Connect with us

ZONAPEDIA

Mengapa orang dengan golongan darah 0 begitu istimewa?

Orang dengan golongan darah O memiliki kualitas luar biasa, seperti energi dan kemampuan untuk tetap fokus.

Published

on

Foto: pexels.com/Amornthep Srina

Orang dengan golongan darah O memainkan peran penting dalam masyarakat mana pun. Dari zaman kuno hingga hari ini. Golongan darah 0 adalah golongan darah purba nenek moyang kita yang licik, predator serta agresif.

Sering diyakini bahwa keunikan mereka berasal dari kenyataan bahwa nenek moyang kita adalah pemburu yang harus mengamati dan secara akurat mengevaluasi lingkungan untuk dapat bertahan hidup.

Orang dengan golongan darah O memiliki kualitas luar biasa, seperti energi dan kemampuan untuk tetap fokus, kekuatan, karakter yang dibutuhkan untuk kepemimpinan, produktivitas, dan proaktif.

Warisan genetik mereka menawarkan mereka kesempatan untuk menjadi kuat, produktif, memiliki umur panjang dan optimis.

Orang Jepang mengasosiasikan golongan darah ini dengan tipe kepribadian tertentu. Orang dengan golongan darah O paling sering digambarkan sebagai orang yang berkomitmen, terorganisir, fokus, bertanggung jawab, teliti, dan praktis. Mereka diyakini sebagai ahli logika yang lebih baik dan mampu berorientasi lebih baik.

Namun demikian, kebiasaan yang tidak sehat atau peningkatan stres, pola makan yang buruk, kurang olahraga, membuat mereka lebih sensitif terhadap efek metabolisme yang merugikan, termasuk resistensi insulin, rendahnya aktivitas kelenjar tiroid dan obesitas.

Jika sedang stres, mereka mungkin menjadi marah, hiperaktif, dan impulsif. Stres dapat disebabkan oleh kemarahan dan hiperaktif yang berlebihan.

Orang dengan golongan darah O cenderung mengalami penyakit tertentu, seperti bisul dan disfungsi tiroid. Mereka memiliki kadar asam lambung yang lebih tinggi daripada golongan darah lainnya, sering mengakibatkan iritasi lambung dan bisul perut.

Juga, anggota kelompok darah O sering memiliki kadar hormon tiroid yang rendah dan yodium yang tidak memadai, suatu unsur kimia yang tujuan utamanya adalah untuk mengatur hormon tiroid. Ini menyebabkan banyak efek samping seperti obesitas, retensi cairan dan kelelahan.

Disarikan dari artikel: Why are people with blood type O so special?

Editor: Ronny Adolof Buol

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

ZONAPEDIA

Festival Budaya Lembah Baliem bersolek gagah

Published

on

zonautara.com

JAYAWIJAYA, ZONAUTARA.com – Didatangi wisatawan domestik dan mancanegara, Festival Budaya Lembah Baliem (FBLB) 2019 bersolek dengan gagah. Pada pembukaan FBLB yang dipusatkan di lapangan terbuka di Distrik Welesi, Rabu (07/08/2019), terlihat spektakuler dengan berbagai atraksi budaya serta produk-produk budaya dan kerajinan tangan yang dipamerkan warga lokal.

Acara pembukaan kegiatan yang mengangkat tema Warisan Budaya sebagai Jejak Peradaban dan subtema Peradaban Seni dan Budaya Suku Hula sebagai Aset dan Warisan Nusantara ini diwarnai dengan tarian kolosal pelajar tingkat SMA yang mengekspresikan tradisi dan budaya suku Ubula yang mendiami Lembah Baliem.

Pemecahan rekor Museum Rekor Indonesia noken terpanjang yakni sepanjang 30 meter turut memberi kesan yang hampir tidak bisa dibahasakan dengan kata-kata. Noken merupakan tas tradisional khas orang Papua yang terbuat dari anyaman jerami yang rumit dan bernilai seni tinggi.

Baca: Festival tertua, jejak perang suku di tanah Papua

Peserta yang meramaikan kegiatan FBLB ini tercatat berasal dari 40 distrik yang ada di Kabupaten Jayawijaya. Mereka semua mengisi berbagai kegiatan, termasuk jenis-jenis lomba yang di antaranya Lomba Perang-perangan, Lomba Tarian, Lomba Tiup Musik Tradisional, Karapan Babi, Anyaman Noken, Membuat Baju Noken, serta Lomba Lempar Sege dan Panahan.

Ada 23 peserta yang terlibat dalam Lomba Perang-perangan, 17 peserta yang mengikuti Lomba Tarian, dan 26 peserta yang memeriahkan Lomba Tiup Musik Tradisional. Pada Karapan Babi diikuti sebanyak 20 peserta, Anyaman Noken diikuti 20 peserta, dan Membuat Baju Noken dimeriahkan 7 peserta.

Sementara pada Lomba Lempar Sege dan Panahan yang dihebohkan para peserta yang berasal dari perwakilan berbagai Organisasi Perangkat Daerah di Kabupaten Jayawijaya.

zonautara.com
Perempuan-perempuan Papua dengan baju dan tas noken pada momentum pembukaan, Rabu (07/08/2019).(Foto: zonautara.com/Ronny Buol)

Bupati Jayawijaya John Richard Banua mengatakan, konsep FBLB di tahun 2019 ini sedikit berbeda dengan tahun sebelumnya karena adanya penambahan tiga arena, kampung festival, kampus festival, dan pasar festival. Tujuannya agar pengunjung dapat melihat dan mempelajari miniatur jejak peradaban suku Hula.

“FBLB telah memberi dampak positif dan membentuk pola pikir masyarakat lokal di Jayawijaya. Masyarakat kota Wamena dan sekitarnya semakin mengerti bahwa perang suku sangat merugikan kehidupan sosial masyarakat lokal,” kata Bupati John.

Menurutnya, menjadi sarana melindungi nilai-nilai seni dan budaya masyakat Baliem yang merupakan bagian yang tak terpisahkan dari warisan budaya nusantara.

“Pemerintah Kabupaten Jayawijaya akan terus memberikan perhatian yang serius terhadap kemajuan wisata dan perlindungan terhadap kebudayaan lokal karena secara langsung akan meningkatkan pendapatan masyarakat,” ujar Bupati John.

Baca juga: Yohana jadi menteri pertama hadiri Festival Budaya Lembah Baliem

Laporan: Ronny Buol

Editor: Rahadih Gedoan

Continue Reading

LAPORAN KHUSUS

Advertisement
Advertisement

Trending

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com