Connect with us

Ekonomi dan Bisnis

Ucommune raih penghargaan dari PBB atas inovasi CSR global

Ucommune adalah pengelola komunitas co-working asal Tiongkok yang mengelola 200 ruang kerja bersama.

Bagikan !

Published

on

ZONAUTARA.com— Pendiri dan Komisaris Utama Ucommune, Dr. Daqing Mao, telah diundang untuk menghadiri ajang “2019 United Nations (UN) Global Corporate Social Responsibility Summit” pada pertengahan Oktober ini di kantor pusat Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di New York.

Di sana, ia akan menerima “Global CSR Innovation Award” mewakili Ucommune untuk tahun kedua secara berturut-turut atas kontribusi perusahaan dalam membantu calon-calon wirausaha.

Penghargaan bergengsi ini menjadi pengakuan terhadap kontribusi penting Ucommune dalam praktik tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) sebagai salah satu pelopor sektor co-working community asal Tiongkok yang inovatif.

Digelar oleh Komite Eksekutif PBB NGO/DPI dan Global CSR Foundation, ajang “2019 United Nations (UN) Global Corporate Social Responsibility Summit” mengapresiasi sejumlah perusahaan dan individu yang telah menyatukan CSR ke dalam kegiatan operasional dan strategi utamanya.

Dengan misi untuk membina komunitas wirausaha muda sehingga mereka bisa mengatasi berbagai tantangan penting di dunia dalam bidang sosial, ekonomi, dan lingkungan hidup, Ucommune bekerja sama dengan mitra-mitra global guna mengupayakan tujuan-tujuan keberlanjutan global, serta diakui PBB sebagai pemain penting dalam upaya mewujudkan masa depan perkotaan yang lestari.

“Kami merasa terhormat untuk menerima undangan ini. Penghargaan dari PBB membuktikan komitmen kami yang ingin mengubah budaya bekerja bagi generasi baru. Awalnya, kami bergerak sebagai platform space-as-a-service yang melayani pesatnya perkembangan usaha rintisan, lalu Ucommune secara wajar memikul tanggung jawab untuk memimpin agenda CSR global, baik pada saat ini dan di masa mendatang,” ujar Mao.

“Dengan terus berupaya untuk meningkatkan layanan kami demi memberdayakan kalangan wirausaha generasi baru, kami ingin menggerakkan semangat kewirausahaan yang berkelanjutan serta mengusung transformasi sosial bagi dunia di era baru,” jelasnya.

Guna membantu lebih banyak lulusan yang ingin mempraktikkan ide-idenya, perusahaan telah mendirikan Ucommune Lecture, sebuah platform kepemimpinan yang ingin menciptakan lingkungan kondusif bagi para pelajar inovatif.

Ajang tersebut telah mendekatkan mereka dengan sejumlah wirausaha sukses lewat kegiatan ceramah, sehingga para lulusan bisa memperoleh keahlian dan nilai kewirausahaan, serta mengembangkan sikap yang tepat untuk usaha mereka di masa depan.

Mendukung kewirausahaan dan bidang pekerjaan bagi kawula muda difabel juga menjadi prioritas dalam agenda CSR Ucommune. Ucommune mendorong para pemikir hebat untuk mewujudkan impiannya, menyediakan jalur kesuksesan bagi orang-orang difabel di dalam perusahaan, serta menjangkau perusahaan pemberi kerja supaya mereka membuka peluang kerja yang lebih banyak.

Demi mengembangkan nilai tambah sosial secara kolektif di jenjang yang lebih tinggi lewat inovasi dan kolaborasi, Ucommune terus berupaya mengubah komunitas perkotaan melalui peningkatan efisiensi dalam pengelolaan real estat dengan ruang-ruang kerja bersama bagi sejumlah usaha rintisan.

Dengan menjadikan biaya, efisiensi, dan kenyamanan sebagai prioritasnya, Ucommune telah mendirikan 200 ruang kerja bersama (co-working space) yang inspiratif, wadah menarik bagi digital nomad, pekerja lepas, wirausaha, dan usaha rintisan dari seluruh penjuru dunia.

