Connect with us

Lingkungan dan Konservasi

BP2LHK Manado beri pendidikan konservasi Anoa bagi pelajar di Bolmong

Published

on

BOLMONG, ZONAUTARA.comSetelah mendapatkan pembinaan Pusat Unggulan Iptek (PUI) pada 2018 lalu, salah satu upaya yang dilakukan Balai Penelitian dan Pengembangan Lingkungan Hidup dan Kehutanan (BP2LHK) Manado dalam upaya peningkatan kapasitas lembaga adalah dengan melakukan penguatan kapasitas diseminasi (disseminating capacity).

Kali ini, melalui Anoa Breeding Centre (ABC), BP2LHK Manado bekerjasama dengan PT. J-Resources Bolaang Mongondow (JRBM) menggelar kegiatan penguatan kapasitas diseminasi kepada pengguna.

Pendidikan konservasi bertajuk “Anoa School Outreach” tersebut digelar di SMP Satap Lolayan dan SMP Negeri 2 Lolayan Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong), Senin (11/11/2019).

Kemudian dilanjutkan di SMP Tobayagan, Kecamatan Pinolosian Tengah, Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel), Selasa (12/11/2019).

ABC merupakan kerjasama antara BP2LHK Manado dengan BKSDA Sulawesi Utara. Salah satu program andalan ABC dan secara turin dilakukan adalah pendidikan konservasi anoa.

Kepala BP2LHK Manado Mochlis saat memberi sambutan menjelaskan, tujuan kegiatan, yakni memperkenalkan lebih detail dan mendalam lagi tentang satwa endemik Sulawesi yang saat ini terancam punah yakni Anoa.

Sehingga, diharapkan para generasi muda tahu lebih banyak lagi, bahkan bangga karena memiliki satwa endemik yang tidak ditemui di daerah lain.

“Anoa hanya ada di Sulawesi. Sehingga kita khususnya generasi mudah patut berbangga,” kata Mochlis.

Lebih lanjut, data dari lembaga konservasi internasional menyebutkan saat ini populasi anoa yang hidup di alam tidak lebih dari 2500. Angka yang sangat memperihatinkan.

Sehingga itu, dengan kegiatan ini diharapkan lebih menumbuhkan kecintaan terhadap Anoa.

Serta, turut melestarikan dan menjaga habitatnya. Diharapkan juga, pelajar yang mengikuti kegiatan ini dapat perperan dalam mensosialisasikan terkait keberadaan anoa.

“Saat ini, BP2LHK Manado memiliki 10 ekor anoa. Tujuh ekor Anoa didapat dari hasil sitaan oleh BKSDA Sulut. Dan sudah ada tiga bayi anoa yang dihasilkan lewat proses perkawinan secara alami. Jadi yang ingin melihat langsung silakan datang ke Manado,” tambah Mochlis.

Pada kesempatan yang sama, perwakilan PT. JRBM, Rudy Rumengan yang ikut hadir dalam kegiatan tersebut mengungkapkan, bahwa perusahaan sangat mendukung upaya konservasi anoa.

Sehingga itu, selain beroperasi dan menjankan program Cooperative Social Responsibly (CSR) dibidang kemasyarakatan, insfrastruktur, serta pendidikan khususnya di desa-desa lingkar tambang, sejak 2018 PT JRBM juga mensupport upaya-upaya konservasi yang dilakukan BP2LHK.

“Dalam beroperasi, kita ada larangan untuk tidak menganggu flora dan fauna terutama yang dilindungi. Contohnya, yang sering ditemui di area perusahaan adalah satwa Yaki. Itu tidak boleh diganggu. Kalau anoa pernah ditemui oleh tim kami di kawasan Tobayagan yang juga masih masuk wilayah konsesi PT JRBM,” ungkap Rudy.

Sementara itu, Peneliti di ABC BP2LHK Manado Rahma Suryaningsih mengatakan, tujuan kegiatan konservasi ini untuk meyebarluaskan informasi konservasi sejak usia dini kepada masyarakat khususnya anak usia sekolah.

“Selain program penelitian dan pengembangan salah satu program ABC adalah menyebarluaskan informasi konservasi kepada masyarakat. Karena semakin masyarakat mengenal anoa diharapkan masyarakat dapat turut serta melestarikan dengan menjaga kawasan hutan dimana anoa tinggal,” ungkap Rahma.

Senada dikatakan drh. Adven T.A.J Simamora salah satu tim ABC BP2LHK Manado yang memberikan materi mengungkapkan, bahwa BP2LHK Manado melalui ABC sangat gembira dapat berbagi informasi kepada siswa sekolah yang nantinya bisa menjadi kader konservasi ini.

“Kami sangat senang bisa berbagi ilmu tentang konservasi kepada adik-adik ini, karena merekalah yang akan menjadi pelaku konservasi di masa mendatang,” kata Adven yang juga aktif sebagai dokter hewan di ABC BP2LHK Manado.

Adven juga menambahkan, sesuai dengan slogan ABC, yaitu Kampus Kreatif Sahabat Rakyat, BP2LHK Manado menyambut baik kegiatan edukasi lapangan ini karena sekarang ini salah satu kegiatan di ABC adalah pendidikan konservasi.

