sejak Rabu sore, reruntuhan terus berjatuhan. Pada Kamis dini hari, longsoran menutup hampir seluruh lubang yang sudah digali. Terjadi beberapa retakan yang cukup besar. Dengan pertimbangan ini, kami memutuskan menghentikan pencarian. Operasi ditutup secara resmi hari ini,” kata Direktur Operasional Badan SAR Nasional Budi Purnama.

Manajer Eksternal Relations and Security JRBM, Ferry Siahaan, mengakui aktivitas pencarian tidak mungkin dilakukan lagi.

”Tim kami sudah melihat kondisi lubang galian. Kondisinya membahayakan tim evakuasi. Ketinggian timbunan yang digali sudah lebih tinggi dari kendaraan alat berat,” kata Ferry.

Hingga Kamis, 46 korban dievakuasi dari lokasi. Sebanyak 18 orang selamat. Adapun 22 orang lainnya meninggal dan sudah teridentifikasi.
Lima orang lainnya tak teridentifikasi dan sudah dimakamkan di pemakaman massal. Tersisa satu jenazah di Posko Disaster Victim Identification Polda Sulut di RSUD Kotamobagu yang menunggu proses identifikasi selesai.

Walau pencarian ditutup, hingga Kamis siang, sejumlah keluarga masih menunggu di rumah sakit. Mereka masih berharap mendapatkan kabar soal keluarga yang hilang.

”Saya belum dapat kabar sampai sekarang. Saya juga tidak tahu mau bilang apa. Pencarian kabarnya sudah ditutup,” kata Armin Simbala yang mencari anaknya, Kadri Simbala.

Nurpina Mokodompit (42) warga Pontondon Timur, Kotamobagu Utara juga masih menunggu kabar anaknya, M Reza Sipasi. Dia terpukul mengetahui operasi pencarian telah dihentikan. Padahal, ia belum mendapat kabar tentang anaknya.

Operasi SAR

Keseluruhan operasi SAR dilakukan dalam tiga tahap. Setelah peristiwa terjadi pada Selasa (26/2) malam, tim bergerak melakukan pertolongan. Sebanyak 18 orang ditemukan selamat dan 9 orang meninggal. Tahap kedua, pengerahan alat berat untuk membuka akses ke lubang galian yang tertimbun yang berlangsung pada 1 hingga 3 Maret.

Setelah akses terbuka, tahap ketiga adalah mengambil jenazah dari lubang. Hingga operasi berakhir, total korban yang dievakuasi 46 orang. Rinciannya, 18 orang selamat dan 28 orang meninggal. Sebelumnya, tim SAR menyebut dugaan ada 60 korban. Sementara petambang menyebut jumlah korban 70-100 orang.

Editor: Ronny Adolof Buol

Bagikan !
Beri Donasi
Continue Reading

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com