Connect with us

Zona Bolmong Raya

Jelang Pilkades Serentak, calon petahana rawan gunakan dana desa

Ada 105 desa di Kabupaten Bolaang Mongondouw yang akan menggelar Pemilihan kepala Desa.

Published

on

Bupati Bolaang Mongondow, Yasti Soepredjo Mokoagow. (Foto: Zonautara.com/Itd)

BOLMONG, ZONAUTARA.com – Sebanyak 105 desa di Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong) akan menggelar pemilihan kepala desa (Pilkades) serentak tahun 2019 ini.

Tahapannya akan bergulir dalam waktu dekat. Menariknya, informasi lain yang dirangkum, dari jumlah tersebut, rata-rata kepala desa petahana masih berkeinginan untuk kembali mencalonkan diri.

Hal ini menarik perhatian Bupati Bolmong, Yasti Soepredjo Mokoagow. Menurut Yasti, calon petahana dinilai rawan menyalahgunakan kewenangannya dalam proses pencolanan kembali. Termasuk penggunaan dana desa (dandes) maupun alokasi dana desa (ADD).

“Saya minta kepada para sangadi (kepala desa) yang akan maju dalam pemilihan sangadi nanti, agar tidak menggunakan dana desa untuk kepentingan pencalonan kembali. Karena hal tersebut dapat mengorbankan kepentingan masyarakat desa serta akan berurusan dengan hukum,” kata Yasti, saat memimpin apel kerja perdana pasca libur nasional dan cuti bersama hari raya Idul Fitri tahun 1440 hijriah, tahun 2019 masehi, di halaman kantor Bupati, Senin (10/6/2019).

Yasti menegaskan, bahwa dana desa bukan milik pribadi. Sehingga jangan digunakan untuk kepentingan pribadi, apalagi untuk pencalonan kembali sebagai sangadi.

Yasti menuturkan, penggunaan Dandes dan ADD harus berdasarkan pada Peraturan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Nomor 16 Tahun 2018 tentang prioritas penggunaan dana desa tahun 2019.

“Sampai saat ini masih banyak laporan dari masyarakat, terkait dengan penyalahgunaan dana desa tahun 2018 lalu, yang tentunya sangat merugikan keuangan negara serta tidak membawa manfaat bagi masyarakat desa itu sendiri. Sehingga itu, disetiap kesempatan saya selalu mengingatkan. Jangan sampai nanti bermuara pada konsekuensi hukum,” tutur Yasti.

Selain itu, dirinya juga meminta kepada para sangadi yang akan berakhir masa jabatannya, untuk segera menyampaikan laporan pertanggungjawaban selama menjabat sangadi, serta menyerahkan aset desa kepada penjabat sangadi yang baru. (itd)

Editor: Ronny A. Buol

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Zona Bolmong Raya

Sepekan terakhir sudah 5 kali kebakaran hutan di Bolmong

Selama sepekan terakhir ini sudah terjadi lima kali kebakaran lahan dan hutan di lokasi yang berbeda di Bolmong.

Published

on

By

LOLAK, ZONAUTARA.com – Kebakaran lahan di wilayah Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong) harus menjadi perhatian serius. Selama sepekan terakhir ini sudah terjadi lima kali kebakaran lahan dan hutan di lokasi yang berbeda di Bolmong.

Belum lama ini, kebakaran lahan terjadi di Desa Tuyat, Kecamatan Lolak, tepatnya di perbatasan Desa Tuyat dan Desa Tandu, Kabupaten Bolmong, Rabu, (07/08/2019). Menyusul pada Kamis, (08/08/2019) kebakaran kawasan hutan dan lahan di Desa Sauk, Kecamatan Lolak.

Kebakaran lahan di kawasan perbukitan PT Conch North Sulawesi Cement yang ada di Desa Solog dan kawasan perbukitan Desa Inobonto, Kecamatan Bolaang. Kebakaran hutan dan lahan juga terjadi di Desa Lolak II, tepatnya di kompleks RSUD Datoe Binangkang Lolak, Selasa (13/8/2019).

Satuan tugas dari Pol PP Bolmong, Pemadam Kebakaran Bolmong, Koramil, serta Tim Reaksi Cepat (TRC) Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) terus berupaya memadamkan api yang terus membesar.

“Kami juga sudah berkoordinasi dengan Manggal Agni yang merupakan tim Rescue KARHUTLA dari Kementerian Lingkungan Hidup,” ungkap Kepala Seksi Tanggap Darurat BPBD Bolmong Abdul Muin Paputungan.

Kepala BPBD Bolmong Haris Dilapanga mengimbau, dengan kondisi cuaca yang sudah memasuki musim kemarau dan angin selatan warga diminta untuk tidak membuang puntung rokok dalam keadaan masih menyala sembarangan. Begitupun para petani, juga diimbau untuk jangan dulu membakar lahan tanpa pengawasan, karena dengan kondisi cuaca saat ini, sangat rentan terjadi kebakaran lahan bahkan bisa sampai ke pemukiman warga.

“Kita harus menjaganya bersama, supaya tidak menyesal saat terjadi sesuatu yang tidak kita inginkan, akibat kelalian kita sendiri. Itu sebabnya, selalu diminta untuk waspada dan hindari pemicu kebakaran seperti membuang puntung rokok dengan keadaan masih menyala, serta pembakaran lahan tanda pengawasan,” imbau Haris, Rabu (15/8/2019).

Tak hanya itu, ia juga meminta kepada para ibu rumah tangga yang masih menggunakan kayu api maupun kompor gas ketika memasak untuk selalu hati-hati.

“Pastikan api sudah padam pada saat selesai memasak,” sebutnya.

Editor: Rahadih Gedoan

Continue Reading

LAPORAN KHUSUS

Advertisement
Advertisement

Trending

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com