Connect with us

KABAR SULUT

Hari ini, Gubernur mediasi persoalan BPJS dengan sejumlah RS

Published

on

Ketua Fraksi Nyiur Melambai DPRD Sulut Wenny Lumentut. (Foto: Istimewa)

MANADO, ZONAUTARA.com Persoalan pemutusan kerjasama antara Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan dengan sejumlah Rumah Sakit (RS) diseriusi oleh Gubernur Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) Olly Dondokambey.

Terbukti, Kamis (16/1/2019) hari ini, pihak-pihak yang terkait persoalan inipun dipanggil oleh Gubernur. Berdasarkan surat undangan yang diterima media ini, Gubernur mengundang pihak-pihak terkait untuk hadir dalam rapat yang akan dilaksanakan di ruang kerjanya, pukul 14.00 WITA siang ini.

Adapun pihak-pihak terkait yang diundang untuk hadir langsung dan tidak diwakilkan, yakni Deputi Direksi BPS Kesehatan Wilayah Suluttenggo Malut, Kepala BPJS Kesehatan Cabang Tondano, Kepala Dinas Kesehatan Tomohon, Kabupaten Minahasa Selatan dan Kota Kotamobagu.

Selain itu juga, para Direktur RS yang kerjasamanya tidak diperpanjang oleh BPJS Kesehatan, masing-masing RS Gunung Maria Tomohon, RS Cantia Tompaso Baru, RS Ibu dan Anak Kasih Fatima Kotamobagu hingga pimpinan PT Ratna Timur Tumarendem turut diundang dalam rapat tersebut.

Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sulut yang getol memfasilitasi penyelesaian permasalahan tersebut, yakni Wenny Lumentut membenarkan pemanggilan oleh Gubernur tersebut.

“Iya, siang hari ini (Kamis) mereka dipanggil Pak Gubernur untuk rapat di ruang kerjanya dalam rangka mediasi terhadap pemutusan hubungan kerjasama tersebut,” ujar Lumentut, Kamis pagi.

Ketua Fraksi Nyiur Melambai ini berharap, akan ada solusi terbaik yang akan dihasilkan pada rapat tersebut, sehingga masyarakat tidak lagi dikorbankan akibat dari adanya persoalan ini.

“Kami juga berterima kasih kepada Bapak Gubernur Sulut karena sudah memberikan perhatian yang besar terkait persoalan ini,” pungkasnya. (K-02)

Editor : Christo Senduk

Bagikan !
Beri Donasi

Zona Sulut

Bantu cegah virus corona, UNSRAT produksi masker APD dengan printer 3D

Unsrat juga memproduksi hand sanitizer dan tong cuci tangan.

Bagikan !

Published

on

MANADO, ZONAUTARA.COM – Universitas Sam Ratulangi (UNSRAT) Manado tidak tinggal diam saat pandemi covid-19 ini. Berbagai upaya diambil oleh UNSRAT untuk turut serta mencegah penularan virus corona.

Salah satunya dengan memproduksi berbagai barang kebutuhan baik yang diperlukan oleh tenaga medis maupun yang dibutuhkan oleh masyarakat.

Deputi Wakil Rektor Bidang Akademik Unsrat Gustaf Mamangkey mengatakan kepada Zonautara.com bahwa salah satu yang sedang diproduksi oleh UNSRAT adalah produk masker untuk alat pelindung diri (APD).

“Masker untuk APD ini dibuat dengan bantuan printer 3D dan diproduksi oleh Tim Fakultas Teknik,” jelas Gustaf, Jumat (3/4/2020).

Adapun material masker dibuat dari bahan kaca untuk menghindari pancaran butir ludah secara langsung.

Selain masker untuk APD, Fakultas Teknik juga memproduksi tong cuci tangan dengan memperhitungkan kontaminasi pengguna.

Masker untuk APD yang diproduksi oleh Fakultas Teknik UNSRAT.

“Jadi tong cuci tangan itu kerannya dioperasikan dengan kaki, sehingga tak ada kontaminasi dengan tangan pengguna,” jelas Gustaf.

Tak mau ketinggalan, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, juga memproduksi hand sanitizer.

Sementara itu Fakultas Kesehatan Masyarakat telah membentuk tim konsultasi online sekitar pandemik covid-19.

“Masyarakat luas dapat menghubungi nomor telepon yang ada, untuk berkonsultasi dengan tim UNSRAT,” kata Gustaf.

Bagikan !
Beri Donasi
Continue Reading

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com