Connect with us

ZONA DAERAH

Bagian Humas jadi Prokopim, Kapoh ‘kembalikan’ mandat ke Kalumata

Published

on

TOMOHON, ZONAUTARA.comSejumlah posisi di jajaran Pemerintah Kota (Pemkot) Tomohon mengalami pergantian pejabat.

Salah satunya Kepala Bagian (Kabag) Humas dan Protokol (Humpro) di Sekretariat Daerah (Setda), yang kini berubah nomenklatur menjadi Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan (Prokopim).

Pejabat lama, yakni John Kapoh kini dirotasi dan bahkan mendapat promosi jabatan menjadi Kepala Dinas (Kadis) Lingkungan Hidup.

Sementara, posisi Kabag Prokopim pun kini dijabat Christo Kalumata, yang sebelumnya pun sempat memegang jabatan sebagai Kabag Humpro.

Serah terima jabatan (sertijab) posisi Kabag Prokopim pun dilaksanakan Selasa (7/1/2020) lalu.

Kapoh dalam sambutannya mengatakan, kesan pertamanya saat berada di bagian humas memang sangat kompleks untuk mengemban tugas dengan tantangan yang ada, sekaligus tantangan yang dijadikan peluang dalam pelaksanaan tugas.

Menurut dia, hambatan yang ada selanjutnya menjadi motivasi dan yang berat menyangkut hubungan dengan pihak ketiga, dapat terlaksana dengan baik berkat tuntunan Tuhan.

“Pesan kebersamaan di humas selama ini kiranya selalu terus dijaga dan dibina dengan baik, serta permohonan maaf atas keterbatasan dan kekurangan yang ada. Hubungan terus terbina meski terpisah dengan SKPD yang ada dan pasti akan selalu bersama dan bertemu dalam setiap kegiatan,” ungkapnya.

Sementara itu, Kalumata dalam kesempatan itu mengungkapkan terima kasihnya kepada Tuhan, yang mempercayakan dirinya membantu pimpinan selaku Kabag Prokopim.

“Yang pasti sebagai Kabag saya berharap, kita dapat bekerja sama secara baik. Saya membutuhkan dukungan rekan-rekan sekalian. Bekerjasama dengan baik, teman-teman sudah memahami saya karena pernah bekerja bersama pada beberapa waktu lalu,” ujarnya.

“Kepada Kepala Dinas Lingkungan Hidup semoga sukses selalu,” pungkasnya.

Selain Kabag Kapoh, salah satu pejabat di Bagian Prokopim, yakni mantan Kasubag Protokol Yelly Potu yang kini menjabat Kepala Bidang di Dinas Komunikasi dan Informatika.

“Bersyukur kepada Tuhan untuk kebersamaan ini dan terima kasih kepada Wali kota, Wawali, Sekretaris Kota yang mempercayakan jabatan ini. Urusan kerja protokol tak mengenal waktu. Kita harus saling menopang, saling menghargai satu sama lain untuk suksesnya pekerjaan kita yang bersentuhan langsung dengan pimpinan. Terima kasih kepada Kabag Prokopim,” pungkasnya.

Editor : Christo Senduk

Bagikan !
Beri Donasi

Zona Sulut

Rumah Isolasi Covid-19 Sulut siap tampung 100 penghuni

Hingga Kamis 2 April belum ada ODP yang menjadi penghuni.

Bagikan !

Published

on

Rumah Isolasi Covid-19 di Maumbi, Minahasa Utara. (Foto: Zonautara.com/Ronny A. Buol)

MANADO, ZONAUTARA.COM – Sebuah langkah inisiatif diambil oleh Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara dalam mencegah penularan virus corona, dengan menyediakan rumah isolasi bagi orang dalam pengawasan (ODP) terkait covid-19.

Rumah isolasi itu memanfaatkan fasilitas yang ada di Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Sulut yang ada di Maumbi, Minahasa Utara.

Kasubag Umum BPSDM Sulut, Journal Humene ketika ditemui Zonautara.com di Rumah Isolasi Covid-19 mengatakan bahwa fasilitas yang ada sudah siap digunakan.

“Daya tampung yang ada sekarang bisa menampung 100 penghuni,” ujar Humene, Rabu (1/4/2020).

Menurut Humene, daya tampung itu bisa ditambah jika memang ODP yang dibawa ke fasilitas itu membludak.

Dari peninjauan Zonautara.com ke Rumah Isolaso Covid-19, gedung penginapan yang biasanya digunakan peserta pelatihan di BPSDM Sulut dirubah menjadi rumah isolasi.

Dalam gedung dua lantai itu, terdapat puluhan kamar yang nyaman, dilengkapi dengan pendingin ruangan, perabot, tempat tidur serta sejumlah fasilitas lainnya.

Baca pula: Sudah 3 positif corona di Sulut

Humene menjelaskan bahwa simulasi penanganan ODP yang akan dibawa ke Rumah Isolasi Covid-19 telah dilakukan berulang kali, untuk memastikan protokol kesehatan dijalankan dengan benar.

Semua ODP yang akan menghuni rumah isolasi tersebut akan melakukan isolasi mandiri dibawah pengawasan petugas.

“Saat ini setiap hari ada petugas jaga yang melakukan shift jaga terdiri dari satu atau dua orang dokter, perawat dan petugas lainnya,” kata Humene.

Meski hingga saat ini rumah isolasi tersebut belum satu pun penghuni ODP, tetapi Humene meyakinkan bahwa pihaknya sudah siap sepenuhnya.

Rekomendasi dokter

Juru Bicara Satgas Covid-19 Steaven Dandel saat ditemui terpisah mengatakan memang hingga saat ini belum ada yang menjadi penghuni rumah isolasi.

Fasilitas kamar isolasi yang ada di Rumah Isolasi Covid-19 Sulut. (Foto: Zonautara.com/Ronny A. Buol)

“ODP itu discreening oleh rumah sakit. Jadi orang-orang yang datang dari daerah dengan transmisi lokal, kalau dia bergejala akan berobat ke rumah sakit. Pihak rumah sakit kemudian yang akan menawarkan apakah mereka bersedia diisolasi di rumah isolasi. Tapi mungkin ada juga yang harus diendorse,” jelas Dandel.

Baca pula: Lolowang pastikan pasien positif corona di Tomohon tidak benar

Sesuai dengan buku Pedoman Pencegahan dan Pengendalian Covid-19 Kementerian Kesehatan RI, ODP adalah mereka yang memiliki gejala panas badan atau gangguan saluran pernapasan ringan, dan pernah mengunjungi atau tinggal di daerah yang diketahui merupakan daerah penularan virus tersebut.

Selain itu, bisa juga orang sehat yang pernah kontak erat dengan kasus terkonfirmasi Covid-19.

Editor: Ronny Adolof Buol

Bagikan !
Beri Donasi
Continue Reading

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com