Sementara itu, Kepala SMPN 2 Lolayan, Ameriatin Bakung melalui wakil Kepsek bidang akademik Suryadi Mokolintad mengatakan, pihaknya sangat menyambut baik kegiatan tersebut.

Menurut Suryadi, pengenalan satwa endemik Sulawesi yang terancam punah itu penting dilakukan secara dini dan berkelanjutan. Sehingga itu, dirinya mengaku bangga karena telah memilih sekolah di Lolayan untuk sosialisasi.

“Ini merupakan suatu kebanggaan bagi kami. Kami sangat bersyukur dan berterima kasih atas pelaksanaan sosialisasi ini,” sahut Suryadi.

Diketahui, seperti pada tahun sebelumnya, kegiatan pendidikan konservasi kali ini mendapatkan sambutan yang sangat baik dari peserta.

Hal itu terlihat dari cukup tingginya antusiasme siswa untuk bertanya seputar anoa yang merupakan hewan khas Sulawesi yang dilindungi.

Kegiatan di dua sekolah ini diakhiri dengan foto bersama, pembagian stiker konservasi sebagai souvenir dan penyerahan papan edukasi anoa oleh ABC BP2LHK Manado kepada perwakilan sekolah.

Editor : Christo Senduk

Bagikan !
Hosting Unlimited Indonesia

Lingkungan dan Konservasi

Startup asal Manado ini siap ubah sampah jadi energi

Kamira Energi raih kategori The Best Team dan Juara 3 pada Startup Competition PGN 2019.

Bagikan !

Published

on

MANADO, ZONAUTARA.com – Rasa bangga dirasakan oleh tim pengembang startup asal Manado, Kamira Energy saat meraih The Best Team dan Juara 3 pada Startup Competition 2019, yang digelar oleh Perusahaan Gas Negara (PGN).

“Ini prestasi diluar target, sebab kami berangkat dengan persiapan yang minim. Sewaktu pemberitahuan datang, beberapa anggota tim sibuk dengan berbagai event,” jelas CEO Kamira Energy, Daniel Wurangian, Jumat (6/12/2019).

Startup Competition sendiri diikuti oleh 10 finalis yang diseleksi dari 131 peserta yang mendaftar se-Indonesia.

“Menjadi sepuluh besar nasional saja kami sudah sangat bangga, apalagi tahu bahwa kami adalah satu-satunya tim yang berasal dari luar pulau Jawa dan Bali,” kata Daniel.

PGN yang merupakan anak perusahan Pertamina menggelar Startup Competition 2019 dengan tujuan mendapatkan kontribusi inovasi yang segar di bidang energi terbarukan. Harapannya adalah memberi dampak bagi kemandirian energi di Indonesia.

Kamira Energy yang beranggotakan Daniel Wurangian, Rivaldo Lasut, Leyne Sagay dan Eko Suprianto fokus pada isu sampah plastik.

Catatan Kamira Energy, saban hari ada 400 ton sampah yang dibuang di Manado. Dari jumlah itu, sebanyak 15% merupakan sampah plastik. Ditambah dengan perilaku warga yang masih belum peduli dengan penanganan sampah, maka persoalan ini akan terus menjadi masalah.

“Saat ini memang sudah banyak kegiatan bersih-bersih pantai atau sungai. Tapi warga hanya menjadi penonton. Sementara sampah yang dikumpulkan dikirim ke tempat pembuangan akhir, padahal di sana juga banyak masalah,” kata Community Manager Kamira Energy, Leyne Sagay.

Kamira Energy punya program mengedukasi warga agar bijak memilah sampah sejak dari rumah. Sampah yang dipilah bisa dimanfaatkan menjadi sumberdaya baru.

Sebuah aplikasi mobile disiapkan oleh Kamira Energy. Warga yang telah memilah sampah, bisa memanggil riders, semacam ojek online lewat aplikasi itu. Sampah kemudian dijemput dan akan diolah menjadi bahan bakar minyak solar. Alatnya bernama Plastminator Kamira.

“Alat ini menggunakan sistem pirolisis, katalis, memisahkan asam dan destilasi sehingga menjadi minyak solar. Solar yang dihasilkan setara dengan solar yang ada di pasaran dengan kandungan sulfur dan emisi yang rendah,” jelas Daniel.

Dengan sistem yang dibangun, Kamira Energy ingin memberi kontribusi bagi kebutuhan energi ramah lingkungan sembari ikut menangani persoalan sampah di Sulawesi Utara.

Konsep yang ditawarkan oleh startup asal Manado inilah yang kemudian menarik buat juri dalam Startup Competition PGN 2019.

“Kami harus melewati bootcamp selama 3 hari di Bogor, dan mengadu ide pada Pitching Day di Jakarta pada 29 November 2019 lalu. Para juri datang dari pelaku startup dan venture capita besar di Indonesia. Kami merasakan tekanan yang besar. Bersyukur bisa meraih hasil terbaik,” kata Leyne.

Editor: Ronny Adolof Buol

Bagikan !
Hosting Unlimited Indonesia
Continue Reading
Advertisement

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com