Connect with us

Zona Bolmong Raya

Pemkab Bolmong serius perangi sampah plastik

Bupati Yasti larang pegawainya gunakan kemasan air minum berbahan plastik sekali pakai.

Bagikan !

Published

on

BOLMONG, ZONAUTARA.com—Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong) membuktikan keseriusannya dalam menangani urusan persampahan. Apalagi, jenis sampah berbahan plastik.

Sebagai buktinya, Bupati Bolmong, Yasti Soepredjo Mokoagow mengeluarkan surat edaran bernomor 400/D.23/DLH/33/IV/2019 yang ditujukan kepada seluruh perangkat daerah di lingkup Pemkab Bolmong tentang larangan penggunaan kemasan air minum berbahan plastik sekali pakai dan/atau kantong plastik di lingkungan Pemkab Bolmong.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bolmong, Abdul Latief, melalui Kepala Bidang Persampahan, Deasy Makalalag menyebutkan, dalam surat edaran, Bupati menegaskan seluruh ASN dan THL diwajibkan membawa botol minum (tumbler).

Kepala perangkat daerah dan seluruh pejabat baik eselon II, III dan IV diminta melakukan sosialisasi serta diimbau agar menjadi contoh dalam pelaksanaan edaran itu.

“Jadi di setiap acara atau kegiatan yang digelar oleh perangkat daerah tidak boleh lagi ada air minum kemasan. Pelaksana kegiatan menyediakan dispenser dan peserta diminta membawa tumbler sendiri,” kata Deasy, Rabu (11/9/2019).

Seluruh ASN dan THL Bolmong diminta juga untuk saling mengawasi. Barang siapa yang melihat atau menemukan penggunaan kemasan air berbahan plastik sekali pakai atau kantong plastik, diminta agar melaporkan hal tersebut kepada kepala perangkat daerah yang menjadi unit terlapor untuk selanjutnya diteruskan kepada perangkat daerah yang menjadi atasan langsung terlapor.

“Pelaporan bisa secara lisan maupun tertulis dan dilengkapi dengan bukti-bukti yang dapat dipertanggungjawabkan. Seperti foto maupun video. Yang melanggar akan dikenakan sanksi berupa teguran oleh atasan langsung,” jelas Deasy.

Sehingga itu, dalam surat edaran, bupati menegaskan kepada seluruh kepala perangkat daerah untuk melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan surat edaran tersebut di lingkungan kerja masing-masing. Termasuk mengambil langkah-langkah untuk mencegah pihak luar membawa kemasan air minum berbahan plastik ke dalam lingkup kerja masing-masing.

“Untuk kantong plastik yang dimaksudkan dalam surat edaran tidak termasuk kantong plastik yang digunakan untuk mengangkat limbah domestik,” tandasnya.

Terpisah, Kepala Dinas Kominfo Bolmong, Parman Ginano saat dimintai tanggapan terkait edaran tersebut mengaku siap menindaklanjuti. Bahkan menurut Parman, khusus untuk penggunaan tumbler, sudah diterapkan di unit kerja yang dia pimpin jauh sebelum edaran itu ada. Bahkan, itu pernah diadakan untuk edisi lebaran Idul Fitri 1440 Hijriah lalu, dan dibagikan ke staf Dinas Kominfo.

“Kita pasti akan tindaklanjuti sesuai edaran bupati. Bahkan untuk tumbler kita di kantor (Diskominfo) rata-rata sudah menggunakan itu. Rekan-rekan wartawan yang bermitra dengan Pemkab Bolmong melalui Diskominfo juga kita ajak untuk menggunakan tumbler,” aku Parman. (itd)

Editor: Ronny Adolof Buol

Bagikan !

Zona Bolmong Raya

Tahun 2020, 11 desa maju dan 85 desa berkembang di Bolmut

Published

on

Pelaksanaan kegiatan dana desa dengan padat karya tunai di Kabupaten Bolmut. (Foto Dinas PMD Bolmut)

BOROKO, ZONAUTARA.COM – Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Bolmong Utara (Bolmut) merilis rekapitulasi perkembangan status desa di Kabupaten Bolmut tahun 2020, berdasarkan hasil survei Indeks Desa Membangun (IDM).

Dimana tahun 2020 ini ada 11 desa kategori desa maju, 85 desa masuk kategori desa berkembang dan 10 desa tertinggal, dari jumlah 106 desa di Kabupaten Bolmut. 

Kepala Dinas (Kadis) PMD Bolmut Fadly Usup mengatakan data tersebut merupakan data terbaru.

“Survei dilakukan pada 106 desa dengan kuesioner sejumlah 719 pertanyaan,” ungkapnya.

Survei dilakukan oleh Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa dan dibantu oleh pendamping desa.

“Dan yang mengisi kuesioner tersebut adalah pemerintah desa. Survei ini ini berdasarkan amanat Permendes nomor 2 tahun 2016, “tutur mantan Camat Bolangitang Barat ini.

Usup mengharapkan untuk desa tertinggal harus bisa menjadi desa berkembang, berkembang menjadi maju dan yang maju harus jadi mandiri.

“Atau bisa saja dari tertinggal jadi maju dan ada juga maju jadi tertinggal,” ungkapnya saat ditanya bagaimana desa-desa tersebut kedepannya.

Disinggung apakah baik desa maju dan berkembang disebabkan karena dana desa, dirinya mengiyakan karena pembangunan yang dianggarakan melalui APBDes dan pembangunan yang di anggarakan oleh Pemda.

“Termasuk bagaimana akses ke sekolah, pasar, toko, tempat ibadah, gotong royong, lingkungan, tanggap bencana dan banyak variable yang dinilai,” tuturnya.

Data status desa di Kabupaten Bolmong Utara dalam tiga tahun terakhir.

Tahun 2017
Desa maju : 5
Desa Berkembang : 45
Desa Tertinggal : 48
Desa Sangat Tertinggal : 8

Tahun 2019
Desa Maju : 5
Desa Berkembang : 76
Desa Tertinggal : 48
Desa Sangat Tertinggal : 0

Tahun 2020
Desa Maju : 11
Desa Berkembang : 85
Desa Tertinggal : 10
Desa Sangat Tertinggal : 0 

(FM)

Bagikan !
Continue Reading
Klik untuk melihat visualisasinya

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com