Connect with us

ZONA DAERAH

Rais dan Uno minta Lumentut perjuangkan pemecah ombak di Borgo

Published

on

MANADO, ZONAUTARA.comAgenda reses I tahun anggaran 2019 dijalani oleh Wakil Ketua DPRD Sulut Wenny Lumentut, dengan menjaring aspirasi di Desa Tambala, Kecamatan Tombariri, Kabupaten Minahasa, Sabtu (6/4/2019).

Berbagai aspirasi dijaring oleh politisi Partai Gerindra itu, dalam pertemuan reses yang dihadiri oleh hampir 900 orang tersebut.

Pala Rais dan Zulkarnain Uno meminta Lumentut memperjuangkan pembangunan pemecah ombak di pesisir Tambala-Borgo.

Menurut mereka, lokasi desa yang berada di pesisir pantai kerap kemasukan air laut karena tidak ada pemecah ombak.

“Kami harap Pak Wenny Lumentut bisa mengawal proyek ini,” kata mereka.

Selain itu, pembangunan talud di sungai Paniki sangat diharapkan warga.

“Di perbatasan Desa Tambala dan Borgo, ada sungai Paniki. Jika hujan turun, air masuk ke jaga I dan jaga II,” tambah mereka.

Sedangkan Syaifudin Mahmud, warga setempat meminta Lumentut memperjuangkan akses di objek pariwisata di Desa Tambala.

“Di desa kami ada dua air terjun yang indah. Sayangnya, akses ke sana sepanjang dua kilometer sangat buruk. Jadi kami berharap, Pak Wenny Lumentut bisa memperjuangkan hal ini,” katanya.

Selain itu, ibu-ibu warga setempat juga menyampaikan aspirasi agar ada pelatihan-pelatihan memasak dan keterampilan lainnya.

Lumentut sendiri berjanji akan memperjuangkan aspirasi warga setempat. Namun dalam kesempatan tersebut, Lumentut minta agar warga tetap menjaga persatuan dan kesatuan di momen Pemilu Legislatif dan Presiden, 17 April nanti.

“Perbedaan pilihan politik itu biasa, namun hidup rukun tetap yang utama. Jangan terpecah belah,” imbaunya. (K-02)

Editor : Christo Senduk

ZONA DAERAH

Kebudayaan aset penting dalam pembangunan daerah

Published

on

TOMOHON, ZONAUTARA.comPemerintah Kota (Pemkot) Tomohon melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbuda) menggelar Seminar Peningkatan Kapasitas Budaya Daerah, dilaksanakan di Hotel Wise Tomohon, Jumat (19/7/2019).

Wali Kota Tomohon Jimmy Feidie Eman yang diwakili Sekretaris Daerah Kota (Sekkot) H.V. Lolowang, hadir dalam seminar tersebut.

Dalam sambutannya, Lolowang mengatakan, masyarakat Tomohon memiliki tradisi dan kearifan lokal budaya yang sangat kaya dan hidup. Kedua hal tersebut dapat menjadi dasar yang kuat untuk pengembangan kebudayaan.

Menurut Lolowang, kebudayaan harus dianggap sebagai aset penting yang berkontribusi terhadap pembangunan daerah.

“Masyarakat Tomohon hanya dapat menjadi masyarakat yang besar apabila mampu mewujudnyatakan kebudayaan ke dalam pembangunan daerah,” ujarnya.

Dia menjelaskan, kebudayaan daerah menghadapi tantangan, yaitu ketika kekuatan budaya lokal, kearifan lokal, nilai-nilai tradisional dianggap tidak lagi relevan, hingga mulai diabaikan oleh pelaku budayanya.

“Diperlukan sebuah terobosan yang baru dari pelaku budaya untuk melestarikan dan mengembangkan budaya lokal yang ada agar tidak terbawa arus globalisasi,” jelasnya.

Dia mengungkapkan, Pemkot Tomohon melalui Dikbuda Kota Tomohon bersama Direktorat Warisan dan Diplomasi Budaya melaksanakan Seminar Nasional untuk membahas budaya lokal yang ada di Kota Tomohon sebagai upaya peningkatan kapasitas budaya lokal yang dimiliki oleh masyarakat.

“Pemkot Tomohon memberikan apresiasi dan menyampaikan terima kasih kepada Direktorat Warisan dan Diplomasi Budaya yang telah memberikan kesempatan kepada Pemkot Tomohon dalam hal ini Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Daerah untuk melaksanakan kegiatan ini,” pungkasnya.

Turut hadir juga pada kegiatan ini Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Daerah Kota Tomohon Juliana D. Karwur, Direktur Warisan dan Diplomasi Budaya Dirjen Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI Madjmuddin Ramly, para tokoh-tokoh pemerhati budaya dan akademisi di Kota Tomohon.

Editor : Christo Senduk

Continue Reading

DATA KITA

Advertisement
Advertisement

Trending

WP2FB Auto Publish Powered By : XYZScripts.com