Connect with us

Ekonomi dan Bisnis

“Cabo” mengandung bakteri dan virus, Kemendag akan musnahkan dan hentikan

Published

on

Foto: Pixabaya.com

ZONAUTARA.com – Pemerintah melalui Ditjen Perlindungan Konsumen dan Tata Negara Kementerian Perdagangan (Kemendag) akan memusnahkan produk impor baju bekas.

Pemusnahan itu terkait dengan hasil uji lab pada produk impor baju bekas (di Sulut dikenal dengan sebutan cabo, cakar bolengkar) yang ditemui mengandung bakteri dan virus.

“Itu betul-betul mengandung bakteri dan virus. Ke depan, kami lihat situasi yang kondusif untuk melakukan pemusnahan,” kata Dirjen Perlindungan Konsumen dan Tata Niaga Kemendag, Veri Anfrrijono di Batu, Malang, Jawa Timur Kamis (4/10).

Pemusnahan akan diikuti dengan pelarangan impor cabo, guna mencegah adanya penularan penyakit. Menurut Veri sebagian besar cabo berasal dari negara tetangga.

Sebagian besar Cabo masuk melalui Sumatera di kawasan Tembilahan, Riau dan Tanjung Balai, Sumatera Utara.

Direktorat Jenderal Bea dan Cukai juga telah melakukan upaya pencegahan impor cabo. Sebenarnya impor pakaian bekas telah dilarang melalui Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 51/M-DAG/PER/7/2015 tentang Larangan Impor Pakaian Bekas.

Selain berpotensi merugikan konsumen, cabo juga berdampak negatif terhadap industri pakaian serta dapat mematikan industri kecil menengah, terutama usaha konveksi dan penjahit lokal.

Harga cabo di Manado dan Tondano sangat murah dengan kualitas dan merek yang bagus, meski itu pakaian bekas.

Penjualan pakaian bekas impor bisa dikenakan Undang-Undang Nomor 7 tahun 2014 tentang Perdagangan dan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen (UUPK).

Pasal 8 ayat (2) UUPK juga menyebut pelaku usaha dilarang memperdagangkan barang yang rusak, cacat atau bekas, dan tercemar tanpa memberikan informasi secara lengkap dan benar atas barang dimaksud.

Editor: Ronny Adolof Buol

Bagikan !
Advertisement
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Ekonomi dan Bisnis

Harga emas kini di atas Rp 1 juta per gram

Harga hari ini naik sebesar Rp 18 ribu per gram.

Bagikan !

Published

on

Harga emas
Ilustrasi emas. / Foto: Pexels.com

ZONAUTARA.COM – Harga jual logam mulia emas kini berada di atas Rp1 juta per gram. PT Pegadaian (Perseroan) hari ini, Rabu (29/7/2020) menjual emas seharga Rp1.013.000 per gram.

Harga hari ini naik sebesar Rp 18 ribu per gram dibanding perdagangan pada Selasa (28/7) kemarin.

Sementara, harga pembelian kembali (buyback) untuk emas ukuran 1 gram di Pegadaian tercatat Rp999 ribu untuk Antam Retro dan Rp1,168 juta untuk Antam Batik.

Analis sekaligus Kepala Riset Monex Investindo Ariston Tjendra memperkirakan harga emas di pasar internasional bergerak di kisaran US$1.905 sampai US$1.980 per troy ons pada hari ini.

Proyeksinya, harga emas masih menguat karena sentimen tambahan jelang pengumuman hasil rapat dewan gubernur bank sentral AS, The Federal Reserve, pada Rabu (29/7) waktu setempat.

“Pasar berekspektasi The Fed masih akan menyuarakan nada pesimis mengenai pemulihan ekonomi di AS, yang bisa menekan dolar AS,” ungkap Ariston dikutip dari CNNIndonesia.com.

Berikut rincian harga jual emas Antam di Pegadaian:

Emas 0,5 gram: Rp 551.000 
Emas 1 gram: Rp 1.030.000 
Emas 2 gram: Rp2.048.00
Emas 5 gram: Rp 5.090.000 
Emas 10 gram: Rp 10.132.000
Emas 25 gram: Rp 25.316.000
Emas 50 gram: Rp 50.570.000
Emas 100 gram: Rp 99.429.000
Emas 250 gram: Rp 247.707.000
Emas 500 gram: Rp 487.683.000
Emas 1 kilogram: Rp 970.404.000

Bagikan !
Continue Reading
Klik untuk melihat visualisasinya

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com