Connect with us

ZONA TERKINI

Ada tenaga kesehatan, ini rincian 32 kasus baru corona di Sulut pada 28 Juni

Terbanyak berasal dari Manado.

Bagikan !

Published

on

Ruang isolasi perawatan pasien covid-19 di RSUP Prof Kandou Manado. (Foto: Zonautara.com/Ronny A. Buol)

MANADO, ZONAUTARA,COM – Hari ini, Minggu (28/6/2020), kasus positif covid-19 di Sulut bertambah lagi.

Satgas Covid-19 Sulawesi Utara mengumumkan ada 32 kasus baru positif terkonfirmasi virus corona.

Penambahan 32 kasus baru positif itu membuat total secara akumulatif kasus positif di Sulawesi Utara menjadi 1.056 kasus.

Dari rincian yang disampaikan Satgas Covid-19 Sulut, 54 kasus positif yang diumumkan hari ini berasal dari Bitung, Minahasa Selatan, Manado, Sitaro dam Minahasa.

Adapun rinciannya adalah sebagai berikut:

Kasus 1025, laki-laki, 27 tahun, asal Bitung, pelaku perjalanan.

Kasus 1026, laki-laki, 71 tahun, asal Minahasa, KERT dengan Kasus 885.

Kasus 1027, perempuan, 36 tahun, asal Minahasa, KERT dengan Kasus 885.

Kasus 1028, laki-laki, 26 tahun, asal Manado, tenaga kesehatan.

Kasus 1029, perempuan, 20 tahun, asal Manado, KERT dengan Kasus 1030.

Kasus 1030, perempuan, 52 tahun, asal Manado, skrining rapid test.

Kasus 1031, laki-laki, 28 tahun, asal Manado, tenaga kesehatan.

Kasus 1032, perempuan, 75 tahun, asal Manado, KERT dengan Kasus 1030.

Kasus 1033, laki-laki, 45 tahun, asal Manado, KERT dengan Kasus 1030.

Kasus 1034, laki-laki, 66 tahun, asal Manado, sebelumnya PDP.

Kasus 1035, perempuan, 38 tahun, asal Manado, tenaga kesehatan.

Kasus 1036, perempuan, 29 tahun, asal Manado, tenaga kesehatan.

Kasus 1037, perempuan, 37 tahun, asal Manado, ODP, karyawan di fasilitas kesehatan.

Kasus 1038, perempuan, 54 tahun, asal Manado, sebelumnya PDP. Sudah meninggal dunia pada 16 Juni.

Kasus 1039, perempuan, 25 tahun, asal Minahasa, sebelumnya PDP.

Kasus 1040, laki-laki, 34 tahun, skrining rapid test.

Kasus 1041, laki-laki-, 59 tahun, asal daerah masih diverifikasi, sebelumnya PDP.

Kasus 1042, perempuan, 56 tahun, asal Manado, sebelumnya PDP.

Kasus 1043, perempuan, 43 tahun, asal Manado, sebelumnya PDP.

Kasus 1044, laki-laki, 43 tahun, asal Manado, sebelumnya PDP.

Kasus 1045, perempuan, 40 tahun, asal Manado, sebelumnya PDP.

Kasus 1046, perempuan, 19 tahun, asal Manado, sebelumnya PDP.

Kasus 1047, perempuan, 31 tahun, asal Manado, sebelumnya PDP.

Kasus 1048, perempuan, 21 tahun, asal Manado, sebelumnya PDP.

Kasus 1049, perempuan, 33 tahun, asal Manado, sebelumnya PDP.

Kasus 1050, perempuan, 60 tahun, asal Sitaro.

Kasus 1051, laki-laki, 41 tahun, asal Bitung, sebelumnya PDP.

Kasus 1052, perempuan, 49 tahun, asal Manado, sebelumnya PDP.

Kasus 1053, laki-laki, 68 tahun, asal Bitung, sebelumnya PDP.

Kasus 1054, perempuan, 30 tahun, asal Manado, sebelumnya PDP.

Kasus 1055, perempuan, 69 tahun, asal Minahasa Selatan, sebelumnya PDP.

Kasus 1056, laki-laki, 52 tahun, asal Bitung, sebelumnya PDP.

Bagikan !

HEADLINE

Bendungan Kosinggolan dan Toraut meluap, sejumlah desa di Dumoga terendam banjir

Sebelumnya BMKG sudah memberikan peringatan dini cuaca ekstrim di wilayah Bolaang Mongondow.

Bagikan !

Published

on

Bendungan Kosinggolan dan Toraut, Kecamatan Dumoga Barat juga dikabarkan meluap dan masuk ke pemukiman warga. (Foto: Doc BPBD Bolmong)

BOLMONG, ZONAUTARA.COM – Hujan yang terus mengguyur hampir merata di seluruh wilayah Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong) beberapa hari terakhir mengakibatkan debit air sungai meningkat.

Bendungan Kosinggolan dan Toraut, Kecamatan Dumoga Barat juga dikabarkan meluap dan masuk ke pemukiman warga. Pusat Pengendalian dan Operasional (Pusdalops) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bolmong mencatat, dari hasil assessment, Jumat 3 Juli 2020, sejumlah desa di wilayah Dumoga terendam banjir luapan.

Kepala Seksi Penanggulangan Bencana BPBD Bolmong, Abdul Muin Paputungan mengatakan, sebelumnya BMKG sudah memberikan peringatan dini cuaca ekstrim di wilayah Bolaang Mongondow.

“Berdasarkan hasil pantauan di lapangan luapan Sungai Ongkag Dumoga menjadi pemicu utama. Puluhan rumah warga tergenang dengan ketinggian bervariasi antara 30 hingga 100 cm,” kata Abdul Muin.

Sementara itu, luapan Bendungan Toraut dan Kosinggolan menggenangi pemukiman warga di Desa Toraut, Desa Doloduo II, Desa Doloduo III, Desa Wangga Baru, Desa Kosio, Desa Dondomon Selatan, dan Desa Dondomon. Jalan Penghubung Desa Doloduo II dan Desa Toraut amblas akibat tergerus luapan sungai. Meski begitu, kondisi jalan masih bisa dilewati.

“Saat ini hujan mulai reda. Dan air mulai surut,” ungkapnya.

Lebih lanjut, pendataan dampak cakupan wilayah masih terus dilakukan. Masyarakat Desa Doloduo III saat ini sementara mendirikan pos siaga antisipasi kemungkinan sungai kembali meluap. Warga diimbau untuk tetap waspada mengingat curah hujan dengan intensitas rendah hingga tinggi masih berpotensi terjadi.

“Untuk wilayah Dumoga Bersatu hampir merata karena memang dataran rendah. Tapi rata-rata genangan terjadi akibat drainase yang buruk,” pungkasnya.

Editor: Ronny Adolof Buol

Bagikan !
Continue Reading
Klik untuk melihat visualisasinya

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com