Connect with us

PENDIDIKAN

Pada GSMS 2019, Jeaquiline ingin mengajar tari tuna rungu

Published

on

MANADO, ZONAUTARA.com -Kehadiran Jeaquiline Jeanette Ruth Pangemanan di tempat tes lisan dalam rangka seleksi Gerakan Seniman Masuk Sekolah (GSMS) 2019 Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) membuat suasana jadi berbunga. Selain membuat beberapa tim penguji suka berfoto dengannya, Jeaquiline ternyata punya rencana yang mulia.

Ia ingin mengajar seni tari bagi anak-anak tuna rungu di Sekolah Luar Biasa (SLB) Damai GMIM Tomohon. Padahal hal tersebut jarang dilirik di antara pegiat seni,.

“Biasanya tarian seperti Katrili di sekolah itu diajarkan oleh para guru. Namun melalui GSMS ini saya berharap bisa lolos seleksi dan ingin mengajar anak-anak yang bermasalah pendegaran,” ujarnya di sela-sela kesibukan tes yang dilaksanakan di hotel ibis Manado, Senin (09/07/2019).

Sekalipun tak bisa berbahasa isyarat untuk berkomunikasi dengan anak-anak tuna rungu, namun ia yakin pasti akan mampu mengajarkan gerak-gerak tari dengan baik.

“Selain bisa menggunakan gerak tangan, nantinya akan dibantu asisten yang berasal dari sekolah tujuan. Tapi saya yakin bisa berkomunikasi dengan mereka,” kata Jeaquiline.

zonautara.com
Situasi tes GSMS 2019 Privinsi Sulut di hotel Ibis, Senin (09/07/2019).(Foto: zonautara.com/Rahadih Gedoan)

Ferro Kuron, satu di antara lima orang tim penguji, mengatakan bahwa tes lisan merupakan ketentuan dalam rangka seleksi GSMS 2019 Provinsi Sulut. Selain itu, ada juga syarat pendaftaran online yang wajib dilakukan setiap seniman Bumi Nyiur Melambai yang tertarik mengikuti program tersebut.

“Dalam tes ini bisa diketahui wawasan dan penguasaan materi dari setiap seniman, yang telah tertuang dalam Rencana Pelaksanaan Pembelajaran atau RPP. Seniman yang lolos harus direkomendasikan sebelumnya oleh pihak sekolah,” kata Ferro.

GSMS yang dilaksanakan Sulut tahun ini merupakan kali kedua setelah tahun 2018 sukses menyelenggarakan program tahunan yang didanai Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Tahun 2019 GSMS Provinsi Sulut dilaksanakan di 21 SMA/SMK yang tersebar di Manado, Tomohon, Minahasa, Minahasa Utara, dan Bitung.

Sekolah penyelenggara GSMS 2019 Provinsi Sulut, yaitu:

1. SMA Negeri 1 Kawangkoan

2. SMA Negeri 2 Tompaso

3. SMA Negeri 1 Remboken

4. SMA Negeri 1 Tondano

5. SMK Negeri 1 Tombariri

6. SMK Negeri Pertanian Pembangunan Kalasey

7. SMK Negeri 1 Tomohon

8. SMK Kristen 1 Tomohon

9. SLB Damai GMIM Tomohon

10. SMA Negeri 2 Manado

11. SMK Negeri 4 Manado

12. SMK Negeri 7 Manado

13. SMK Perintis Manado

14. SLBA Bartimeus Manado

15. SMA Negeri 1 Airmadidi

16. SMA Negeri 1 Kalawat

17. SMA Negeri 1 Kauditan

18. SMK Negeri 1 Airmadidi

19. SMK Yadika Manado

20. SMA Negeri 3 Bitung

21. SMK Negeri 3 Bitung

Editor: Rahadih Gedoan

Bagikan !
Hosting Unlimited Indonesia
Advertisement
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

PENDIDIKAN

Usai ikuti FLS2N 2019, Pembinaan SMK Dikda Provinsi Sulut bidik prestasi lebih baik

Pastikan semua persiapan tidak ada yang terabaikan.

