Connect with us

KABAR SULUT

Djarum beli cengkih Sulut, Komisi II minta harus ada MoU

Published

on

MANADO, ZONAUTARA.com – Ketua Komisi II bidang Perekonomian dan Keuangan DPRD Sulawesi Utara (Sulut), Cindy Wurangian mengingatkan kepada Pemerintah Provinsi (Pemprov) untuk membuat perjanjian hitam di atas putih terkait pembelian cengkih oleh PT Djarum seharga Rp85 ribu per kilogram.

Menurut politisi Partai Golkar itu, Pemprov harus membuat Memorandum of Understanding (MoU), agar semua kegiatan akses penjualan akan berjalan sesuai dengan harapan petani dan bukan hanya janji manis belaka.

“MoU harus jelas agar jangan hanya menjadi sorga telinga bagi masyarakat. Harus jelas kuota dan syarat-syarat pembelian cengkih di petani kita,” kata Cindy saat memimpin rapat dengar pendapat dengan Dinas Perkebunan Provinsi Sulut, Selasa (25/6/2019) sore.

Meski demikian, kata Cindy, Komisi II mendukung penuh langkah positif yang sudah dilakukan pemprov dalam menyikapi harga cengkih yang mengalami anjlok saat warga Sulut panen besar tahun ini.

Komisi II juga sempat menyentil adanya pembelian atau kepemilikan lahan-lahan yang dikelola oleh perusahaan-perusahaan rokok nasional di Sulut.

Dia kuatir akan berdampak bagi petani, sehingga dengan dibelinya lahan oleh pengusaha, ke depan bakal merugikan petani di Sulut.

Terkait hal ini, Gubernur Olly Dondokambey menyatakan hal tersebut bukan masalah. Karena saat ini, cengkih Indonesia adalah yang terbaik di dunia dan sangat laku di pasaran global.

“Tak ada MoU. Tapi saya yakin, PT Djarum tidak akan main-main dengan hal ini. Kalau PT Djarum membeli cengkih di bawah harga yang disepakati, bisa dijual kepada saya,” kunci Gubernur. (K-02)

Editor : Christo Senduk

Bagikan !

ZONA DAERAH

Bidik WBBM, begini pesan Kajati untuk personel Kejari Tomohon

Published

on

Kajati dan rombongan saat tiba di Kejari Tomohon. (Foto: Istimewa)

TOMOHON, ZONUATARA.com Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Sulawesi Utara (Sulut) Andi Muh. Iqbal Arief mengunjungi kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Tomohon, Rabu (3/6/2020).

Kunjungan Kajati yang didampingi Wakil Kajati (Wakajati) A. Dita Prawitaningsih bersama para Koordinator itupun disambut langsung Kepala Kejari (Kajari) Tomohon Immanuel Richendry Hot dan jajaran.

Kajari melalui Kepala Seksi (Kasi) Intelijen James Pade membenarkan kunjungan kerja Kajati dan rombongan tersebut.

Pade mengatakan, kunjungan Kajati itu dalam rangka memantau kesiapan Kejari Tomohon sebagai Kawasan Zona Integritas (ZI) Wilayah Bebas Korupsi (WBK) menuju Wilayah Birokrasi Bersih Melayani (WBBM) Tahun 2020.

“Saat tiba, Bapak Kajati bersama rombongan langsung melakukan pemeriksaan ke setiap ruangan yang ada di Kejari Tomohon,” ujarnya.

Kajati bersama jajaran pejabat Kejati Sulut dan jajaran Kejari Tomohon. (Foto: Istimewa)

Menurut Pade, pemantauan yang dilakukan oleh Kajati, yakni kelengkapan administrasi, Standar Operasional Prosedur (SOP), fasilitas ruangan dan Ruang Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) yang terkait dengan peningkatkan pelayanan kepada masyarakat Kota Tomohon.

Usai peninjauan, lanjut Pade, Kajati melakukan briefing terkait dengan persiapan Kejari Tomohon dalam meraih predikat WBBM.

“Bapak Kajati berpesan agar dapat meningkatkan pelayanan yang dilakukan oleh Kejaksaan Negeri Tomohon, mengingat untuk mencapai predikat WBBM harus sudah ada peningkatan dari pelayanan Kejari Tomohon saat memperoleh predikat WBK pada tahun 2019,” tuturnya.

Pade menambahkan, Kejari Tomohon saat ini terus berupaya maksimal untuk memberikan pelayanan yang terbaik bagi masyarakat Tomohon yang membutuhkan pelayanan di institusinya tersebut.

Editor : Christo Senduk

Bagikan !
Continue Reading
Klik untuk melihat visualisasinya

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com