Connect with us

ZONA DAERAH

Ini dugaan pelanggaran pidana Pemilu yang masuk tahap penyidikan

Published

on

Konferensi pers yang digelar Sentra Gakkumdu Tomohon, Rabu (9/5/2019). (Foto: zonautara.com/Christo Senduk)

TOMOHON, ZONAUTARA.com Sentra Penegakan Hukum Terpadu (Gakkumdu) Kota Tomohon resmi melaporkan satu kasus dugaan tindak pidana Pemilihan Umum (Pemilu) ke Kepolisian Resor (Polres) Tomohon, Kamis (9/5/2019).

Kasus dugaan pelanggaran pidana pemilu yang dilaporkan tersebut, yakni dugaan pencoblosan sebanyak dua kali di dua Tempat Pemungutan Suara (TPS) berbeda, pada Rabu (17/4/2019) lalu.

Kasus itu pun resmi masuk ke tahap penyidikan, setelah Tim Sentra Gakkumdu yang terdiri dari tiga institusi, masing-masing Bawaslu, Kejaksaan dan Kepolisian memiliki persamaan persepsi, bahwa syarat formil dan materil dalam kasus tersebut telah terpenuhi.

Koordinator Divisi (Koordiv) Hukum, Penanganan Pelanggaran dan Penyelesaian Sengketa (HP3S) Bawaslu Kota Tomohon Steffen S Linu dalam konferensi pers di Sekretariat Sentra Gakkumdu menjelaskan, kasus tersebut diduga dilakukan oleh lelaki berinisial LSW alias Lucky.

Di mana, kata dia, oknum tersebut diduga melakukan pencoblosan sebanyak dua kali di Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang berbeda, yakni TPS 4 Kelurahan Woloan Tiga dan TPS 6 Kelurahan Woloan Satu, Kecamatan Tomohon Barat.

“Perbuatan yang dilakukan oleh yang bersangkutan itu tidak bisa dibenarkan secara aturan, yaitu berdasarkan Pasal 516 Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017, yaitu melakukan pencoblosan sebanyak dua kali di TPS yang berbeda,” ujar Steffen, didampingi Personel Sentra Gakkumdu Tomohon, masing-masing Kepala Satuan (Kasat) Reserse Kriminal (Reskrim) Polres Tomohon AKP Ikhwan Syukri, Kepala Seksi (Kasi) Tindak Pidana Umum (Pidum) Kejaksaan Negeri (Kejari) Tomohon Dian Subdiana, serta salah satu Koordinator Gakkumdu Jaksa David Andrianto.

Steffen menjelaskan, kasus tersebut dilaporkan oleh warga yang mendapatkan pengakuan dari terduga pelaku, bahwa dirinya baru saja melakukan pencoblosan sebanyak dua kali.

Menurut Steffen, selain telah memanggil para pelapor, pihaknya pun telah melakukan klarifikasi terhadap Ketua dan Anggota Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) di dua TPS tersebut, hingga permintaan keterangan dari ahli, yakni Anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) Meidy Tinangon.

“Berdasarkan hasil klarifikasi, kami lakukan pembahasan kedua. Dalam pembahasan kedua, disepakati untuk dilakukan, diteruskan atau dibuatkan laporan ke Kepolisian,” jelasnya.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Tomohon AKP Ikhwan Syukri membenarkan, pihaknya telah menerima laporan dugaan pelanggaran pidana tersebut.

Menurut dia, pihaknya akan segera melakukan penyidikan atas kasus tersebut. Pihaknya pun, kata dia, akan segera melakukan penetapan tersangka.

“Penetapan (tersangka) hari ini atau paling lambat besok,” katanya.

Dia menjelaskan, berdasarkan penyelidikan awal, motif pelaku melakukan tindakan tersebut masih atas dasar kepemilikan dua C6 atau surat pemberitahuan dari KPU.

“Motif pelaku hingga saat ini diketahui benar-benar melakukan itu tanpa adanya kepentingan atau dorongan dari siapapun,” jelasnya.