Bagikan !

Published

on

zonautara.com

ZONAUTARA.com – Keikutsertaan kontingen Sulawesi Utara (Sulut) pada ajang Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N) 2019 jenjang SMK, di Bandar Lampung, 15-21 September 2019, terbilang sukses. Capaian Sulut kali ini yaitu membawa pulang 2 medali perunggu.

Kepala Bidang Pembinaan SMK Dinas Pendidikan Daerah (Dikda) Provinsi Sulut Debbie Mamangkey mengatakan, kesuksesan tersebut disumbang dari bidang lomba Film Pendek kategori Nonfiksi diraih Given Piri dari SMK Negeri 1 Manado bersama Dea Febianti Kaawoan dari SMK Negeri 4 Manado. Bidang lainnya adalah Solo Gitar Klasik atas nama Mendelshon Yovit Patras, siswa dengan asal sekolah SMK Negeri 1 Tahuna.

“Totalitas semua siswa yang berlomba, ketekunan para pendamping, serta kesibukan panitia kontingen dari Dikda Provinsi Sulut yang diketuai Ricky Lembong telah membuahkan hasil yang gemilang. Semoga ini dapat menjadi motivasi kita semua untuk membidik prestasi yang lebih baik lagi di masa mendatang,” kata Debbie, Senin (23/09/2019).

Bidang lomba yang diikuti kontingen Sulut, imbuhnya, di antaranya Film Pendek, Teater, Solo Gitar Klasik, Musik Tradisional, Tari Tradisional, dan Menyanyi Solo.

Kepala Bidang Pembinaan SMK Dikda Provinsi Sulut saat lomba, terpantau sibuk bersama rombongan panitia kontingen dari Dikda Provinsi Sulut dalam memantau peserta FLS2N yang tempat pelaksanaannya berbeda-beda. Berdasarkan pantauan wartawan Zona Utara di Bandar Lampung, Tari Tradisional dilaksanakan di ballroom Swiss Belhotel Lampung, dan Menyanyi Solo di ballroom Hotel Bukit Randu.

Sedangkan pelaksanaan Teater di auditorium RRI Lampung, ballroom Hotel Golden Tulip Lampung, Solo Gitar Klasik di ballroom Hotel Bukit Randu, dan Film Pendek di bioskop Sanak Lampung-Museum Lampung.

“Pastikan semua persiapan tidak ada yang terabaikan. Kesiapan, kenyamanan, dan keselamatan siswa merupakan hal penting yang perlu diperhatikan. Awali semua dengan doa dan andalkan Tuhan,” ujar Debbie saat memeriksa kesiapan tim Teater di auditorium RRI Lampung, Selasa (17/09/2019).

zonautara.coom
Ricky Lembong, Ketua Kontingen FLS2N Sulut, berpose bersama dengan para siswa peserta.(Image: zonautara.com/Rahadih Gedoan)

Paulus Steven Tuwo, pendamping tim Teater, menyampaikan terima kasih atas perhatian dan kepedulian Bidang Pembinaan SMK Dikda Provinsi Sulut yang turut menyaksikan pertunjukan tim Sulut hingga selesai.

“Tak disangka Kepala Bidang Pembinaan SMK Dikda Provinsi Sulut meninjau dan memeriksa kesiapan pentas dengan detail. Terima kasih atas totalitasnya dalam tugas,” kata Paulus.

Eduard Suharto, pendamping tim Film Pendek, menyampaikan hal senada. Ia berharap, perhatian dan kepedulian seni siswa jenjang SMK di Sulut terus berlanjut agar bisa berpestasi di tingkat nasional.

Editor: Rahadih Gedoan

Bagikan !
Hosting Unlimited Indonesia
Continue Reading

LAPORAN KHUSUS

Advertisement
Advertisement

Trending

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com