Connect with us

Wisata dan Perjalanan

Mimpikah pariwisata Sulut bersaing dengan Bali?

Presiden Jokowi meminta Sulut bekerja lebih keras lagi.

Bagikan !

Published

on

zonautara.com

MANADO, ZONAUTARA.com – Kunjungan Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada 4-5 Juli 2019 menyisakan pekerjaan rumah yang besar bagi sektor pariwisata Sulawesi Utara (Sulut). Sosok yang baru saja memenangkan Pemilihan Presiden 2019 itu menitipkan pesan kepada masyarakat Nyiur Melambai agar suatu saat nanti jangan kalah dengan Bali.

“Jangan kalah dengan Bali suatu saat nanti,” kata Jokowi saat dijamu Gubernur Sulut Olly Dondokambey di Graha Gubernuran Manado, Kamis (5/7/2019).

Ia juga mengungkapkan komitmen pemerintah yang ingin mengembangkan sektor pariwisata di Sulut yang sangat berdampak pada pertumbuhan ekonomi. Pemerintah Pusat akan memberikan dukungan berupa pelebaran jalan yang sempit, pembenahan kawasan pantai, memperpanjang runway Bandara Sam Ratulangi agar pesawat berbadan besar bisa mendarat, serta penambahan kapasitas bandara karena yang sekarang hanya bisa menampung 2 juta penumpang.

“Nanti Agustus 2020 akan selesai terminal yang digedein menjadi 6 juta penumpang,” kata Jokowi.

Pada hari kedua lawatan kerjanya, Jokowi menyempatkan berkunjung ke tempat wisata di Likupang, Minahasa Utara; Taman Nasional Bunaken, Kota Manado; dan Pelabuhan Samudera Bitung, Kota Bitung.

zonautara.com

Perbandingan Kunjungan Wisman Sulut dengan Bali

Berdasarkan hasil perbandingan data kunjungan Wisatawan Mancanegara (Wisman) yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) Sulut dan BPS Bali bulan Juli 2019, terlihat perbedaan angka yang sangat jauh antara kedua provinsi tersebut.

Jumlah Wisman yang datang ke Sulut melalui pintu masuk Bandara Sam Ratulangi pada bulan Mei 2019 tercatat sebanyak 9.755 orang. Bila dibandingkan secara month to month (m to m) dengan bulan April 2019 yang sebanyak 10.906 orang, maka capaian bulan Mei 2019 turun sebesar 10,55 persen. Sedangkan bila dibandingkan secara year on year (y on y) dengan bulan yang sama tahun sebelumnya, Mei 2018, yang sebanyak 9.405 orang maka meningkat sebesar 3,72 persen.

Di sisi lain, jumlah kunjungan Wisman ke Provinsi Bali pada Mei 2019 tercatat mencapai 485.795 orang melalui pintu masuk bandara dan pelabuhan laut. Jumlah itu naik sebesar 1,82 persen bila dibandingkan secara m to m dengan capaian April 2019. Bila dibandingkan secara y on y dengan bulan Mei 2018 yang sebanyak 528.512 orang, maka  jumlah Wisman yang datang berkunjung ke Bali tercatat mengalami penurunan -8,08 persen.

Wisman Tiongkok terbanyak di Sulut, sangat kecil dibanding kunjungan di Bali

Isyarat Sulut perlu kerja keras agar tak kalah dengan Bali seperti pesan Presiden Jokowi terkesan sarkastis. Wisman asal Tiongkok yang jumlahnya sangat dominan di Sulut ternyata tak capai 10 persen bila dibandingkan dengan kunjungan Wisman Tiongkok di Bali.

zonautara.com
Kunjungan Wisman di Sulut.(Foto: zonautara.com/Tonny Rarung)

Secara umum, bila dilihat dari asal negara, Wisman yang datang ke Sulut melalui pintu masuk Bandara Sam Ratulangi didominasi oleh warga Tiongkok sebanyak 8.626 orang (88,43 persen), diikuti oleh Jerman sebanyak 164 orang (1,68 persen), dan Amerika Serikat sebanyak 121 orang (1,24 persen).

Sedangkan di Bali pada bulan Mei 2019 didominasi Wisman asal Australia sebanyak 98.625 orang (20,30 persen), Tiongkok sebanyak 93.460  (19,24 persen), India sebanyak 38.629 orang (7,95 persen), Amerika Serikat sebanyak 24.835 (5,11 persen), dan Inggris sebanyak 23.261 orang (4,79 persen).

Editor: Rahadih Gedoan

Bagikan !
Hosting Unlimited Indonesia

Wisata dan Perjalanan

Binte biluhuta, memanjakan lidah penikmat jagung

Aroma segar daun kemangi, sungguh menggugah selera. Bisa jadi akan membuat anda ketagihan.

Bagikan !

Published

on

milu siram
Binte Biluhuta (Foto: Ronny A. Buol)

ZONAUTARA.com – Mencoba sensasi kuliner Milu Siram, atau yang lebih dikenal Binte Biluhuta adalah hal yang tidak boleh dilupakan saat berkunjung ke Provinsi Gorontalo.

Kuliner khas ini, awalnya hanya disajikan pada perayaan adat tertentu. Seiring waktu, penganan ini sudah bisa dengan mudah ditemukan hampir di sepanjang jalan Kota Gorontalo. Harga jual per porsinya juga sangat terjangkau, mulai dari Rp8.000,00 – Rp15.000,00 saja.

Kenapa panganan ini harus dicoba? Meski sama-sama berbahan dasar jagung, Milu Siram sangat berbeda dengan sop jagung yang bisa kita temui. Butiran jagung rebus, berpadu parutan kelapa, sedikit campuran daging ikan kukus, kemangi, daun bawang, bawang goreng, sedikit garam, dan perasan jeruk nipis, akan membuat lidah anda dimanjakan dengan sensasi yang tidak biasa.

Bagi pecinta kuliner yang suka eksperimen, panganan ini juga bisa dicampur cabe (sesuai level pedas yang diinginkan), dan sedikit kecap manis. Aroma segar daun kemangi, sungguh menggugah selera. Bisa jadi akan membuat anda ketagihan.

Selain itu, proses pembuatannya mudah dan masih tergolong tradisional. Untuk merebus butiran jagung, kebanyakan masyarakat Gorontalo masih memilih menggunakan tungku dan kayu bakar. Ini untuk menjaga cita rasa tidak berubah. Sudah tentu selain nikmat, kuliner ini bebas bahan kimia. Jadi wajib dicoba. [PESONA.TRAVEL]

Bagikan !
Hosting Unlimited Indonesia
Continue Reading

Baca Juga

<

LAPORAN KHUSUS

Advertisement
Advertisement
WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com