Pelaku pun, lanjut Ikhwan, terancam dengan hukuman penjara selama 18 bulan dan denda paling banyak Rp18 juta.

Kasi Pidum Kejari Tomohon Dian Subdiana mengatakan, pihaknya akan menunggu Surat Perintah Dimulainya Penyidikan (SPDP) dari pihak Kepolisian sebagai dasar penunjukan Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang akan menyidangkan kasus tersebut.

“Persidangan akan kami upayakan lebih cepat. Kita upayakan sebelum libur lebaran sudah vonis. Jadi kita tinggal menunggu saja proses dari kepolisian,” pungkasnya.

Editor : Christo Senduk

ZONA DAERAH

Bekraf kembangkan ekonomi kreatif di Tomohon

Published

on

TOMOHON, ZONAUTARA.com Kota Tomohon menjadi satu-satunya daerah di Sulawesi Utara (Sulut) yang dipilih oleh Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) untuk menyelenggarakan program Inovasi dan Kreatif melalui Kolaborasi Nusantara (IKKON) tahun 2019.

Program yang bakal dilaksanakan di lima kabupaten/kota di Indonesia, yakni Tomohon, Aceh Utara, Pangkal Pinang, Lombok Timur dan Kupang ini bentuk komitmen pemerintah terhadap perkembangan ekonomi kreatif daerah.

Wali Kota Tomohon Jimmy Feidie Eman saat mengikuti presentasi dari tim Bekraf yang dilaksanakan di Wise Hotel beberapa waktu lalu pun mengapresiasi Bekraf yang telah memilih Kota Tomohon sebagai lokasi pelaksanaan program tersebut.

“Kami berterima kasih atas dipilihnya Tomohon menjadi satu-satunya kota di Provinsi Sulawesi Utara yang mendapat kehormatan sebagai tempat penyelenggaraan program Inovatif dan kreatif melalui Kolaborasi Nusantara in,” ujar Eman.

Menurut Eman, melalui program tersebut, diharapkan akan semakin mengembangkan ekonomi kreatif di Kota Tomohon.

Sebelumnya, Kepala Bekraf Triawan Munaf di Jakarta menjelaskan, lima daerah tempat pelaksanaan IKKON 2019 tersebut telah melalui proses seleksi sebelum akhirnya dipilih.

“Kelima daerah tersebut terpilih setelah melalui proses pemilihan daerah yang diselenggarakan tahun 2018. Kami berharap, program IKKON ini dapat membantu daerah untuk memaksimalkan potensi kreatifnya, agar dapat memberikan dampak ekonomi secara nyata bagi perekonomian daerah,” ujarnya.

IKKON ini pun, kata dia, merupakan program yang mengusung konsep live in designer dengan mengedepankan kolaborasi antara profesional di bidang kreatif dengan pengrajin lokal dan pemangku kepentingan di daerah.

Sejak 2016, Bekraf melalui IKKON telah mendukung pengembangan ekraf daerah di 15 kota/kabupaten dengan mengembangkan produk yang sudah ada maupun menciptakan produk kreatif baru.

“Melalui kolaborasi ini, diharapkan akan muncul produk–produk kreatif baru yang dapat menjadi ikon dari masing-masing daerah,” ujar Direktur Edukasi Ekonomi Kreatif Bekraf Poppy Savitri.

IKKON 2019 akan mulai dilaksanakan akhir Juli dan ditutup dengan pameran produk IKKON  yang akan diadakan November mendatang. Selain bertujuan meningkatkan kesejahteraan para pengrajin dan memperkuat ekosistem ekraf nasional, Bekraf juga berharap IKKON dapat menjadi kajian pembuatan program dan peraturan atau peta jalan ekonomi kreatif di daerah.

Editor : Christo Senduk

Continue Reading

DATA KITA

Advertisement
Advertisement

Trending

WP2FB Auto Publish Powered By : XYZScripts.com