Connect with us

Sorotan

Angan Adipura masih tidak mungkin bagi Kota Manado

Tempat pembuangan akhir sampah sudah bertahun-tahun over kapasitas.

Published

on

Salah satu sudut di TPA Sumompo (Foto: Zonautara.com/Suhandri Lariwu)

MANADO, ZONAUTARA.com – Angan meraih piala Adipura mulai tahun 2015 hingga kini masih merupakan hal yang tidak mungkin bagi Kota Manado. Penghargaan khusus bagi kota yang berhasil dalam persoalan kebersihan dan pengelolaan lingkungan perkotaan tersebut kian tidak mungkin diperoleh akibat Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sumompo belum kunjung dibenahi.

Kepala Bidang Persampahan dan Limbah B3 DLH Kota Manado Audy J Kalumata saat diwawancarai wartawan Zona Utara mengatakan bahwa Pemkot Manado akhirnya mengambil kebijakan untuk tidak ikut dalam penilaian Adipura. Namun tidak ikut sertanya dalam penilaian Adipura bukan berarti Pemkot Manado berhenti dalam penanganan persoalan lingkungan, terutama masalah sampah plastik.

“Pasca-bencana tahun 2014, kapasitas TPA Sumompo tidak lagi mampu menampung sampah. Harusnya sampah material bangunan tidak dibuang di TPA tapi karena kondisi force majeure atau darurat saat itu maka tidak ada pilihan lain. Hasilnya TPA Sumompo kelebihan kapasitas,” kata Audy di ruang kerjanya, Jumat (21/06/2019).

Menurutnya, saat keikutsertaan Kota Manado dalam penilaian Adipura sempat mendapatkan skor yang bagus untuk sampah di laut. Tapi syarat TPA menjadi poin yang diwajibkan Kementerian Lingkungan Hidup.

“Memang untuk meraih Adipura itu penting. Bila kita bagus dari sisi keamanan serta kebersihan, tapi soal keberadaan TPA menjadi poin wajib yang tidak bisa diabaikan,” ujarnya.

Dikatakannya, kini alat berat eksavator yang digunakan di TPA Sumompo hanya dua. Ada yang berukuran besar dan kecil. Itupun eksavator yang berukuran kecil sudah rusak. Praktisnya hanya satu yang beroperasi setiap hari untuk meng-handle sampah warga Kota Manado yang jumlahnya lumayan banyak.

Ironisnya, sejak instansi Pemerintah Kota (Pemkot) Manado terkait masih bernama Badan Lingkungan Hidup dan dipimpin Heri Saptono beberapa tahun silam, alasan yang sama sudah muncul.

“Ini perlu pembenahan di TPA mengingat TPA Manado untuk saat ini sudah over kapasitas, jadi ke depan akan diperhatikan juga pembenahan atau mungkin adakan perluasan lokasi baru,” ujar Heri seperti yang dikutip dari merdeka.com.

Kondisi ini jelas mengundang tanggapan warga Kota Manado. Albry Pattilima, warga Kecamatan Wanea, misalnya, mengatakan bahwa piala Adipura merupakan satu kehormatan bagi Kota Manado karena sebelum tahun 2015 Ibu Kota Provinsi Sulawesi Utara biasa meraih piala Adipura. Malah, menurutnya, sempat menyabet penghargaan tersebut selama 8 tahun berturut-turut.

“Ini harus ada political will dari Ekskutif dan Legislatif untuk menyikapi persoalan yang seakan-akan tanpa solusi itu,” ujarnya, Kamis (27/06/2019).

Apalagi, lanjutnya, instansi pemerintah yang paling berkompeten dalam persoalan TPA Sumompo adalah Dinas Lingkungan Hidup Kota Manado harus lebih giat lagi dalam menyusun program dan pengawalnya hingga ditetapkan Legislatif.

