Connect with us

ZONA DAERAH

Ini agenda perayaan HUT RI ke-74 di Tomohon

Published

on

TOMOHON, ZONAUTARA.com Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia (RI) ke-74 di Kota Tomohon dipastikan akan berlangsung meriah.

Sejumlah kegiatan bakal dilaksanakan jelang hingga hari H perayaan hari proklamasi kemerdekaan RI pada Sabtu (17/8/2019) mendatang.

Wali Kota Tomohon Jimmy F Eman melalui Ketua Panitia HUT RI ke-74 Djoike Karouw yang didampingi Sekretaris Panitia Harni Korompis mengatakan, sejumlah kegiatan yang akan dilaksanakan di antaranya pada Kamis (15/8/2019) pagi akan digelar pawai bocah. Sementara untuk sore harinya akan dilaksanakan pawai pembangunan.

Dalam pelaksanaan rangkaian kegiatan yang mengambil tema ‘SDM Unggul Indonesia Maju’ tersebut pun, sejumlah ruas jalan akan ditutup.

“Oleh karena itu, Pemerintah Kota Tomohon memohon maaf atas penutupan sementara beberapa ruas jalan yang dilewati peserta pawai. Pemerintah mengucapkan terima kasih atas pengertian dan kerjasama yang baik dari seluruh Komponen masyarakat,” ujar Karouw.

Sementara itu, Kepala Bagian (Kabag) Humas dan Protokol John E S Kapoh mengatakan, bahwa penggunaan dan penutupan sementara sebagian jalan dalam rangka menyukseskan kegiatan-kegiatan pemerintah dan masyarakat Kota Tomohon dengan rangkaian kegiatan yang ada.

Ini beberapa agenda perayaan HUT RI dan rute pawai di Tomohon :

1. Pawai Bocah dilaksanakan pada Kamis (15/8/2019) pukul 08.00-11.00 WITA, dengan rute dari SD Santa Clara Tomohon dan hingga depan bank Sulut.

2. Pawai Pembangunan juga akan dilaksanakan hari Kamis (15/8/2019), pukul 12.00-18.00 WITA, dengan rute yang akan start dari samping Polres Tomohon mengikuti ke arah Pusat Kota dan Finish di Depan Bank Sulut.

3. Pawai Taptu akan dilaksanakan hari Jumat (16/8/2019) pukul 18.00-20.00 WITA, dengan rute Start dari Rudis Wali Kota melewati Perum dan SPBU Walian ke arah Patung Tololiu dan belok kanan ke arah jalan ke Kaaten, belok kanan di perempatan Tugu Garuda hingga Finish di arah Stadion Babe Palar.

4. Defile akan dilaksanakan hari Sabtu (17/8/2019) pukul 11.00 WITA, dengan rute Start dari Menara Alva Omega menuju ke arah selatan dan Finish di Alfa Mart Kelurahan Lansot.

Editor : Christo Senduk

Bagikan !

Zona Bolmong Raya

DLH Bolmong dinilai cuek soal kerusakan lingkungan

Kepala DLH Bolmong Abdul Latief: Kita masih sibuk sehingga belum sempat menindaklanjuti laporan.

Bagikan !

Published

on

Lahan yang dijadikan kawasan restorasi mengrove di Desa Baturapa seluas 18.325 M2 itu diklaim sebagai milik dari Natalia C Tuera, berdasarkan Sertifikat Hak Milik Nomor: 18.05.11.04.1.00200.

BOLMONG, ZONAUTARA.com – Ketua Komunitas Peduli Kelestarian Lingkungan Hidup Bumi Lestari Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong), Sabdar Gobel menilai Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bolmong cuek soal isu-isu terkait lingkungan di daerah itu.

Menurut Sabdar, banyak laporan terkait kerusakan lingkungan khususnya di kawasan pesisir Bolmong yang ia layangkan ke DLH Kabupaten maupun DLH Provinsi Sulut, selaku instansi terkait. Sayangnya, nyaris tak ada satupun yang ditindaklanjuti.

“Ada sekitar sembilan aduan terkait pengrusakan kawasan hutan mangrove. Baik yang dilakukan oleh oknum pengusaha, perusahaan bahkan oknum anggota TNI. Lengkap dengan bukti-bukti. Tapi tak ada satupun yang diselesaikan,” ungkap Sabdar, Kamis (27/2/202).

Sekitar Agustus 2019 lalu, komunitas Bumi Lestari di bawah komando Sabdar juga melaporkan persoalan lahan yang dijadikan kawasan restorasi tanaman mangrove oleh PT PLN (Persero) Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Kotamobagu.

Pasalnya, menurut Sabdar, lahan seluas 18.325 M2 yang berada tepat di wilayah Teluk Labuan Uki, Desa Baturapa Satu, Kecamatan Lolak itu diklaim sebagai milik dari Natalia C Tuera, berdasarkan Sertifikat Hak Milik (SHM) Nomor: 18.05.11.04.1.00200.

Dalam dokumen laporannya, Sabdar menyebutkan, bahwa lokasi tersebut sebelumnya hutan mangrove primer. Dan pada 2005 silam, dilakukan pembabatan untuk dijadikan lahan perikanan budidaya tambak.

“Sayangnya, lagi-lagi pihak DLH Bolmong cuek dan terkesan tak mau tahu soal itu. Buktinya, hingga saat ini, tidak pernah ada tindak lanjut,” sahutnya dengan nada kecewa.

Sementara itu, Kepala DLH Bolmong, Abdul Latief membenarkan telah menerima laporan tersebut. Hanya saja, menurut Abdul Latief, pihaknya masih disibukkan dengan berbagai agenda kerja lainnya.

“Iya, kita masih sibuk sehingga belum sempat menindaklanjuti laporan tersebut. Tapi mudah-mudahan dalam waktu dekat ini kita akan panggil semua pihak yang terkait. Termasuk Tenges Tuera yang mengklaim kepemilikan lahan. Juga dari pihak PLN Kotamobagu akan kita panggil,” sahut Abdul Latief, saat ditemui di ruang kerjanya, belum lama ini.

Di sisi lain, dirinya juga membenarkan, kawasan restorasi mangrove Desa Baturapa Satu sudah sesuai dengan titik koordinat. Justru, menurut Abdul Latief, lahan yang diklaim milik dari Natalia C. Tuera tersebut yang tidak sesuai dengan titik koordinat.

“Artinya bahwa benar Natalia C. Tuera memiliki lahan di situ berdasarkan SHM. Tapi koordinatnya bukan di lahan yang dijadikan kawasan restorasi mangrove itu. Tapi di sebelahnya,” pungkas Abdul Latief..

Editor: Ronny Adolof Buol

Bagikan !
Continue Reading
WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com