Connect with us

ZONA DAERAH

Eman: perubahan RPJPD semakin menjawab kebutuhan masyarakat

Published

on

TOMOHON, ZONAUTARA.com Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Tomohon resmi menetapkan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Perubahan atas Perda Kota Tomohon Nomor 4 Tahun 2011 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) Tomohon tahun 2005-2025, Sabtu (14/12/2019).

Ditetapkannya ranperda tersebut oleh Ketua DPRD Djemmy J Sundah yang didampingi para Wakil Ketua, yakni Carol JA Senduk dan Erens Kereh, setelah Panitia Khusus (Pansus), serta fraksi-fraksi di DPRD menyatakan menerima dan menyetujui ranperda tersebut ditetapkan sebagai perda.

Wali Kota Tomohon Jimmy F Eman dalam pendapat akhirnya menyatakan, pihaknya optimis, bahwa perubahan RPJPD Kota Tomohon  tahun 2005-2025 ini akan semakin menjawab kebutuhan masyarakat dan memperkuat pencapaian visi dan misi Pemkot Tomohon.

Selain itu, kata Eman, perubahan RPJPD tersebut akan mendukung pencapain prioritas pembangunan di Sulut dan tentunya akan berkontribusi nyata pada tingkat nasional, serta kebijakan internasional yang merupakan hasil kesepakatan pembangunan global, berdasarkan tujuan pembangunan berkelanjutan atau sustainable development goals.

“Atas nama jajaran Pemkot Tomohon, kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi yang tinggi untuk peran positif pihak legislative, khususnya dalam memberikan pendapat akhir fraksi terhadap Ranperda perubahan RPJPD Kota Tomohon ini, sehingga selanjutnya dapat ditetapkan menjadi Perda Kota Tomohon,” pungkas Eman.

Sementara itu, Sundah usai menetapkan perda tersebut menyatakan, dengan diterima dan disetujuinya ranperda tersebut menjadi perda, pihaknya berharap, pelaksanaan penerapan dari peraturan ini benar-benar efektif.

“Sehingga, apa yang menjadi tujuan dari peraturan ini akan tercapai,” tutur Sundah.

Dalam kesempatan itu, turut dilakukan penandatangan naskah keputusan dan berita acara persetujuan bersama DPRD dengan Pemkot, dilanjutkan penyerahan Ranperda yang telah dibahas dari Ketua DPRD kepada Wali Kota Tomohon.

Hadir dalam rapat tersbeut para anggota DPRD, unsur Forkopimda, Sekretaris Daerah Kota Harold Lolowang, Sekretaris DPRD F F Lantang, para pejabat eselon dua dan tiga, serta para Camat dan Lurah se-Kota Tomohon.

Editor : Christo Senduk

Bagikan !
Beri Donasi

Zona Sulut

Rumah Isolasi Covid-19 Sulut siap tampung 100 penghuni

Hingga Kamis 2 April belum ada ODP yang menjadi penghuni.

Bagikan !

Published

on

Rumah Isolasi Covid-19 di Maumbi, Minahasa Utara. (Foto: Zonautara.com/Ronny A. Buol)

MANADO, ZONAUTARA.COM – Sebuah langkah inisiatif diambil oleh Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara dalam mencegah penularan virus corona, dengan menyediakan rumah isolasi bagi orang dalam pengawasan (ODP) terkait covid-19.

Rumah isolasi itu memanfaatkan fasilitas yang ada di Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Sulut yang ada di Maumbi, Minahasa Utara.

Kasubag Umum BPSDM Sulut, Journal Humene ketika ditemui Zonautara.com di Rumah Isolasi Covid-19 mengatakan bahwa fasilitas yang ada sudah siap digunakan.

“Daya tampung yang ada sekarang bisa menampung 100 penghuni,” ujar Humene, Rabu (1/4/2020).

Menurut Humene, daya tampung itu bisa ditambah jika memang ODP yang dibawa ke fasilitas itu membludak.

Dari peninjauan Zonautara.com ke Rumah Isolaso Covid-19, gedung penginapan yang biasanya digunakan peserta pelatihan di BPSDM Sulut dirubah menjadi rumah isolasi.

Dalam gedung dua lantai itu, terdapat puluhan kamar yang nyaman, dilengkapi dengan pendingin ruangan, perabot, tempat tidur serta sejumlah fasilitas lainnya.

Baca pula: Sudah 3 positif corona di Sulut

Humene menjelaskan bahwa simulasi penanganan ODP yang akan dibawa ke Rumah Isolasi Covid-19 telah dilakukan berulang kali, untuk memastikan protokol kesehatan dijalankan dengan benar.

Semua ODP yang akan menghuni rumah isolasi tersebut akan melakukan isolasi mandiri dibawah pengawasan petugas.

“Saat ini setiap hari ada petugas jaga yang melakukan shift jaga terdiri dari satu atau dua orang dokter, perawat dan petugas lainnya,” kata Humene.

Meski hingga saat ini rumah isolasi tersebut belum satu pun penghuni ODP, tetapi Humene meyakinkan bahwa pihaknya sudah siap sepenuhnya.

Rekomendasi dokter

Juru Bicara Satgas Covid-19 Steaven Dandel saat ditemui terpisah mengatakan memang hingga saat ini belum ada yang menjadi penghuni rumah isolasi.

Fasilitas kamar isolasi yang ada di Rumah Isolasi Covid-19 Sulut. (Foto: Zonautara.com/Ronny A. Buol)

“ODP itu discreening oleh rumah sakit. Jadi orang-orang yang datang dari daerah dengan transmisi lokal, kalau dia bergejala akan berobat ke rumah sakit. Pihak rumah sakit kemudian yang akan menawarkan apakah mereka bersedia diisolasi di rumah isolasi. Tapi mungkin ada juga yang harus diendorse,” jelas Dandel.

Baca pula: Lolowang pastikan pasien positif corona di Tomohon tidak benar

Sesuai dengan buku Pedoman Pencegahan dan Pengendalian Covid-19 Kementerian Kesehatan RI, ODP adalah mereka yang memiliki gejala panas badan atau gangguan saluran pernapasan ringan, dan pernah mengunjungi atau tinggal di daerah yang diketahui merupakan daerah penularan virus tersebut.

Selain itu, bisa juga orang sehat yang pernah kontak erat dengan kasus terkonfirmasi Covid-19.

Editor: Ronny Adolof Buol

Bagikan !
Beri Donasi
Continue Reading

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com