Connect with us

ZONAPEDIA

Kota-kota Indonesia yang bisa melihat Gerhana Matahari Cincin tanggal 26 Desember 2019

Gerhana ini akan berulang hampir setiap 18 tahun 11 hari 8 jam.

Bagikan !

Published

on

zonautara.com

ZONAUTARA.com – Gerhana Matahari Cincin yang terjadi pada tanggal 26 Desember 2019 dapat diprediksi keberulangannya secara global. Gerhana yang dikelompokkan ke dalam suatu kelompok yang disebut siklus Saros tertentu akan berulang hampir setiap 18 tahun 11 hari 8 jam.

Dua gerhana berdekatan dalam satu siklus Saros yang sama, konfigurasi posisi Matahari, Bulan, dan Buminya akan hampir sama. Karena itu pola peta gerhana global kedua gerhana tersebut akan mirip, meskipun lokasi visibilitas gerhananya berbeda. Sebagai contoh GMC 26 Desember 2019 ini merupakan anggota ke 46 dari 71 anggota pada siklus Saros 132.

zonautara.com
Fenomena Gerhana Matahari Cincin.(Image: BMKG)

Gerhana Matahari sebelumnya yang berasosiasi dengan gerhana ini adalah GMC 14 Desember 2001. Adapun gerhana yang akan datang yang berasosiasi dengan gerhana ini adalah GMC 5 Januari 2038. Meskipun peristiwa GMC di suatu lokasi dapat diprediksi dengan baik, peristiwa tersebut tidak berulang di lokasi tersebut dengan siklus tertentu.

GMC sebelumnya yang dapat diamati di Indonesia adalah GMC 22 Agustus 1998, yang jalur cincinnya melewati Sumatera bagian Utara dan Kalimantan bagian Utara, dan GMC 26 Januari 2009 yang jalur cincinnya melewati Sumatera bagian Selatan dan Kalimantan.

Adapun GMC yang akan datang yang dapat diamati di Indonesia adalah GMC 21 Mei 2031, yang jalur cincinnya melewati Kalimantan, Sulawesi, dan Maluku, serta GMC 14 Oktober 2042 yang jalur cincinnya melewati Kalimantan, Sulawesi, dan Nusa Tenggara Timur.

zonautara.com
Peta lintasan Gerhana Matahari Cincin 26 Desember 2019 di dunia.(Image: BMKG)

Kota-kota Indonesia yang bisa melihat Gerhana Matahari Cincin tanggal 26 Desember 2019, yaitu:

