Connect with us

ZONAPEDIA

Banyak pulau tak berpenghuni di wilayah Nusa Utara

Sebutan Nusa Utara merujuk pada wilayah yang secara administratif pemerintahan terdiri atas tiga kabupaten di Sulawesi Utara.

Bagikan !

Published

on

Pulau pasige di Kabupaten Sitaro. (Foto: Zonautara.com/Ronny A. Buol)

ZONAUTARA.com – Jazirah Nusa Utara yang terletak di bagian utara Provinsi Sulawesi Utara ternyata memiliki banyak pulau yang tak berpenghuni.

Sebutan Nusa Utara merujuk pada wilayah yang secara administratif pemerintahan terdiri atas tiga kabupaten, yaitu Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro), Kabupaten Kepulauan Sangihe, Kabupaten Kepulauan Talaud.

Kabupaten Kepulauan Sitaro

Kabupaten yang beribu kota Ondong ini memiliki total 47 pulau. Jumlah tersebut terdiri dari 10 pulau berpenghuni dan 37 pulau tidak berpeghuni.

Wilayah kepulauan di Kabupaten Kepulauan Sitaro memiliki tiga gugusan pulau, yaitu Gugusan Pulau Siau, Gugusan Pulau Tagulandang, serta Gugusan Pulau Biaro. Pada masing-masing gugusan pulau tersebut terdapat pulau-pulau kecil di sekitarnya.

Secara geografis, Kabupaten Kepulauan Sitaro terletak pada koordinat: 02° 4′ 13” – 02 52′ 47″ Lintang Utara (LU) dan 125° 09′ 28″ – 125° 24′ 25″ Bujur Timur (BT).

Kabupaten Kepulauan Sangihe

Kabupaten yang beribu kota Tahuna ini memiliki total 105 pulau. Jumlah tersebut terdiri dari 26 pulau berpenghuni dan 79 pulau yang tidak berpenghuni.

Wilayah kepulauan di Kabupaten Kepulauan Sangihe terdiri atas gugusan yang sangat variatif. Ada gugusan dengan jarak antarpulau yang berdekatan dan juga dengan jarak berjauhan.

Secara geografis, Kabupaten Kepulauan Sangihe terletak pada koordinat 2° 4’ 13” – 4° 44’ 22” LU dan 125° 9′ 28” – 125° 56′ 57” BT.

Kabupaten Kepulauan Talaud

Kabupaten yang beribu kota Melonguane ini memiliki total 17 pulau. Jumlah tersebut terdiri 7 pulau berpenghuni dan 10 pulau yang tidak berpenghuni.

Wilayah kepulauan di Kabupaten Kepulauan Talaud terdiri atas lima gugusan pulau, yaitu Gugusan Pulau Miangas, Gugusan Pulau Nanusa, Gugusan Pulau Karakelang, Gugusan Pulau Salibabu, dan Gugusan Pulau Kabaruan.

Secara geografis, Kabupaten Kepulauan Talaud terletak pada koordinat 3° 38′ 00” – 5° 33′ 00” LU dan 126° 38′ 00” – 127° 10′ 00” BT.

Bagikan !
Advertisement
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

ZONAPEDIA

Manfaat ARV yang bisa lambatkan perkembangan HIV

Semakin banyak sel CD4 yang dihancurkan, kekebalan tubuh akan semakin lemah.

Bagikan !

Published

on

zonautara.com

ZONAUTARA.com – Antiretroviral (ARV) merupakan jenis obat yang dapat memperlambat perkembangan Human Immunodeficiency Virus (HIV). Jenis virus tersebut merusak sistem kekebalan tubuh, dengan menginfeksi dan menghancurkan sel CD4. Semakin banyak sel CD4 yang dihancurkan, kekebalan tubuh akan semakin lemah, sehingga rentan diserang berbagai penyakit.

Fungsi ARV mampu bekerja dengan cara menghilangkan unsur yang dibutuhkan virus HIV untuk menggandakan diri. Selain itu, ARV juga dapat mencegah virus HIV menghancurkan sel CD4.

Beberapa jenis obat ARV yang tersedia di Indonesia adalah Efavirenz, Etravirine, Nevirapine, Lamivudin, dan Zidovudin.

Begitu didiagnosis menderita HIV, pasien diwajibkan harus mengonsumsi ARV agar perkembangan virus HIV dapat segera dikendalikan.

Situs alodokter menyebutkan bahwa efek samping dari mengonsumsi obat ARV antara lain:

  • Diare.
  • Mual dan muntah.
  • Mulut kering.
  • Kerapuhan tulang.
  • Kadar gula darah tinggi.
  • Kadar kolesterol abnormal.
  • Kerusakan jaringan otot (rhabdomyolysis).
  • Penyakit jantung.
  • Pusing.
  • Sakit kepala.
  • Sulit tidur. Tubuh terasa lelah.
Bagikan !
Continue Reading

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com