Editor: Rahadih Gedoan

Artikel ini bagian dari Liputan Khusus soal Sampah Di Kota Manado

Sorotan

Jangan lagi pakai sedotan plastik

Kesadaran pengurangan penggunaan plastik merambah kaum milenial

Published

on

zonautara.com

MANADO, ZONAUTARA.com – Bagi generasi milenial seperti Nathalia Mawati, hidup sehari-hari yang serbapraktis bersentuhan dengan kebutuhan yang berbahan plastik tak bisa dihindarkan. Namun baginya, menjaga lingkungan agar bebas dari ancaman limbah plastik menjadi hal yang tak bisa terabaikan.

Saat ditemui wartawan Zona Utara di sebuah rumah kopi yang berlokasi di kawasan bisnis Mega Mas Manado, Selasa (02/07/2019), Nathalia sangat sadar bagaimana upaya menjaga kelestarian lingkungan. Dirinya kalau sedang ingin nongkrong bersama-sama teman kuliah selalu saja membawa sedotan berbahan stainless steel.

“Kalau mau mengurangi sampah plastik demi kelestarian lingkungan jangan lagi pakai sedotan plastik yang disediakan restoran. Makanya saya selalu membawa ini,” ujarnya sambil perlihatkan seperangkat sedotan.

zonautara.com
Nathalia menunjukkan satu set sedotan berbahan stainless steel.(Foto: zonautara.com/Rahadih Gedoan)

Terlihat ada beberapa ukuran sedotan stainless steel berlapis chrome yang dibawanya sekaligus. Ada yang lurus kecil, bengkok kecil, dan besar (bubble), serta sikat (brush) pembersih sedotan yang terisi di dalam kantong (pouch) berwarna putih.

“Kesadaran menjaga kelestarian bisa dimulai dari hal-hal kecil namun berdampak besar seperti menghindari penggunaan sedotan plastik. Bila sampah itu hanya dibuang begitu saja di tanah atau laut pasti tidak akan terurai. Bahkan kalau dibuang ke laut akan mematikan terumbu karang karena sampah yang menempel atau berada di permukaan laut menghalangi masuknya sinar matahari. Hasilnya, mengahalangi terjadinya fotosintesa,” kata Nathalia.

Baca juga: Kenali kodenya sebelum membeli tumbler

Pembicaraan jadi lebih mengasyikkan ketika Lista Sangkay, rekan Nathalia yang duduk di sebelahnya, bicara tentang fakta. Perempuan yang mengaku sedang kuliah Universitas Sam Ratulangi ini mengatakan bahwa Indonesia memproduksi sampah plastik sebanyak 175.000 ton per hari sehingga mampu menjadi penyumbang sampah terbesar kedua di dunia.

“Masing-masing orang menyumbangkan 0,7 kilogram sampah per hari,” ujarnya.

zonautara.com
Infografik: Pemakaian Sedotan Indonesia.(Sumber: Divers Clean Action & KFC Indonesia)

Menurut data yang dikumpulkan oleh Divers Clean Action, perkiraan pemakaian sedotan secara umum di Indonesia setiap harinya mencapai 93.244.847 batang. Sedotan-sedotan tersebut datang dari restoran, minuman kemasan, dan sumber lainnya (packed straw).

Jumlah sedotan sebanyak itu jika direntangkan akan mencapai jarak 16.784 kilometer (km). Jarak itu sama dengan dengan jarak yang ditempuh dari Jakarta ke kota Meksiko.

Dihitung per minggu, pemakaian sedotan akan mencapai 117.449 km, atau hampir tiga kali keliling bumi. Jarak satu keliling Bumi adalah 40.075 km. tentu saja jumlah yang fantastis.

Editor: Rahadih Gedoan

Artikel ini bagian dari Liputan Khusus soal Sampah Di Kota Manado

Continue Reading

DATA KITA

Advertisement
Advertisement

Trending

WP2FB Auto Publish Powered By : XYZScripts.com