  • Aceh. Di provinsi ini, terdapat dua pusat kota yang terlewati jalur cincin, yaitu Sinabang dengan durasi cincin selama 3 menit 16,0 detik dan di Singkil dengan durasi cincin selama 2 menit 15,7 detik. Magnitudo gerhana di masing-masing kota tersebut adalah 0,979 dan 0,973. Sementara itu, di kota-kota lainnya gerhananya akan teramati berupa Gerhana Matahari Sebagian dengan magnitudo gerhana terentang antara 0,961 di Subulussalam hingga 0,895 di Sabang. Gerhana di Aceh akan dimulai pada pukul 10.07 WIB, puncak gerhana terjadi pada pukul 11.55 WIB, dan gerhana akan berakhir pada pukul 13.55 WIB. Durasi gerhana yang teramati di Aceh rata-rata adalah 3 jam 48 menit.
  • Sumatera Utara. Di provinsi ini, terdapat tujuh pusat kota yang terlewati jalur cincin, yaitu Sibolga dengan durasi cincin selama 3 menit 31,2 detik dan magnitudo gerhana sebesar 0,981, Pandan selama 3 menit 35,2 detik dengan magnitudo 0,983, Tarutung selama 2 menit 3,7 detik dengan magnitudo 0,973, Padang Sidempuan selama 3 menit 31,6 detik dengan magnitudo 0,982, Sipirok selama 3 menit 37,9 detik dengan magnitudo 0,985, Gunung Tua selama 3 menit 36,9 detik dengan magnitudo 0,983, dan Sibuhuan selama 2 menit 41,8 detik dengan magnitudo 0,975. Sementara itu, di kota-kota lainnya gerhananya akan teramati berupa Gerhana Matahari Sebagian dengan magnitudo gerhana terentang antara 0,970 di Lotu dan Kota Pinang hingga 0,929 di Stabat. Gerhana di Sumatera Utara akan dimulai pada pukul 10.13 WIB, puncak gerhana terjadi pada pukul 12.04 WIB, dan gerhana akan berakhir pada pukul 14.03 WIB. Durasi gerhana yang teramati di Sumatera Utara rata-rata adalah 3 jam 50 menit.
  • Sumatera Barat. Gerhana yang teramati dari Sumatera Barat berupa Gerhana Matahari Sebagian dengan magnitudo gerhana terentang antara 0,952 di Lubuk Sikaping hingga 0,888 di Tua Pejat. Gerhana di Sumatera Barat akan dimulai pada pukul 10.19 WIB, puncak gerhana terjadi pada pukul 12.11 WIB, dan gerhana akan berakhir pada pukul 14.08 WIB. Durasi gerhana yang teramati di Sumatera Barat rata-rata adalah 3 jam 49 menit.
  • Riau. Di provinsi ini, terdapat lima pusat kota yang terlewati jalur cincin, yaitu Pasir Pengaraian dengan durasi cincin selama 2 menit 24,0 detik dan magnitudo gerhana sebesar 0,974, Dumai selama 1 menit 40,9 detik dengan magnitudo 0,972, Bengkalis selama 2 menit 3,1 detik dengan magnitudo 0,973, Siak Sri Indrapura selama 3 menit 17,4 detik dengan magnitudo 0,979, dan Selat Panjang selama 3 menit 38,9 detik dengan magnitudo 0,984. Sementara itu, di kota-kota lainnya gerhananya akan teramati berupa Gerhana Matahari Sebagian dengan magnitudo gerhana terentang antara 0,968 di Pekanbaru hingga 0,940 di Teluk Kuantan. Gerhana di Riau akan dimulai pada pukul 10.21 WIB, puncak gerhana terjadi pada pukul 12.15 WIB, dan gerhana akan berakhir pada pukul 14.12 WIB. Durasi gerhana yang teramati di Riau rata-rata adalah 3 jam 50 menit.
  • Bengkulu. Gerhana yang teramati dari Bengkulu berupa Gerhana Matahari Sebagian dengan magnitudo gerhana terentang antara 0,880 di Muko-muko hingga 0,824 di Bintuhan. Gerhana di Bengkulu akan dimulai pada pukul 10.27 WIB, puncak gerhana terjadi pada pukul 12.20 WIB, dan gerhana akan berakhir pada pukul 14.13 WIB. Durasi gerhana yang teramati di Bengkulu rata-rata adalah 3 jam 46 menit.
  • Jambi. Gerhana yang teramati dari Jambi berupa Gerhana Matahari Sebagian dengan magnitudo gerhana terentang antara 0,937 di Kuala Tungkal hingga 0,893 di Sarolangun. Gerhana di Jambi akan dimulai pada pukul 10.25 WIB, puncak gerhana terjadi pada pukul 12.20 WIB, dan gerhana akan berakhir pada pukul 14.15 WIB.
  • Kepulauan Riau. Di provinsi ini, terdapat empat pusat kota yang terlewati jalur cincin, yaitu Tanjung Pinang dengan durasi cincin selama 3 menit 36,5 detik dan magnitudo gerhana sebesar 0,982, Tanjung Balai Karimun selama 3 menit 31,9 detikdan magnitudo 0,981, Batam selama 3 menit 4,7 detik dan magnitudo 0,977, serta Bandar Seri Bentan selama 3 menit 8,0 detik dan magnitudo 0,977. Sementara itu, di kota-kota lainnya gerhananya akan teramati berupa Gerhana Matahari Sebagian dengan magnitudo gerhana 0,957 di Daik, 0,916 di Tarempa, dan 0,898 di Ranai. Gerhana di Kepulauan Riau akan dimulai pada pukul 10.30 WIB, puncak gerhana terjadi pada pukul 12.28 WIB, dan gerhana akan berakhir pada pukul 14.21 WIB. Durasi gerhana yang teramati di Kepulauan Riau rata-rata adalah 3 jam 50 menit.
