Connect with us

ZONA DAERAH

Tomohon masuk gerakan 100 Smart City, Eman apresiasi Kemenkominfo

Published

on

JAKARTA, ZONAUTARA.com Tomohon merupakan satu di antara 100 kabupaten/kota yang terpilih dalam gerakan 100 Smart City. Dalam rangkaian program tersebut, Tomohon mengikuti Exhibition, Evaluation and Presidential Lecture Gerakan Menuju 100 Smart City, yang berlangsung 4-6 November 2019, di Balai Sudirman Jakarta.

Menteri Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia Johnny G. Plate dalam sambutannya mengatakan, Pemerintah Pusat mendukung secara maksimal dengan segala sumber daya yang dimiliki untuk mewujudkan Smart City di Indonesia

“Kondisi masyarakat dunia semakin dinamis dengan situasi ekonomi global, perang dagang, potensi resesi ekonomi dunia di beberapa negara seperti Jerman, Chili, Turki dan lain-lain menjadi isu yang harus kita jawab ke depan,” ujar Plate, Rabu (6/11/2019).

Plate menuturkan, hal itu perlu dukungan kesatuan, solidaritas antara kementerian dan 100 kota Smart City, guna mendukung terwujudnya masterplan, sebagai panduan penggunaan teknologi digital untuk pelayanan publik.

“Terlebih pada 2045, ada sekitar 240 juta jiwa akan tinggal di kawasan perkotaan yang menuntut kemudahan layanan untuk mendukung kegiatannya,” tuturnya. 

Menkominfo juga sempat mengunjungi stand pameran Kota Tomohon, sekaligus berdialog bersama Wali Kota Tomohon Jimmy F Eman, yang didampingi Kepala Dinas Kominfo J S T Pandeiroth.

“Kami mengapresiasi Kementerian Kominfo yang telah memilih Tomohon masuk dalam gerakan 100 Smart City. Kami mendukung sepenuhnya pelaksanaan kegiatan Kementerian Kominfo. Kami juga memberikan apresiasi yang tinggi atas peran serta Dinas Kominfo Tomohon yang telah membawa Kota Tomohon dalam 100 Smart City di Indonesia,” pungkas Eman.

Editor : Christo Senduk

Bagikan !
Hosting Unlimited Indonesia

HEADLINE

Lesung Mahatus narasikan kembali “I Yayat U Santi” lewat pertunjukan

Kanal lain yang disajikan adalah produk inovasi Tou House.

Bagikan !

Published

on

Salah satu adegan dalam pertunjukan I Yayat U Santi garapan Lesung Mahatus. (Foto: Zonautara.com/Ronny Adolof Buol)

TOMOHON, ZONAUTARA.com – Mendung membayangi Kota Tomohon saat para pelaku kreatif bersiap mementaskan pertunjukan bertajuk, “I Yayat U Santi: The Story of Minahasa’s Higland Warrior, Sabtu (2/11/2019) sore menjelang malam, akhir pekan lalu.

Pertunjukan itu digelar di Amphitheater Woloan, di kaki gunung api Lokon yang punya panorama indah, bagian dari bentangan alam Minahasa. Sebuah wilayah yang didiami etnis Minahasa dengan sembilan sub etnisnya.

Ini adalah produksi garapan komunitas Lesung Mahatus yang disokong oleh program Inovatif dan Kreatif melalui Kolaborasi Nusantara (IKKON) Badan ekonomi Kreatif (Bekraf).

Setelah melalui proses riset, pengembangan desain, dan purwarupa, tim IKKON yang berkolaborasi dengan pelaku kreatif lokal di Tomohon, menelurkan dua kanal produk. Selain pertunjukan I Yayat U Santi, kanal produk satunya lagi adalah Tou House, rumah kayu mini yang dikembangkan dari rumah adat Minahasa.

I Yayat U Santi sendiri adalah pembacaan ulang legenda Waraney Minahasa Kuno. Para Waraney diyakini sebagai pejuang gunung yang bertugas melindungi suku Minahasa dari segala ancaman luar.

Pertunjukan yang disajikan di hadapan ratusan penonton itu, termasuk Walikota Tomohon Jimmy Eman dan Wakil Walikota Tomohon Syerly Sompotan, menyajikan tiga babak yang menggabungkan seni tari, paduan suara dan film.

Nuansa etnik magis melalui pendekatan kotemporer mampu menghipnotis penonton. Sang sutradara dan kareografer pertunjukkan, Otniel Tasman berhasil menginterprestasi karakter waraney dalam tari Kawasaran dan nyanyian paduan gereja, sebagai simbol negosiasi budaya kekinian.

Walikota Tomohon Jimmy Eman menyatakan gembira dengan produksi IKKON sore itu.

“Tomohon punya banyak potensi budaya dan tradisi. Tradisi dan budaya seperti ini sudah ada sejak jaman dulu. Tinggal bagaimana kita bisa mendorong ini memberi manfaat luas bagi masyarakat Tomohon saat ini,” kata Eman.

Baca juga: Eman janji sokong tayapu hat dan mahwali scarf

Sementara itu, Direktur Pegembangan Pasar dalam Negeri Bekraf, Yuana Rocham Astuti menyebutkan bahwa Tomohon punya potensi pelaku kreatif yang bisa didorong untuk menghasilkan produk-produk kreatif yang menjual.

“Saat ini sudah ada direct flight dari Cina ke Sulut melalui bandara Sam Ratulangi Manado. Ini bisa dimanfaatkan para pelaku kreatif seni pertunjukan, untuk memproduksi sajian bagi wisatawan,” kata Yuana.

Liat juga: Foto menikmati suasana etnis magis di Amphitheater Tomohon

Beberapa penonton yang datang dari Manado, mengaku kagum dengan pertunjukkan yang digarap IKKON. Menurut mereka, ini pertama kalinya mereka melihat garapan kolaboratif yang memadukan unsur budaya dan religi.

Walikota Tomohon, Eman juga berpesan, para pelaku kreatif pertunjukkan sebisanya menyisipkan unsur pesan religi dalam setiap pentas.

“Tomohon itu dikenal sebagai kota religius,” kata Eman.

Penonton yang datang di Amphitheater sore kemarin tak hanya disuguhkan dengan pertunjukan yang memukau, tapi juga disajikan produk pameran Tou House. IKKON lewat kolaborasi para pengrajin menelurkan karya inovatif rumah adat Minahasa.

Woloan di Tomohon, selama ini dikenal sebagai sentra industri rumah adat Minahasa, yang terbuat dari kayu berbentuk panggung. Konstruksi rumah kayu ini terkenal karena sistem knock-down (bongkar pasang). Kendati saat ini industri rumah panggung Woloan menghadapi kesulitan pasokan bahan baku kayu, namun produknya sudah diekspor ke beberapa negara.

Editor: Ronny Adolof Buol

Bagikan !
Hosting Unlimited Indonesia
Continue Reading
Advertisement

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com