Connect with us

ZONA DAERAH

Pemuda Tomohon bahas isu keberagaman di Forum Diskusi Plural(is)me

Published

on

Foto bersama para peserta diskusi, pemateri dan pengurus Forum Pelita Kota Tomohon. (Foto: Forum Pelita)

TOMOHON, ZONAUTARA.comUsaha untuk menyebarkan virus kerukunan terus dilakukan Forum Pemuda Lintas Agama (Pelita) Kota Tomohon. Salah satunya melalui bertajuk ‘Forum Diskusi Plural(is)me.

Puluhan pemuda lintas iman, mulai dari Orang Muda Katolik (OMK), Pemuda GMIM, Pemuda Masjid dan Pemuda Budha pun hadir dan berbaur dalam forum yang dilaksanakan di aula pastoran Paroki Hati Kudus Yesus Tomohon, Sabtu (20/7/2019) ini. Isu keberagaman pun menjadi topik utama dalam forum ini.

Ketua Forum Pelita Kota Tomohon Toar Pangkey mengatakan, Forum Diskusi Plural(is)me ini dilaksanakan sebagai upaya untuk memberikan pemahaman kepada para pemuda terkait pluralisme.

“Dalam Forum Diskusi ini, kami menghadirkan para pemuka-pemuka agama untuk menjelaskan, apa itu keberagaman dan apa itu kerukunan dari perspektif agama masing-masing,” ungkap Ketua Pemuda Sinode GMIM periode 2014-2018 ini.

Menurut dia, selain memberikan pemahaman soal keberagaman, forum diskusi ini dimaksudkan untuk lebih mengintensifkan dialog, sehingga bisa tercipta suasana keakraban dan kekeluargaan antarpemuda lintas iman yang ada di Kota Tomohon.

Dia menjelaskan, para peserta dalam forum diskusi ini merupakan pimpinan-pimpinan pemuda se-Kota Tomohon. Forum diskusi ini pun, lanjut Toar, akan kembali dilaksanakan dalam beberapa waktu ke depan dengan metode berbeda.

“Intinya, kami akan terus menularkan semangat kerukunan kepada para pemuda-pemuda yang ada di Kota Tomohon, agar keharmonisan dan toleransi yang sudah terbangun di Kota Tomohon bisa terus terjaga,” pungkasnya.

Diketahui, dalam Forum Diskusi Plural(is)me tersebut, hadir sejumlah pemateri, yakni tokoh agama Islam Zamroni Khan yang juga anggota Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Tomohon, serta Pendeta Gina Budiman M.Th.

Keduanya pun memaparkan soal keberagaman dan kerukunan dari perspektif agama masing-masing.

Antusiame pun tampak dari para peserta. Hal tersebut pun jelas terlihat dari keinginan para peserta agar kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan dan ditingkatkan. Serta, keinginan agar Forum Pemuda Lintas Agama dapat terus melebarkan sayap dan menyentuh hingga ke tingkat kelurahan di Kota Tomohon.

Editor : Christo Senduk

Bagikan !

KABAR SULUT

Banggar DPRD Sulut dorong penyesuaian anggaran untuk pembiayaan BPJS

Published

on

Ketua DPRD Sulut Andrei Angouw. (Foto: Istimewa)

MANADO, ZONAUTARA.comKetua DPRD Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) Andrei Angouw memimpin rapat pembahasan hasil evaluasi penyempurnaan Ranperda APBD Provinsi Sulut tahun anggaran 2020, oleh Direktorat Bina Keuangan Daerah Kementerian Dalam Negeri RI.

Rapat ini melibatkan Badan Anggaran (Banggar) dan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Sulut yang dipimpin Sekretaris Daerah Provinsi (Sekprov) Edwin Silangen dan jajarannya.

Dalam pembahasan, dibicarakan tentang anggaran belanja pembangunan usai dievaluasi oleh Kemendagri. Salah satu yang paling banyak mendapat sorotan adalah anggaran subsidi Pemerintah Daerah terhadap iuran BPJS sebesar Rp86 milliar.

Ada kenaikan Rp24 milliar yang digunakan untuk membayar selisih kenaikan anggaran BPJS.

Angouw menjelaskan, pemerintah harus benar-benar fokus mengurus ini, mengingat dana tersebut diperuntukkan bagi masyarakat miskin yang belum ter-cover oleh Pemerintah Pusat.

“Pemerintah Kabupaten dan Kota juga harus diberi kewajiban itu, agar semua masyarakat benar-benar bisa terlayani,” kata Angouw.

Sekprov Edwin Silangen menjelaskan, adanya penyesuaian untuk 14 poin, tambahan yang penting yang dievaluasi di antaranya Rumah Sakit, BPJS dan  pemberian gizi untuk balita.

“Untuk anggaran BPJS ini merupakan bantuan Pemprov untuk Kabupaten/kota,” kata Silangen.

Hal yang sama dijelaskan anggota Banggar Amir Liputo, soal selisih bayar BPJS yang terkait dengan kenaikan BPJS.

“Dengan demikian ada penyesuaian anggaran untuk menutupi selisih bayar, untuk masyarakat miskin. Khususnya kelas tiga,” tambahnya.

Liputo mendorong pemerintah harus menyiapkan anggaran guna membantu masyarakat kecil. (K-02)

Editor : Christo Senduk

Bagikan !
Continue Reading

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com