  • Sumatera Selatan. Gerhana yang teramati dari Sumatera Selatan berupa Gerhana Matahari Sebagian dengan magnitudo gerhana terentang antara 0,882 di Rupit hingga 0,832 di Muara Dua. Gerhana di Sumatera Selatan akan dimulai pada pukul 10.30 WIB, puncak gerhana terjadi pada pukul 12.25 WIB, dan gerhana akan berakhir pada pukul 14.17 WIB. Durasi gerhana yang teramati di Sumatera Selatan rata-rata adalah 3 jam 47 menit.
  • Lampung. Gerhana yang teramati dari Lampung berupa Gerhana Matahari Sebagian dengan magnitudo gerhana terentang antara 0,853 di Wiraga Mulya hingga 0,799 di Kalianda. Gerhana di Lampung akan dimulai pada pukul 10.35 WIB, puncak gerhana terjadi pada pukul 12.29 WIB, dan gerhana akan berakhir pada pukul 14.19 WIB. Durasi gerhana yang teramati di Lampung rata-rata adalah 3 jam 44 menit.
  • Bangka Belitung. Gerhana yang teramati dari Bangka Belitung berupa Gerhana Matahari Sebagian dengan magnitudo gerhana terentang antara 0,910 di Sungailiat hingga 0,880 di Manggar. Gerhana di Bangka Belitung akan dimulai pada pukul 10.38 WIB, puncak gerhana terjadi pada pukul 12.30 WIB, dan gerhana akan berakhir pada pukul 14.24 WIB. Durasi gerhana yang teramati di Bangka Belitung rata-rata adalah 3 jam 46 menit.
  • Banten. Gerhana yang teramati dari Banten berupa Gerhana Matahari Sebagian dengan magnitudo gerhana terentang antara 0,791 di Cilegon hingga 0,781 di Rangkasbitung. Gerhana di Banten akan dimulai pada pukul 10.41 WIB, puncak gerhana terjadi pada pukul 12.34 WIB, dan gerhana akan berakhir pada pukul 14.22 WIB. Durasi gerhana yang teramati di Banten rata-rata adalah 3 jam 40 menit.
  • DKI Jakarta. Gerhana yang teramati dari DKI Jakarta berupa Gerhana Matahari Sebagian dengan magnitudo gerhana terentang antara 0,799 di Kepulauan Seribu hingga 0,784 di Jakarta Selatan. Gerhana di DKI Jakarta akan dimulai pada pukul 10.42 WIB, puncak gerhana terjadi pada pukul 12.36 WIB, dan gerhana akan berakhir pada pukul 14.23 WIB. Durasi gerhana yang teramati di DKI Jakarta rata-rata adalah 3 jam 41 menit.
  • Jawa Barat. Gerhana yang teramati dari Jawa Barat berupa Gerhana Matahari Sebagian dengan magnitudo gerhana terentang antara 0,784 di Bekasihingga 0,739 di Parigi. Gerhana di Jawa Barat akan dimulai pada pukul 10.46 WIB, puncak gerhana terjadi pada pukul 12.39 WIB, dan gerhana akan berakhir pada pukul 14.24 WIB. Durasi gerhana yang teramati di Jawa Barat rata-rata adalah 3 jam 38 menit.
  • Jawa Tengah. Gerhana yang teramati dari Jawa Tengah berupa Gerhana Matahari Sebagian dengan magnitudo gerhana terentang antara 0,766 di Jeparahingga 0,729 di Wonogiri. Gerhana di Jawa Tengah akan dimulai pada pukul 10.54 WIB, puncak gerhana terjadi pada pukul 12.47 WIB, dan gerhana akan berakhir pada pukul 14.29 WIB. Durasi gerhana yang teramati di Jawa Tengah rata-rata adalah 3 jam 35 menit.
  • D.I. Yogyakarta. Gerhana yang teramati dari D.I. Yogyakarta berupa Gerhana Matahari Sebagian dengan magnitudo gerhana terentang antara 0,734 di Sleman hingga 0,726 di Wonosari. Gerhana di D.I. Yogyakarta akan dimulai pada pukul 10.56 WIB, puncak gerhana terjadi pada pukul 12.47 WIB, dan gerhana akan berakhir pada pukul 14.28 WIB. Durasi gerhana yang teramati di D.I. Yogyakarta rata-rata adalah 3 jam 34 menit.
  • Jawa Timur. Gerhana yang teramati dari Jawa Timur berupa Gerhana Matahari Sebagian dengan magnitudo gerhana terentang antara 0,752 di Tuban hingga 0,702 di Banyuwangi. Gerhana di Jawa Timur akan dimulai pada pukul 11.03 WIB, puncak gerhana terjadi pada pukul 12.54 WIB, dan gerhana akan berakhir pada pukul 14.33 WIB. Durasi gerhana yang teramati di Jawa Timur rata-rata adalah 3 jam 29 menit.
