Connect with us

Olahraga

MRCT salurkan bantuan di Panti Asuhan Nazareth

MRCT sendiri merupakan komunitas lari yang beranggotakan puluhan warga Tomohon.

Bagikan !

Published

on

TOMOHON, ZONAUTARA.com Aksi solidaritas atas peristiwa kebakaran yang terjadi di Panti Asuhan Nazareth Matani, Tomohon, masih terus bermunculan.

Kali ini, datang dari Mareno Running Club Tomohon (MRCT). Komunitas yang berkecimpung di dunia olahraga lari ini memberikan sumbangan kepada pihak pengelola Panti Asuhan Nazareth, Senin (16/09/2019).

Ketua MRCT dr Jack Poluan mengatakan, pemberian bantuan ini merupakan bentuk empati dan solidaritas atas peristiwa kebakaran beberapa waktu yang lalu.

Menurutnya, jumlah serta bahan-bahan yang disumbangkan memang tidak seberapa, tapi minimal bisa dimanfaatkan serta membantu kebutuhan pengelola dan anak-anak yang ada di Panti Nazaret.

“Teman-teman MRCT merasa sangat tergerak untuk berpartisipasi secara nyata. Ini semua wujud kepedulian yang tulus atas peristiwa kebakaran beberapa waktu yang lalu,” ujarnya.

Personel MRCT lainnya, yakni Marcelino Rommy Darmaputra didampingi Stenly Wondal, Aldy Towoliu, dan Rojen Lebe mengatakan, sudah jadi komitmen mereka sebagai komunitas lari di Tomohon untuk turut memberi diri secara konkrit dalam hal-hal yang berkait dengan kemanusiaan.

“Ke depan, MRCT akan tetap mengambil bagian dalam hal-hal seperti ini,” tuturnya.

MRCT sendiri merupakan komunitas lari yang beranggotakan puluhan warga Tomohon yang punya minat dan hobi yang kuat terhadap olahraga lari. Menurut Captain MRCT Stefanus Poluan, seminggu sekali ada jadwal rutin lari bersama, yang dilaksanakan Minggu subuh.

Pekan lalu, 7 runner MRCT baru saja mengikuti Maybank Marathon Bali 2019. Di mana, ada yang ikut kategori 21 Km dan ada yang menjajal lomba utamanya, yakni kategori 42 Km.

“Puji Tuhan semua finish strong. Tahun depan target kami adalah ikut di Bandung Marathon dan Borobudur Marathon,” ungkap salah satu runner andalan MRCT Stefanus Poluan.

Editor: Rahadih Gedoan

Bagikan !
Hosting Unlimited Indonesia
Advertisement
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

Olahraga

Menjajaki e-sports jadi cabang olahraga baru

Apapun hasilnya akan kita berikan kepada masyarakat baik yang pro dan kontra.

Bagikan !

Published

on

zonautara.com

ZONAUTARA.com – Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) akan mengelar Simposium Interpretasi E-Sports dalam Wacana Keolahragaan Nasional sebagai rangkaian kegiatan Hari Olahraga Nasional (Haornas) 2019. Acara itu akan berlangsung Sabtu (07/09/2019) besokm di Banjarmasin, Kalimantan Selatan.

Sesmenpora Gatot S Dewa Broto didampingi Asisten Deputi Pengembangan Olahraga Tradisional dan Layanan Khusus Kemenpora Aris Subiyono menyatakan seminar e-sports ini bukanlah yang pertama kali dilakukan Kemenpora tapi sudah banyak badan atau lembaga lain yang juga seminar e-sports ini.

Gatot S Dewa Broto mengatakan bahwa seminar kali ini adalah seminar dengan narasumber yang paling lengkap.

“Kita akui seminar e-sports ini sudah sering dilakukan oleh badan atau lembaga lain. Namun seminar yang kita laksanakan kali ini merupakan seminar dengan narasumber yang terlengkap. Dan seminar ini akan dimulai dari pagi sampai sore dengan berbagai aspek keilmuan seperti kesehatan, ekonomi bisnis, teknologi dan psikologi,” ujar Sesmenpora di Media Center Kemenpora, Jakarta, Kamis (05/09/2019).

Gatot Dewa Broto melanjutkan, tujuan seminar ini ada tiga. Pertama, untuk memformulasikan sisi positifnya dan sisi negatifnya e-sports ini. Kedua, akan menjadi pintu masuk menuju kajian ilmiah yang lebih komprehensif. Ketiga, e-sports ini sudah diakui sebagai salah satu cabang olahraga baru dan sudah dipertandingkan sebagai eksebisi di Asian Games 2018.

Sementara itu, Aris Subiyono menjelaskan bahwa di seminar e-Sports akan ada tim pengkaji yang terdiri dari semua pemangku kepentingan. Dari mulai akademisi, praktisi, psikolog dan anak muda yang suka e-sports.

“Dari mereka ini acara seminar ini bisa terwujud. Harapan kami, apapun hasilnya akan kita berikan kepada masyarakat baik yang pro dan kontra,” jelasnya.

Kegiatan Simposium berlangsung dalam dua sesi dengan pembahasan yang berbeda, pada sesi pertama tentang e-sports dalam perspektif keolahragaan dan sesi kedua tentang tantangan dan peluang.

Narasumber dari berbagai macam keilmuan kesehatan, ekonomi bisnis, teknologi, psikologi, standarisasi keolahragaan dan e-sports. Sedangkan narasumber non-panelis dari unsur budaya dan Fatwa Agama (Majelis Ulama Indonesia/MUI).  

Peserta yang diundang berasal dari kementerian terkait, organisasi olahraga, perguruan tinggi, komunitas games, permainan e-sport, penyelenggara turnamen dan lain-lain.

Editor: Rahadih Gedoan

Bagikan !
Hosting Unlimited Indonesia
Continue Reading

Baca Juga

<

LAPORAN KHUSUS

Advertisement
Advertisement
WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com