Connect with us
Hosting Unlimited Indonesia

Politik dan Pemerintahan

PDIP tolak PSU 53 TPS di Sulut

Published

on

MANADO, ZONAUTARA.com Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Sulawesi Utara (Sulut) Badan Bantuan Hukum dan Advokasi, Denny Kaunang dan Jelly Dondokambey menyampaikan penolakan terhadap Pemungutan Suara Ulang (PSU) di 53 Tempat Pemungutan Suara (TPS) di kabupaten/kota di Sulut, Sabtu (27/4/2019).

Alasan penolakan tersebut, menurut Kaunang dan Dondokambey adalah menanggapi surat dari KPU Sulut No 172/PL.02.6-SD/71/Prov/IV/2019 tertanggal 24 April 2019 terkait PSU.

Menurut keduanya, PDIP menerima surat dari KPU tidak secara langsung tetapi hanya melalui media sosial, tepatnya di Grup WA dalam Pemilu 2019 ditujukan kepada LO (Laisen Officer) Partai Politik pada Kamis (25/4/2019), sekira pukul 18.53 WITA.

Lanjut mereka, setelah membaca dan mempelajari isi surat, dengan tegas PDIP menolak digelarnya PSU serentak yang akan dilaksanakan di 53 TPS di 12 kabupaten/kota yang ada di Sulut.

”Menjadi alasan kami menolak pelaksanaan PSU di 12 kabupaten/kota tersebut adalah bahwa dasar penetapan PSU yang dikeluarkan oleh KPU Sulut berdasarkan rekomendasi Bawaslu kabupaten/kota serta Panwas Kabupaten,” ungkap mereka dalam konferensi pers yang digelar di Sekretariat DPD PDIP Sulut, Jumat (26/4/2019) sore.

Diakui kedua pengacara ini, bahwa saat pelaksanaan pemungutan suara di masing-masing TPS sudah ada penyelenggara pemilu, yaitu KPPS, Pengawas TPS dan PPL.

”Saat pelaksanaan pemungutan suara berlangsung, seharusnya KPPS selaku penyelenggara pemungutan suara harus menolak pemilih yang Tidak Memenuhi Syarat (TMS) sebagaimana yang disyaratkan dalam pasal 60 Undang-Undang Nomor 7 tahun 2017 tentang Pemilihan Umum (Pemilu),” katanya.

Keduanya menegaskan, juga saat pelaksanaan pemungutan suara berlangsung, seharusnya Pengawas TPS menyampaikan keberatan dalam hal ditemukan dugaan pelanggaran, kesalahan dan atau penyimpangan administrasi pemungutan dan penghitungan suara sesuai dengan pasal 115 UU Nomor 7 tahun 2014 tentang Pemilu.

“Sangat ironis, semua TPS yang direkomendasikan pemungutan suara ulang oleh Bawaslu, seharusnya Pengawas TPS/PPL sudah harus keberatan dan menyelesaikan masalah pemilihan TMS di saat masih dalam proses penyelenggaraan pemungutan suara di TPS. Hal ini merusak dan membahayakan proses demokratisasi di Sulut,” pungkas Kaunang, sambil menyatakan surat penolakan ini telah disampaikan ke KPU dan Bawaslu Sulut. (K-02)

Editor : Christo Senduk

Advertisement Hosting Unlimited Indonesia
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Politik dan Pemerintahan

Bawaslu Bakal Awasi ASN di kampanye Parpol dan Pilpres

Published

on

zonautara.com

Manado, ZONAUTARA.com – Kampanye terbuka partai politik dan Pilpres mulai marak di Sulut. Hal ini menjadi perhatian Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) untuk diawasi, termasuk mengawasi keterlibatan Aparatur Sipil Negara (ASN).

Salah satu aktifitas kampanye yang tengah dibidik oleh Bawaslu, adalah kampanye akbar Partai Nasdem Sulut yang akan digelar di Stadion Klabat, Rabu (27/3/2019) ini.

Dimana peluang keterlibatan ASN sangat besar, karena sejumlah kepala daerah kabupaten/kota adalah petinggi partai berjargon Gerakan Perubahan tersebut.

“Tentu kami akan melakukan pengawasan ketat terhadap ASN yang terlibat kampanye. Semua kampanye. Mau itu Parpol maupun Pilpres,” tegas Ketua Bawaslu Sulut, Herwyn Malonda usai acara Sosialisasi Pengawasan Pemilu Partisipatif Bersama Organisasi Kemasyarakatan Pemuda dan Pers yang digelar di hotel Swissbell Maleosan, Selasa (26/3/2019).

Ia juga mengatakan pihaknya berkoordinasi dengan Panwaslu Kabupaten/kota untuk ikut mengawasi ASN yang akan terlibat kampanye ataupun politik praktis.

Sebelumnya, berbagai pengawasan dan penyelesaian sengketa Pemilu dibahas oleh organisasi masyarakat pemuda dan pers bersama anggota Bawaslu RI, Rahmad Bagja SH LLM.

Komisioner Divisi Penyelesaian Sengketa itu tampil sebagai narasumber bersama Ketua Bawaslu Sulut Herwyn Malonda. Sebagai moderatur, anggota Bawaslu Sulut, Kenly Poluan. (K-02)

Continue Reading
Advertisement
Advertisement Hosting Unlimited Indonesia

Trending