  • Kalimantan Barat. Di provinsi ini, terdapat lima pusat kota yang terlewati jalur cincin, yaitu Mempawah dengan durasi cincin selama 1 menit 30,3 detik dan magnitudo gerhana sebesar 0,971, Singkawang selama 3 menit 37,9 detikdan magnitudo 0,983, Sambas selama 1 menit 39,0 detik dan magnitudo 0,971, Bengkayangselama 3 menit 38,8 detik dan magnitudo 0,984, serta Putussibau selama 2 menit 5,3 detik dan magnitudo 0,972. Sementara itu, di kotakota lainnya gerhananya akan teramati berupa Gerhana Matahari Sebagian dengan magnitudo gerhana terentang antara 0,969 di Ngabang hingga 0,906 di Ketapang. Gerhana di Kalimantan Barat akan dimulai pada pukul 10.48 WIB, puncak gerhana terjadi pada pukul 12.47 WIB, dan gerhana akan berakhir pada pukul 14.33 WIB. Durasi gerhana yang teramati di Kalimantan Barat rata-rata adalah 3 jam 45 menit.
  • Kalimantan Tengah. Gerhana yang teramati dari Kalimantan Tengah berupa Gerhana Matahari Sebagian dengan magnitudo gerhana terentang antara 0,920 di Purukcahu hingga 0,851 di Kuala Pembuang. Gerhana di Kalimantan Tengah akan dimulai pada pukul 11.01 WIB, puncak gerhana terjadi pada pukul 12.58 WIB, dan gerhana akan berakhir pada pukul 14.39 WIB. Durasi gerhana yang teramati di Kalimantan Tengah rata-rata adalah 3 jam 38 menit.
  • Kalimantan Selatan. Gerhana yang teramati dari Kalimantan Selatan berupa Gerhana Matahari Sebagian dengan magnitudo gerhana terentang antara 0,972 di Tanjung hingga 0,828 di Pelaihari. Gerhana di Kalimantan Selatan akan dimulai pada pukul 12.08 WITA, puncak gerhana terjadi pada pukul 14.03 WITA, dan gerhana akan berakhir pada pukul 15.41 WITA. Durasi gerhana yang teramati di Kalimantan Selatan rata-rata adalah 3 jam 33 menit.
  • Kalimantan Timur. Di provinsi ini, terdapat satu pusat kota yang terlewati jalur cincin, yaitu Tanjungredep dengan durasi cincin selama 3 menit 18,4 detik dan magnitudo gerhana sebesar 0,978. Sementara itu, di kota-kota lainnya gerhananya akan teramati berupa Gerhana Matahari Sebagian dengan magnitudo gerhana terentang antara 0,948 di Ujoh Bilang hingga 0,873 di Tanapaser. Gerhana di Kalimantan Timur akan dimulai pada pukul 12.12 WITA, puncak gerhana terjadi pada pukul 14.08 WITA, dan gerhana akan berakhir pada pukul 15.45 WITA. Durasi gerhana yang teramati di Kalimantan Timur rata-rata adalah 3 jam 33 menit.
  • Kalimantan Utara. Di provinsi ini, terdapat satu pusat kota yang terlewati jalur cincin, yaitu Tanjungselor dengan durasi cincin selama 1 menit 44,3 detik dan magnitudo gerhana sebesar 0,970. Sementara itu, di kota-kota lainnya gerhananya akan teramati berupa Gerhana Matahari Sebagian dengan magnitudo gerhana terentang antara 0,958 di Tarakan hingga 0,936 di Nunukan. Gerhana di Kalimantan Utara akan dimulai pada pukul 12.13 WITA, puncak gerhana terjadi pada pukul 14.10 WITA, dan gerhana akan berakhir pada pukul 15.47WITA. Durasi gerhana yang teramati di Kalimantan Utara rata-rata adalah 3 jam 33 menit.
  • Bali. Gerhana yang teramati dari Bali berupa Gerhana Matahari Sebagian dengan magnitudo gerhana terentang antara 0,700 di Singarajahingga 0,684 di Denpasar. Gerhana di Bali akan dimulai pada pukul 12.13 WITA, puncak gerhana terjadi pada pukul 14.02 WITA, dan gerhana akan berakhir pada pukul 15.36 WITA. Durasi gerhana yang teramati di Bali rata-rata adalah 3 jam 22 menit.
  • Nusa Tenggara Barat. Gerhana yang teramati dari Nusa Tenggara Barat berupa Gerhana Matahari Sebagian dengan magnitudo gerhana terentang antara 0,687 di Tanjunghingga 0,665 di Dompu, Woha, dan Bima. Gerhana di Nusa Tenggara Barat akan dimulai pada pukul 12.20 WITA, puncak gerhana terjadi pada pukul 14.07 WITA, dan gerhana akan berakhir pada pukul 15.38 WITA. Durasi gerhana yang teramati di Nusa Tenggara Barat rata-rata adalah 3 jam 18 menit.
  • Nusa Tenggara Timur. Gerhana yang teramati dari Nusa Tenggara Timur berupa Gerhana Matahari Sebagian dengan magnitudo gerhana terentang antara 0,561 di Baahingga 0,647 di Ruteng. Gerhana di Nusa Tenggara Timur akan dimulai pada pukul 12.39 WITA, puncak gerhana terjadi pada pukul 14.18 WITA, dan gerhana akan berakhir pada pukul 15.42 WITA. Durasi gerhana yang teramati di Nusa Tenggara Timur rata-rata adalah 3 jam 03 menit.
  • Sulawesi Barat. Gerhana yang teramati dari Sulawesi Barat berupa Gerhana Matahari Sebagian dengan magnitudo gerhana terentang antara 0,870 di Pasangkayuhingga 0,809 di Majene. Gerhana di Sulawesi Barat akan dimulai pada pukul 12.22 WITA, puncak gerhana terjadi pada pukul 14.14 WITA, dan gerhana akan berakhir pada pukul 15.47 WITA. Durasi gerhana yang teramati di Sulawesi Barat rata-rata adalah 3 jam 24 menit.
