Connect with us

ZONA TERKINI

Dua anak-anak, ini rincian 16 kasus positif corona di Sulut pada 30 Mei

Terbanyak berasal dari Manado.

Bagikan !

Published

on

Tenaga medis sedang menggunakan APD. (Foto: Zonautara.com/Ronny A. Buol)

MANADO, ZONAUTARA.COM – Jumlah kasus positif covid-19 di Sulawesi Utara secara akumulatif hingga Sabtu (30/5/2020) telah mencapai 322 kasus.

Pada hari ini, sebagaimana yang diupdate Satgas Covid-19 Sulut, ada 16 kasus baru positif yang tersebar di sejumlah daerah.

“Hari ini ada 16 kasus baru positif sebagaimana yang diupdate oleh Kementerian Kesehatan RI, terbanyak berasal dari Manado” ujar Juru Bicara Satgas Covid-19 Sulut, Steaven Dandel.

Penambahan kasus baru yang terus berlangsung saban hari ini memberi indikasi bahwa penularan covid-19 di Sulawesi Utara masih terus terjadi.

Adapun daerah asal dari 16 kasus baru positif tersebut adalah Manado, Minahasa, Kotamobagu dan dari Jawa Tengah

Berikut detil 16 kasus baru positif covid-19 yang diumumkan pada Sabtu, 30 Mei 2020.

Kasus 307 merupakan seorang perempuan berusia 36 tahun berasal dari Minahasa. Yang bersangkutan adalah tenaga kesehatan di Minahasa,” ujar Dandel.

Kasus 308, perempuan, 43 tahun, asal Manado, KERT dengan Kasus 97.

Kasus 309, perempuan, 44 tahun, asal Manado, KERT dengan Kasus 241.

Kasus 310, laki-laki, 57 tahun, asal Manado, sebelumnya PDP di rumah sakit di Manado. Sudah meninggal pada 20 Mei.

Kasus 311, laki-laki, 19 tahun, asal Manado, sebelumnya PDP di rumah sakit di Manado.

Kasus 312, laki-laki, 39 tahun asal Manado, KERT dengan Kasus 93.

Kasus 313, perempuan, 37 tahun, asal Manado, KERT dengan Kasus 93.

Kasus 314, perempuan 7 tahun, asal Manado, KERT dengan Kasus 93.

Lihat Kasus 315 hingga Kasus 322

Bagikan !

Pages: 1 2

Lingkungan dan Konservasi

Juli masih hujan, BMKG prediksi 2020 tak ada kemarau panjang

El Nino pada 2020 pertumbuhannya netral.

Bagikan !

Published

on

Ilustrasi dari Pixabay.com

ZONAUTARA.COM – Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Dwikorita Karnawati, mengatakan, kemarau panjang yang terjadi di 2019 diprediksi tidak berlanjut pada 2020.

Hal ini berdasarkan analisis dari BMKG, National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA) dan National Aeronautics and Space Administration (NASA).

“Diprediksi tidak akan terjadi musim kemarau yang berkepanjangan, yang panjang seperti tahun lalu,” ujar Dwikorita, saat memberikan paparan pada acara Kaleidoskop Bencana 2019 dan Outlook bencana 2020 di Graha BNPB, Jakarta Timur.

Kondisi ini, kata dia, dipengaruhi oleh dua hal.

Pertama, tidak terdapat indikasi fenomena perbedaan signifikan suhu air laut antara Samudera Hindia di sebelah barat daya Pulau Sumatera dengan sebelah Timur Afrika.

“Sehingga bisa dikatakan suhu permukaan air laut di Indonesia juga normal. Artinya diprediksi seperti itu (diprediksi kemarau tidak panjang),” kata Dwikorita.

Kedua, berdasarkan analisis BMKG dan dua lembaga di atas, diprediksi bahwa El Nino pada 2020 pertumbuhannya netral. Kondisi seperti ini, ujar Dwikorita, terjadi hingga Juni 2020.

“Jadi prediksi ini berlaku sampai Juni. Kondisinya netral,” tambah dia.

Lebih lanjut, Dwikorita menjelaskan, musim kemarau pada 2020 diperkirakan akan dimulai pada April dan berakhir pada Oktober. Akan tetapi, dia mengingatkan tahapan musim kemarau akan terjadi tidak serempak di seluruh wilayah.

“Mulainya dan berakhirnya juga tidak serempak. Mulai April terutama di wilayah Sumatera, Kalimantan, Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara,” tutur Dwikorita.

Editor: Ronny Adolof Buol

Bagikan !
Continue Reading
Klik untuk melihat visualisasinya

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com