Connect with us

Sosial Kemasyarakatan

Petugas temukan uang Rp 194,5 juta dari hasil mengemis seorang kakek

Ini untuk kedua kalinya dia terjaring petugas.

Bagikan !

Published

on

Ilustrasi pengemis (Pixabay.com)

ZONAUTARA.com – Petugas Suku Dinas sosial Kota Administrasi Jakarta Selatan menemukan uang sejumlah Rp 194,5 juta dari seorang pengemis yang terjaring razia Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS).

“Kami melakukan razia PMKS di sejumlah titik, kami menjangkau sembilan orang PMKS salah satunya kakek Mukhlis ini,” kata Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Suku Dinas Sosial Kota Administrasi Jakarta Selatan, Mursidin.

Mukhlis yang berusia 65 tahun ini telah dua kali diciduk petugas. Pada 2017, petugas juga menemukan uang hasil mengemis sebesar Rp 90 juta dari tangan Mukhlis.

Saat hendak ditangkap petugas, Muklis berusaha kabur hingga masuk ke dalam sebuah bank.

“Saat akan diamankan, kakek ini berusaha menghindari petugas,” katanya.

Setelah dilakukan koordinasi dengan pihak bank, kakek tersebut diamankan petugas untuk dibawa ke panti sosial.

Mukhlis ke mana-mana selalu membawa tas ransel setiap mengemis di wilayah Gandari. Uang senilai Rp 194,5 juta tersebut disimpan dalam tas ranselnya.

“Kali ini kita tetap akan kirim kakek Mukhlis ke panti sosial untuk dilakukan pembinaan sesuai peraturan yang ada,” kata Mursidin

Bagikan !
Advertisement
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Sosial Kemasyarakatan

Imbauan MUI soal Salat Idulfitri di tengah pandemi covid-19

Salat Idulfitri dapat dilaksanakan di rumah.

Bagikan !

Published

on

Ilustras menara masjid. (Foto: Zonautara.com/Ronny A. Buol)

ZONAUTARA.COM – Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengeluarkan Fatwa Nomor 28 Tahun 2020 tentang Panduan Kaifiat Takbir dan Salat Idulfitri saat Pandemi.

Dalam fatwa itu, MUI mengimbau soal pelaksanaan salat Idulfitri di tengah pandemi covid-19 yang masih terus berlangsung. Umat Islam di Indonesia yang berada di kawasan episentrum covid-19 atau zona merah dapat melaksanakan salat Idulfitri di rumah.

Sekretaris Komisi Fatwa MUI Asrorun Niam Sholeh menjelaskan, di manapun lokasi salat Idulfitri nanti, masyarakat harus tetap melaksanakan protokol kesehatan dan mencegah terjadinya penularan virus korona.

“Fatwa ini agar dapat dijadikan pedoman pelaksanaan ibadah Idul Fitri dalam rangka mewujudkan ketaatan pada Allah SWT sekaligus menjaga kesehatan dan berkontribusi dalam memutus mata rantai penularan Covid-19,” ujar Asrorun, Rabu (13/5/2020).

Dokumen lengkap tentang fatwa MUI ini dapat dibaca pada link ini.

Secara umum, fatwa ini memiliki pertimbangan bahwa salat Idulfitri merupakan ibadah yang menjadi salah satu syiar Islam dan simbol kemenangan dari menahan nafsu selama bulan Ramadan.

Salat Idulfitri boleh dilaksanakan di rumah secara berjamaah atau sendiri, terutama untuk warga di kawasan penyebaran Covid-19 yang belum terkendali.

Jika umat Islam berada di kawasan terkendali atau bebas Covid-19, salat Idulfitri berjamaah bisa dilakukan seperti biasa

Bagikan !
Continue Reading
Klik untuk melihat visualisasinya

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com