  • Sulawesi Selatan. Gerhana yang teramati dari Sulawesi Selatan berupa Gerhana Matahari Sebagian dengan magnitudo gerhana terentang antara 0,823 di Masamba hingga 0,719 di Benteng. Gerhana di Sulawesi Selatan akan dimulai pada pukul 12.26 WITA, puncak gerhana terjadi pada pukul 14.15 WITA, dan gerhana akan berakhir pada pukul 15.47 WITA. Durasi gerhana yang teramati di Sulawesi Selatan rata-rata adalah 3 jam 21 menit.
  • Sulawesi Tengah. Gerhana yang teramati dari Sulawesi Tengah berupa Gerhana Matahari Sebagian dengan magnitudo gerhana terentang antara 0,919 di Toli-Toli hingga 0,810 di Bungku. Gerhana di Sulawesi Tengah akan dimulai pada pukul 12.29 WITA, puncak gerhana terjadi pada pukul 14.20 WITA, dan gerhana akan berakhir pada pukul 15.51 WITA. Durasi gerhana yang teramati di Sulawesi Tengah rata-rata adalah 3 jam 22 menit.
  • Sulawesi Tenggara. Gerhana yang teramati dari Sulawesi Tenggara berupa Gerhana Matahari Sebagian dengan magnitudo gerhana terentang antara 0,791 di Wasusua hingga 0,713 di Wangi-Wangi. Gerhana di Sulawesi Tenggara akan dimulai pada pukul 12.35 WITA, puncak gerhana terjadi pada pukul 14.21 WITA, dan gerhana akan berakhir pada pukul 15.49 WITA. Durasi gerhana yang teramati di Sulawesi Tenggara rata-rata adalah 3 jam 14 menit. Gerhana yang teramati dari Sulawesi Tenggara berupa Gerhana Matahari Sebagian dengan magnitudo gerhana terentang antara 0,791 di Wasusua hingga 0,713 di Wangi-Wangi.
  • Gorontalo. Gerhana yang teramati dari Gorontalo berupa Gerhana Matahari Sebagian dengan magnitudo gerhana terentang antara 0,893 di Marisa dan Kwandang hingga 0,884 di Gorontalo dan Suwawa. Secara umum, gerhana di Gorontalo akan dimulai pada pukul 12.34 WITA, puncak gerhana terjadi pada pukul 14.24 WITA, dan gerhana akan berakhir pada pukul 15.53 WITA. Durasi gerhana yang teramati di Gorontalo rata-rata adalah 3 jam 19 menit.
  • Sulawesi Utara. Gerhana yang teramati dari Sulawesi Utara berupa Gerhana Matahari Sebagian dengan magnitudo gerhana terentang antara 0,944 di Tahuna hingga 0,870 di Bolaang Uki. Gerhana di Sulawesi Utara akan dimulai pada pukul 12.41 WITA, puncak gerhana terjadi pada pukul 14.28 WITA, dan gerhana akan berakhir pada pukul 15.55 WITA. Durasi gerhana yang teramati di Sulawesi Utara rata-rata adalah 3 jam 14 menit.
  • Maluku Utara. Gerhana yang teramati dari Maluku Utara berupa Gerhana Matahari Sebagian dengan magnitudo gerhana terentang antara 0,869 di Daruba hingga 0,783 di Sanana. Gerhana di Maluku Utara akan dimulai pada pukul 13.50 WIT, puncak gerhana terjadi pada pukul 15.33 WIT, dan gerhana akan berakhir pada pukul 16.57 WIT. Durasi gerhana yang teramati di Maluku Utara rata-rata adalah 3 jam 6 menit.
  • Maluku. Gerhana yang teramati dari Maluku berupa Gerhana Matahari Sebagian dengan magnitudo gerhana terentang antara 0,735 di Namlea hingga 0,554 di Saumlaki. Secara umum, gerhana di Maluku akan dimulai pada pukul 14.02 WIT, puncak gerhana terjadi pada pukul 15.36 WIT, dan gerhana akan berakhir pada pukul 16.53 WIT. Durasi gerhana yang teramati di Maluku rata-rata adalah 2 jam 51 menit.
  • Papua Barat. Gerhana yang teramati dari Papua Barat berupa Gerhana Matahari Sebagian dengan magnitudo gerhana terentang antara 0,772 di Waisai hingga 0,648 di Kaimana. Gerhana di Papua Barat akan dimulai pada pukul 14.09 WIT, puncak gerhana terjadi pada pukul 15.42 WIT, dan gerhana akan berakhir pada pukul 16.58 WIT. Durasi gerhana yang teramati di Papua Barat rata-rata adalah 2 jam 49 menit.
  • Papua. Gerhana yang teramati dari Papua berupa Gerhana Matahari Sebagian dengan magnitudo gerhana terentang antara 0,704 di Sorendiweri hingga 0,429 di Merauke. Gerhana di Papua akan dimulai pada pukul 14.26 WIT, puncak gerhana terjadi pada pukul 15.48 WIT, dan gerhana akan berakhir pada pukul 16.56 WIT. Durasi gerhana yang teramati di Papua rata-rata adalah 2 jam 30 menit.
Bagikan !
Advertisement
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

