Connect with us

KABAR SULUT

Pasang plang sembarangan, Legislator Sulut bakal tuntut Maybank

Published

on

Wenny Lumentut saat diwawancarai wartawan di depan pagar yang dipasangi plang. (Foto: zonautara.com)

MANADO, ZONAUTARA.com – Wakil Ketua Komisi I DPRD Sulawesi Utara (Sulut) Wenny Lumentut mengaku geram karena Maybank Cabang Manado memasang plang di lahannya tepatnya di Jalan Tikala Ares.

Plang yang dipasang bertuliskan “Tanah dan bangunan dalam pengawasan Maybank”.

Plang tersebut dipasang di pagar depan dan tembok samping.

Plang menggunakan cat semprot warna merah. Aksi itu diduga dilakukan pada Kamis (21/11/2019) malam dan terekam CCTV.

Dalam CCTV itu, terlihat beberapa orang memasang plang tersebut saat keadaan di lokasi tersebut sedang sepi. Diduga dari pihak Mybank.

Wenny Lumentut mengatakan, tindakan Maybank dilakukan sewenang-wenang dan merupakan pelecahan kepada dirinya.

Lumentut menegaskan, dirinya telah menyiapkan langkah hukum terhadap bank asal Malaysia tersebut.

“Saya sebagai pemilik sah merasa keberatan dan merasa dirugikan. Tanah ini saya beli, dan sudah beberapa kali dilakukan pengecekan di BPN dan dibalik nama dengan nama saya, tidak ada masalah,” katanya kepada sejumlah wartawan di lokasi tanahnya, kompleks Jalan Tikala Ares, Jumat (22/11/2019).

Mantan Wakil Ketua DPRD Sulut itu menegaskan, pihak Mybank telah melecehkan kredibilitas dirinya di hadapan masyarakat.

“Saya sebagai rakyat biasa maupun Anggota DPRD merasa sudah terganggu dengan ulah Maybank,” tegasnya.

Lumentut juga menuturkan, bahwa dirinya akan menuntut pihak Maybank.

“Dengan kerugian seminimal-minimalnya Rp25 miliar. Karena ini sudah merugikan nama baik saya, saya akan tuntut, Sabtu (23/11/2019) atau Senin (25/11/2019) saya akan daftarkan di pengadilan atas tindakan sewenang-wenang ini. Bank seperti ini tidak ada sopan santun, bank apa model begini tanpa prosedur langsung membuat seperti ini (pasang plang),” ujarnya dengan nada tinggi.

Dia mengatakan, dirinya tidak akan mundur dengan kasus ini.

“Siapapun di dalamnya (Maybank), saya tidak akan mundur. Kalau perlu saya akan lapor kepada Menteri Keuangan cara kerja model begini, saya akan tuntut secara perdata,” sebutnya.

Guna mendapatkan penjelasan terkait dipasangnya plang tersebut, sejumlah wartawan menyambangi Kantor Maybank di kawasan Megamas Manado.

Tampak aktivitas di kantor itu tidak terlalu ramai pada pukul 09.40 Wita.

Salah satu petugas keamanan (security) yang berdiri tepat di depan pintu masuk langsung menanyakan kehadiran sejumlah wartawan.

“Mau apa, Ibu?” tanya security yang di seragamnya bertuliskan nama Abdul Rahman itu.

Saat dijelaskan untuk mengonfirmasi soal dipasangnya plang di tanah milik Wenny Lumentut di Jalan Tikala Ares, security tersebut langsung mengerti maksud para wartawan.

Dia langsung mempersilahkan para wartawan untuk duduk.

“Silahkan duduk, tapi jangan buat gaduh,” kata dia.

Kemudian security itu langsung masuk ke ruangan di dalam kantor untuk menyampaikan maksud para wartawan.

Namun, hingga kurang lebih 30 menit menunggu, rupanya pihak Mybank tidak mau memberikan penjelasan terkait dipasangnya plang tersebut.

Informasi yang didapat, Jumat sore, beberapa orang dari pihak bank turun ke lokasi atau di tanah milik Wenny Lumentut. Di sana mereka kemudian menghapus plang yang dipasang. (K-02)

Editor : Christo Senduk

Bagikan !

ZONA DAERAH

Target diserahkan 31 Januari, penyusunan LKPD dikebut

Published

on

Wali Kota Tomohon Jimmy F Eman. (Foto: Istimewa)

TOMOHON, ZONAUTARA.com – Wali Kota Tomohon Jimmy Feidie Eman menegaskan, pihaknya akan mengupayakan Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) dari Pemerintah Kota (Pemkot) Tomohon diserahkan pada akhir Januari 2020 mendatang.

Jika terlaksana sesuai dengan target tersebut, Kota Tomohon pun akan menjadi yang pertama di Sulawesi Utara (Sulut) yang memasukan LKPD dan yang kedua di Indonesia setelah Kabupaten Musi Banyuasin.

“Di tahun-tahun sebelumnya penyerahan buku LKPD ini biasanya paling lambat diserahkan pada bulan Maret. Di tahun 2020 ini, Pemerintah Kota menjadi terobosan, bahwa kita akan pertama di Sulut menyerahkan LKPD di 31 Januari dan kedua tercepat di Indonesia,” ujar Eman beberapa waktu lalu.

Menurut Eman, penyerahan LKPD di akhr Januari ini tujuannya bukan untuk menjadi yang tercepat, melainkan sebagai bagian dari pemantauan pengelolaan keuangan dan kinerja.

“Targetnya bukan menjadi yang tercepat, tapi sebenarnya kita terus meningkatkan diri dalam rangkaian bagaimana laporan keuangan dan kinerja Pemerintah Kota Tomohon ini terus dipantau dan dievaluasi,” ungkap Eman.

Dia menegaskan, Perangkat Daerah di jajaran Pemkot Tomohon saat ini sedang dalam tahapan perampungan sebelum nantinya diserahkan kepada Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

Kepala BPKPD Gerardus Mogi. (Foto: zonautara.com)

Sementara itu, Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Pendapatan Daerah (BPKPD) Gerardus Mogi menjelaskan, dari 34 Perangkat Daerah ditambah 9 bagian yang ada di jajaran Pemkot Tomohon, hanya tertinggal 3 Perangkat Daerah yang sementara dirampungkan penginputan data-data asetnya.

“Ketiga Perangkat Daerah tersebut adalah PUPR, Dinkes dan Dikbud. Sementara, untuk 2 Kecamatan, yaitu Kecamatan Tomohon Timur dan Tomohon Utara masih belum menginput data, sedangkan Kecamatan Tomohon Selatan hampir selesai,” kata Mogi, Rabu (22/1/2020).

Menurut Mogi, dasar penyusunan LKPD adalah laporan keuangan dari setiap Perangkat Daerah dan saat ini juga Inspektorat sementara melakukan review bagi setiap Perangkat Daerah yang laporan keuangannya sudah selesai dilaksanakan.

“Sejak tanggal 13 Januari itu dimulai dengan rekonsiliasi data Perangkat Daerah dengan Bidang Akutansi untuk posisi KAS (saldo akhir). Juga, rekonsiliasi data Aset dengan Bidang BMD untuk menghitung nilai Aset, akumulasi penyusutan Aset dan total pengadaan di tahun 2019,” pungkas Mogi.

Editor : Christo Senduk

Bagikan !
Continue Reading
WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com