Connect with us

OPINI

Sujud Syukur Prabowo part 2 berbuah perpecahan?

Published

on

zonautara.com

ZONAUTARA.com Pemilihan Umum (Pemilu) 2019 telah usai. Klaim-mengklaim kemenangan berdasarkan hasil quick qount berbagai lembaga menjadi tontonan yang menegangkan sekaligus mengasyikkan bagi masyarakat.

Akibat klaim-mengklaim itu Prabowo Subianto, Calon Presiden nomor urut 02, mengekspresikan rasa kemenangannya dengan sujud syukur usai konferensi pers di kediamannya yang berlokasi di Jalan Kertanegara, Kebayoran, Jakarta Selatan, Rabu (17/04/2019) malam. Ekspresi kemenangan ini dinilai belum waktunya karena dicemaskan akan bernasib sama dengan sujud yang dilakukan Prabowo pada 2014 silam, yang kala itu menderita kekalahan.

Perihal sujud syukur Prabowo part 2 ini sempat juga tersiar kabar tak sedap mengenai respons Sandiaga Uno, Calon Presiden nomor urut 02, yang tak setuju klaim kemenangan Prabowo yang dinilainya terlalu dini tersebut. Meski kabar ini akhirnya dibantah Fadly Zon, namun perpecahan di antara Prabowo dengan Sandiaga Uno cepat tersiar.

Soal siapakah yang berhak mengklaim kemenangan dalam Pemilu 2019, sebaiknya kita menunggu pengumuman resmi dari pihak KPU. Namun soal perpecahan di kubu 02 tentu perlu klarifikasi yang lebih lanjut.

Satu hal yang perlu diingatkan dari balik kesibukan news room Zona Utara, yaitu siapapun yang kelak menjadi presiden, dialah presiden kita bersama. Presiden Republik Indonesia.

Editor: Rahadih Gedoan

Bagikan !
Hosting Unlimited Indonesia
Advertisement
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

OPINI

Tujuh Staf Khusus Presiden dari kaum milenial, representasi anak muda, titipan, atau apa?

Lalu mereka akan menjembatani suara generasi muda mana untuk kemudian didengar Presiden Jokowi?

Bagikan !

Published

on

zonautara.com

ZONAUTARA.com – Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah kenalkan kepada publik tujuh Staf Khusus Presiden baru yang berasal dari kalangan milenial kepada wartawan di Verranda, Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (21/11/2019).

Tujuh Staf Khusus Presiden tersebut adalah Adamas Belva Syah Devara, Putri Indahsari Tanjung, Andi Taufan Garuda Putra, Ayu Kartika Dewi, Gracia Billy Mambrasar, Angkie Yudistia, dan Aminuddin Maruf. Ketujuh kaum milenial tersebut diminta Presiden Jokowi untuk menjadi jembatan dengan anak-anak muda, para santri muda, serta diaspora yang tersebar di berbagai tempat.

Apakah benar tujuh Staf Khusus Presiden tersebut telah mewakili generasi muda secara umum? Menjawab pertanyaan tersebut rasanya sangat sulit. Dengan pertanyaan itu, saya terbawa pada realitas yang kontradiktif bahwa beberapa kaum milenial yang terkategori kaum miskin kota tidak merasa terwakili oleh ketujuh orang tersebut.

Bahkan kaum milenial di daerah terpencil seperti di Miangas atau Marore, yang merupakan daerah perbatasan Indonesia yang berdekatan dengan Philipina, tak akan merasa diwakili oleh ketujuh Staf Khusus Presiden dari kaum muda itu.

Kenapa? Karena tak ada satupun keahlian tujuh generasi muda yang berhubungan dengan kepentingan milenial miskin yang hidup di wilayah urban atau yang tinggal daerah terpencil. Besar kemungkinan ketujuh Staf Khusus Presiden yang diangkat Jokowi itu tak pernah merasakan susahnya anak-anak muda daerah di wilayah Indonesia Timur dalam mendapatkan biaya sekolah, akses, tunjangan fasilitas, apalagi bagaimana meningkatkan daya saing.

Ada apa di balik penentuan tujuh Staf Khusus Presiden dari kaum milenial itu? Sebab kalau dilihat secara umum, keberhasilan dari tujuh anak muda sekarang tidak lepas dari mapannya orang tua masing-masing. Ketujuh Staf Khusus Presiden pasti tak pernah merasakan derita seperti Marsel Tatuno, seorang siswa SMK di satu sekolah negeri di Kota Manado, yang harus menghidupi diri sendiri dan membiayai kebutuhan sekolahnya seorang diri sejak masih duduk di bangku SMP.

Lalu mereka akan menjembatani suara generasi muda mana untuk kemudian didengar Presiden Jokowi? Apakah memang suara kaum yang termajinalkan telah terwakilkan para pemilik startup, yang ternyata juga diam-diam didukung elit penguasa negeri ini?

Ah, atau jangan-jangan anak-anak muda itu cuma sekadar titipan?

Bagikan !
Hosting Unlimited Indonesia
Continue Reading
Advertisement

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com