ZONAPEDIA

3 film pertama Indonesia pertama, semuanya bisu

Film Indonesia pertama dirilis pada tahun 1926.

Bagikan !

Published

on

ZONAUTARA.COM– Dunia film dalam negeri beberapa tahun belakangan semakin menggeliat. Beragam genre diproduksi meramaikan layar bioskop nusantara. Beberapa di antaranya mendulang sukses besar.

Namun tahukah anda, film Indonesia apa saja yang pertama kali di produksi? Simak daftarnya.

1.Loetoeng Kasaroeng

Disutradarai orang Belanda, G. Krueger dan L. Heuveldrop, film ini dirilis pada tahun 1926 di Teater Elite and Majestic. Kendati sutradaranya orang Belanda namun pemainnya adalah orang Indonesia dan digarap oleh perusahaan film asal Bandung, Jawa NV.

Loetoeng Kasaroeng yang diproduksi saat Indonesia masih dijajah Belanda (Hindia Belanda) ini, merupakan film bisu.

2.Eulis Atjih

Ini juga film bisu yang dirilis pada tahun 1927, masih dengan sutradara yang sama G. Krueger. Karena masih bisu, saat film ini akan diputar ada live music berupa musik keroncong yang mengawali pemutarannya.

Pemain musik keroncong adalah Kajoon, seorang musisi keroncong yang terkenal pada masa itu.

3.Resia Borobudur

Film ini bercerita tentang tokoh Young Pei Fen yang menemukan sebuah buku rahasia (resia) milik ayahnya, dengan latar Candi Borobudur yang terkenal itu.

Film yang juga bisu ini diproduksi oleh Nancing Film Co, dan dibintangi aktris Olive Young. Dirilis pertama kali pada tahun 1928.

Bagikan !
Continue Reading
WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com