Connect with us

Ekonomi dan Bisnis

Rupiah menguat hari ini

Rupiah diperdagangkan pada pososi Rp 14.135 per dolar AS.

Bagikan !

Published

on

ZONAUTARA.com – Walau hanya menguat tipis sebesar 0,14 persen dibanding perdagangan kemarin, namun posisi rupiah yang berada pada level Rp14.135 pe dolar AS pada Jumat (6/9/2019) pagi patut disambut positif.

Direktur Utama PT Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi mengatakan rupiah masih terkena angin segar dari rencana pertemuan AS dan China pada Oktober mendatang untuk mencari titik temu perang dagang.

Selain rupiah, beberapa mata uang Asia juga menguat terhadap dolar AS, seperti dolar Hongkong, baht Thailand, wong Korea Selatan serta ringgit Malaysia.

Meski beberapa mata uang lainnya melemah seperti dolar Singapura dan yen Jepang.

Pertemuan pemerintah Amerika dan China memang sedang dinanti-nanti. Wakil Perdana Menteri China Liu He dan Gubernur Bank Sentral China Yi Gang telah menghubungi Kepala Perwakilan Dagang AS Robert Lighthizer dan Menteri Keuangan AS Steven Mnuchin pada 5 September lalu untuk menyepakati dialog di Washington DC pada awal Oktober.

Editor: Ronny Adolof Buol

Bagikan !
Hosting Unlimited Indonesia
Advertisement
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Ekonomi dan Bisnis

Impor bahan baku industri kosmetik terus dipacu

Kemenperin mencatat, ekspor produk kosmetik Indonesia pada 2017 tumbuh sebesar 29,8 persen dan mencapai angka USD522 juta.

Bagikan !

Published

on

zonautara.com

ZONAUTARA.com – Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus memacu pengembangan industri komestik di dalam negeri agar bisa lebih berdaya saing di pasar global. Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah dan Aneka (IKMA) Kemenperin Gati Wibawaningsih mengatakan, apalagi Indonesia memiliki potensi yang cukup besar, dengan kekayaan sumber daya alam seperti tanaman herbal yang sudah banyak digunakan untuk produk kesehatan dan kosmetik.

“Hal tersebut merupakan suatu kekuatan yang harus dioptimalkan agar produk kosmetik dalam negeri dapat mendominasi pasar dalam negeri,” kata Gati di Jakarta, Jumat (15/11/2019).

Kemenperin mencatat, ekspor produk kosmetik Indonesia pada 2017 tumbuh sebesar 29,8 persen dan mencapai angka USD522 juta. Di tahun 2018, ekspornya menjadi USD677 juta. Saat ini, jumlah perusahaan industri kosmetik di Tanah Air mencapai lebih dari 760 perusahaan.

Dari total tersebut, sebanyak 95 persen industri kosmetik nasional berskala Industri Kecil dan Menengah (IKM), dan sisanya industri skala besar. Jumlah tersebut menyerap tenaga kerja sebanyak 75 ribu tenaga kerja langsung serta 600 ribu tenaga kerja tak langsung.

Beauty.(Image: pexels.com)

Direktur IKM Kimia, Sandang, Kerajinan dan Industri Aneka Kemenperin E Ratna Utarianingrum mengungkapkan, saat ini pihaknya bersama Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) dan stakeholder terkait lainnya tengah mendorong sertifikasi halal untuk industri kosmetik.

Untuk meningkatkan daya saing IKM kosmetik, Kemenperin memfasilitasi cara pembuatan kosmetik yang baik dan pengurusan izin edar sebagai persyaratan untuk mengantongi sertifikat halal dari BPJPH.

“Tujuannya untuk mendorong daya saing IKM kosmetik kita dalam menghadapi kosmetik impor,” ungkapnya.

Ratna optimistis, pemerintah akan mampu menekan impor bahan baku industri kosmetik, mengingat banyaknya bahan baku alami di Indonesia yang dapat digunakan untuk membuat produk kosmetik.

“Saat ini, industri kosmetik masih membutuhkan beberapa zat aditif untuk memberikan efek tertentu pada kosmetik dan masih belum dapat diproduksi di dalam negeri,” ujarnya.

Menurut Ratna, rantai produksi kosmetik cukup panjang dari hulu ke hilir, yang di tengahnya terdapat proses untuk menghasilkan bahan baku siap pakai. Sumber bahan bakunya sebenarnya punya, tetapi untuk menjadi produk yang siap pakai di industri kosmetik itu perlu teknologi, yang belum miliki, sehingga harus impor.

Kendati demikian, Ratna menyampaikan bahwa Kemenperin berupaya menarik industri yang mampu memproses bahan baku dari dalam negeri menjadi bahan baku antara di sektor kosmetik.

“Kemenperin akan memetakan pohon industri kosmetik dari hulu hingga ke hilir, sehingga mendorong investasi yang tepat sasaran,” kata Ratna.

Bagikan !
Hosting Unlimited Indonesia
Continue Reading
Advertisement

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com