Connect with us

ZONA DAERAH

DPRD Cirebon kagumi pesona pariwisata Tomohon

Published

on

TOMOHON, ZONAUTARA.com Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Cirebon, Provinsi Jawa Barat melakukan kunjungan kerja di Kota Tomohon, Rabu (6/11/2019).

Kehadiran para wakil rakyat dari Cirebon ini untuk mendalami soal pengelolaan pariwisata di Kota Tomohon. Tak ayal, mereka pun mengaku sangat kagum dengan potensi pariwisata yang ada di Kota Bunga ini.

“Tomohon Kota Sejuk, masyarakatnya ramah, saking sejuknya Kota ini membuat kami ingin tidur dan berlama-lama di sini,” kata sejumlah Anggota DPRD, saat bertemu dengan jajaran Pemerintah Kota Tomohon, di Lantai III, Sekertariat Daerah Kota Tomohon.

Rombongan yang dipimpin Wakil Ketua Komisi III DPRD Cirebon Cicip Awaludin diterima oleh Plt Asisten Perekonomian Vonny F Pontoh, bersama perangkat daerah terkait, yakni Dinas Pariwisata yang dihadiri Sekertaris Dinas dan Kabid terkait.

Pontoh saat membacakan sambutan Wali Kota mengatakan, Kota Tomohon memiliki objek-objek wisata yang terkenal dan telah mendunia, dengan agenda TIFF yang masuk 10 besar iven pariwisata di Indonesia.

“Selamat datang dan selamat menikmati keramahan masyarakat dan keindahan objek-objek wisata alam, serta kesejukan Kota Tomohon,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, pihak DPRD Cirebon menyatakan, Pemkot Cirebon pada tahun depan akan mengalokasikan anggaran untuk ikut serta dalam pelaksanaan TIFF nanti.

Dalam kesempatan itu, rombongan juga menyaksikan tayangan video selayang pandang Kota Tomohon dengan semua potensi pariwisata dan keunggulannya.

Sekretaris Dinas Pariwisata Wulan E Roeroe bersama Kabid Pengembangan Destinasi Pariwisata Chrisnaldus Roring turut menyampaikan materi seputar kepariwisataan dan sarana prasana penunjang kepariwisataan di Tomohon yang memadai.

Di akhir kegiatan dilakukan pertukaran cinderamata oleh Pemkot Tomohon dan Anggota DPRD Komisi III Cirebon.

Editor : Christo Senduk

Bagikan !

Zona Bolmong Raya

Kinerja menurun, Kepala Inspektorat Bolmong diganti

Tahlis: Tindak lanjut temuan BPK baru 54 persen

Bagikan !

Published

on

BOLMONG, ZONAUTARA.com—Bupati Bolaang Mongondow (Bolmong) Yasti Soepredjo Mokoagow kembali menunjuk Rio Lombone sebagai pelaksana tugas (Plt) Kepala Inspektorat Bolmong menggantikan Leksi Paputungan.
Rio saat ini menjabat Kepala Badan Keuangan Daerah (BKD) Bolmong definitif.

Penunjukkan Rio berdasarkan surat keputusan Bupati nomor 800/B 03/BKPP/25 tertanggal 16 Januari 2020 yang diserahkan langsung Sekretaris Daerah (Sekda), Tahlis Gallang di ruang kerja sekda, Jumat (17/1/2020).

Menurut Sekda, penunjukkan Rio sebagai Plt kepala Inspektorat tidak dilakukan bersamaan dengan rolling jabatan struktural eselon II, III dan IV beberapa waktu lalu karena memang tugas kepala BKD saat itu masih cukup berat. Terkait penyelesaian asset daerah. “Tapi saat ini, persoalan asset sudah membaik. Sehingga pekerjaannya pun agak ringan,” kata Tahlis saat ditemui di ruang kerjanya, usai penyerahan SK.

Di sisi lain, Inspektorat juga membutuhkan figur yang mampu mengatur serta menjadi motor penggerak. Karena menurut Tahlis, selain persoalan asset, masalah terbesar kedua di Bolmong saat ini adalah tindak lanjut hasil temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dari tahun-tahun sebelumnya yang masih kurang. “Iya, baru sekitar 54 persen. Sehingga Rio kembali ditempatkan di inspektorat untuk mensupport manajemen. Untuk membantu memecahkan persoalan di inspektorat,” terang Sekda.

Posisi Plt kepala Inspektorat sempat dipercayakan kepada sekretaris inspektorat, Leksi Paputungan. Yang sebelumnya memang dijabat Rio Lombone. Tapi, dari hasil evaluasi justru tidak ada nilai tambah bahkan menurun. “Sejak ditinggal Rio Lombone menjabat kepala BKD, justru performa dari inspektorat menurun,” sentil Tahlis.

Sementara, Pemkab bolmong menargetkan sesuai kesepakatan dengan BPK melalui MoU itu bahwa tindak lanjut temuan harus minimal 80 persen. Batas waktunya Desember 2019 lalu.
Tapi justru hanya bertengger pada posisi 54 persen.

Padahal, awal Februari 2020, BPK-RI perwakilan Sulawesi Utara akan kembali masuk ke Bolmong untuk melakukan pra audit.

“Makanya ini akan dipresure terus sebelum BPK masuk awal Februari. Paling tidak, hingga Maret kita bisa menyelesaikan sampai 70 persen. Dan itu yang menjadi tugas Rio Lombone. Karena April sudah masuk pada audit rinci,” tandas Sekda Tahlis.(ite)

Bagikan !
Continue Reading

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com