Connect with us
Hosting Unlimited Indonesia

ZONA DAERAH

Wenur: perbedaan adalah bagian dari proses demokrasi

Published

on

TOMOHON, ZONAUTARA.com Pemilihan Umum (Pemilu) tahun 2019 hampir selesai. Kini, tinggal menunggu pengumuman resmi dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) terkait siapa saja yang terpilih dalam pesta demokrasi tersebut.

Di Kota Tomohon, Pemilu dalam rangka memilih Presiden dan Wakil Presiden, serta Dewan Perwakilan Daerah (DPD) dan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dari pusat hingga daerah berjalan lancar, aman, sukses dan terkendali.

Terkait hal itu, Ketua DPRD Kota Tomohon Miky Junita Linda Wenur pun mengaku bersyukur. Menurut dia, Pemilu 2019 di Kota Tomohon telah sukses terlaksana tanpa adanya kendala yang berarti.

Wenur mengatakan, dalam pemilu jelas terdapat perbedaan pilihan antara satu dengan yang lain. Namun begitu, kata Wenur, perbedaan tersebut kini sudah selesai.

“Perbedaan yang ada adalah bagian dari proses demokrasi. Kita semua sebagai masyarakat cerdas, itu harus kita terima penuh dengan sukacita, karena ini bagian dari demokrasi yang harus kita terima,” ujar legislator yang kembali terpilih dalam Pemilu 2019 di Daerah Pemilihan (Dapil) 3 Tomohon ini.

Dia menjelaskan, perbedaan-perbedaan tersebut kini harus dikesampingkan dan saat ini harus fokus untuk membangun Kota Tomohon menjadi lebih baik.

“Kepada yang dipercayakan agar bisa melaksanakan tugas dengan penuh tanggung jawab. Dan yang belum terpilih untuk sama-sama memberikan pokok pikiran dalam membangun Kota Tomohon,” kata calon anggota legislatif (caleg) dari Partai Golkar peraih suara terbanyak di Dapil 3 ini.

Istri tercinta dari Anggota DPD RI Stefanus BAN Liow ini pun berharap, agar calon yang belum terpilih untuk tidak jadi oposisi yang hanya mencari kesalahan dan tidak memberi masukan positif.

Terkait sistem pelaksanaan Pemilu 2019, Wenur berharap, hal tersebut bisa dievaluasi.

“Pertama, aturannya yang terlalu kaku. KPPS terlalu hati-hati sehingga pelaksanaannya terlalu lambat. Kedua, mungkin karena lima yang dipilih sehingga membebani waktu. Ke depan mungkin bisa dipikirkan menambah TPS supaya waktu bisa dikendalikan,” paparnya.

Namun begitu, lanjut Wenur, sistem yang sudah dilaksanakan ini atau Pemilu yang digelar secara serentak ini agar tidak lagi diubah karena jelas berdampak pada efisiensi anggaran.

Editor : Christo Senduk

ZONA DAERAH

Eman: mari kita jaga suasana tetap kondusif

Published

on

TOMOHON, ZONAUTARA.comTahapan Pemilihan Umum (Pemilu) tahun 2019 telah usai. Komisi Pemilihan Umum (KPU) pun telah menetapkan Presiden dan Wakil Presiden terpilih hasil Pemilu 17 April 2019 lalu.

Masyarakat pun diminta untuk menerima apapun yang dihasilkan oleh para penyelenggara Pemilu tersebut dan kembali menyatukan perbedaan yang ada.

Seperti yang diungkapkan Wali Kota Tomohon Jimmy Feidie Eman.

Dia mengatakan, pesta demokrasi dalam memilih Presiden dan Wakil Presiden, serta para wakil rakyat dari pusat hingga daerah telah terlaksana dengan baik.

Menurut Eman, saat ini merupakan waktu untuk meninggalkan segala perbedaan yang tercipta dalam Pemilu lalu.

“Kami, pemerintah bersama Forkopimda, para tokoh agama dan tokoh masyarakat Kota Tomohon berharap, agar pasca-pesta demokrasi, suasana kondusif dapat terjaga,” ungkap Eman, di sela-sela Sosialisasi dan Dialog Sinergitas para tokoh agama dan tokoh masyarakat untuk menjaga persatuan dan kesatuan bangsa, di aula Homestay Walian, Selasa (21/5/2019).

Eman mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk tidak melakukan hal-hal yang dapat berimplikasi hukum dan dapat menimbulkan keresahan, serta ketidaktentraman, hingga meruntuhkan semangat persatuan di Kota yang ditetapkan sebagai salah satu Kota Toleran di Indonesia ini.

“Mari sama-sama kita jaga kerukunan, kesatuan dan persatuan yang sudah lama tercipta di Kota yang kita cintai ini. Semoga Kota Tomohon dapat menjadi berkat di Sulawesi Utara ini,” harapnya.

Editor : Christo Senduk

Continue Reading
Advertisement
Advertisement Hosting Unlimited Indonesia

Trending