Ucommune berniat untuk mengubah budaya ruang kerja dan menciptakan platform global yang unik, serta mudah mengintegrasikan komunitas fisik dan digital agar berbagai orang bisa belajar, terhubung, dan berkembang secara bersama-sama dalam lingkungan dinamis serta terbuka.

Selain ruang-ruang kerja bersama yang fleksibel dan dinamis, Ucommune menyediakan sederet layanan lengkap demi memenuhi beragam kebutuhan bisnis bagi para pekerja lepas dan wirausaha, termasuk solusi periklanan dan pencitraan merek, inkubasi usaha dan layanan modal ventura, pelatihan kepegawaian, konsultasi keuangan dan hukum, jasa desain dan konstruksi, serta dukungan TI.

Ucommune adalah pengelola komunitas ruang kerja bersama (co-working) asal Tiongkok. Per 30 Juni 2019, Ucommune mengelola 200 ruang kerja bersama di 44 kota di Tiongkok Raya, Singapura, dan New York City.

Layanan ruang kerja bersama dari Ucommune yang hadir secara daring terdiri atas model swakelola U Space co-working, U Studio, dan U Design untuk ruang kerja sesuai kebutuhan, serta model-model jenis asset-light, U Brand dan U Partner.

Melakukan eksplorasi selama empat tahun, Ucommune membina ekosistem ruang kerja bersama yang mutakhir di tingkat global, sarana bagi para anggotanya untuk memanfaatkan jaringan kami supaya mereka berhasil mewujudkan potensinya, dan secara kolektif menciptakan nilai tambah terbaik.

| PRNewswire

Bagikan !
Advertisement
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Ekonomi dan Bisnis

Sebentar lagi ponsel ilegal akan diblokir

Kementerian Kominfo akan mengumumkan minggu depan soal mekanisme pemblokiran.

Bagikan !

Published

on

zonautara.com
Ilustrasi smartphone (Foto: Pexels.com/Jetshoots)

ZONAUTARA.COM – Bagi anda yang terlanjur membeli ponsel black market (BM) atau ilegal, bersiap-siap handphone anda tidak bisa digunakan untuk melakukan komunikasi.

Pemerintah sejauh ini telah melakukan ujicoba pemblokiran ponsel ilegal dengan dua metode dan melibatkan dua operator.

XL Axiata mengujicoba pemblokiran dengan menggunakan mekanisme blacklist (daftar hitam), sementara Telkomsel melakukan ujicoba dengan mekanisme whitelist (daftar putih).

Mekanisme blacklist akan memblokir akses telekomunikasi pada ponsel-ponsel dengan IMEI yang masuk daftar hitam.

Sementara mekanisme whitelist akan memberikan akses telekomunikasi hanya pada ponsel dengan IMEI terdaftar di basis data IMEI, SIBINA. Ponsel yang ada di luar daftar putih itu akan langsung terblokir.

Kedua metode ini tengah diuji untuk menentukan bagaimana mekanisme pemblokiran ponsel ilegal akan dilakukan. Aturan International Mobile Equipment Indonesia (IMEI) sendiri rencana berlaku pada 18 April 2020.

Sementara Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) mengatakan, akan mengumumkan sistem mana yang akan dipakai untuk memblokir ponsel ilegal.

Keputusan itu akan disampaikan pada pekan depan.

“Kalau IMEI, minggu ini kita akan putuskan bersama-sama dengan para pimpinan operator seluler, apa kita pakai sistem blacklist atau whitelist,” kata Menteri Kominfo, Johnny G. Plate di kantor Kemenkominfo, Jakarta, Rabu (26/2) kemarin.

Johnny tak membeberkan secara gamblang hasil uji coba IMEI yang dilakukan oleh dua operator yaitu XL Axiata dan Telkomsel beberapa waktu lalu.

Menyoal pengadaan alat pemblokiran IMEI, Kemenkominfo menyebut para operator seluler mampu menggelontorkan dana untuk pengadaan alat IMEI tersebut.

“Tidak ada masalah, operator seluler mampu mengadakan, semuanya terpusat di Kementerian Perindustrian. Sistemnya sudah ada di sana, pemerintah sudah siapkan,” tutur Johnny.

Editor: Ronny Adolof Buol

Bagikan !
Continue Reading
WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com