Connect with us

Zona Bolmong Raya

Pandemi Covid-19 berdampak pada penurunan investasi di Bolmong

Hingga Juni hanya ada 88 pengurusan izin.

Bagikan !

Published

on

Ilustrasi dari Pixabay.com

BOLMONG, ZONAUTARA.COM – Pandemi Covid-19 telah membawa dampak yang serius di berbagai sektor di seluruh dunia. Tak terkecuali di Indonesia, lebih khusus daerah Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong).

Pengaruh yang ditimbulkan akibat Covid-19 ini tak hanya di satu bidang, namun hampir seluruh aktivitas, termasuk investasi. Di Kabupaten Bolmong, sejak awal tahun 2020 seiring adanya pandemi Covid-19 ini, pengaruhnya bagi investor yang masuk untuk berinvestasi di daerah ini sangat terasa.

Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPT-SP) Bolmong sendiri mencatat, izin per Januari hingga Juni dalam Online Single Submission (OSS) hanya ada 88 pengurusan, jumlah itu tentunya sangat jauh jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya yang mencapai 1.043 izin.

“Total pengurusan izin tahun lalu yang tercatat di OSS mencapai 1043,” ungkap Kabid Pelayanan Terpadu Satu Pintu, Han Potabuga, Senin (29/6/2020).

Dia menjelaskan, kurangnya pengurusan izin merupakan salah satu indikator menurunnya investasi. Apalagi saat masa Covid-19, per bulan DPMPTSP hanya mengurus 10 izin. Jumlah itu jauh dibandingkan dengan tahun 2019 yang mencapai 50an izin per bulan.

“Untuk saat ini, investasi yang masuk hanya di bidang pertanian dan perdagangan,” tuturnya.

Namun demikian pihaknya tetap optimis Bolmong mempunyai daya tarik yang kuat guna menarik investor untuk masuk.

“Kita optimis walaupun masih ada wabah Covid-19, kita yakin keadaan akan kembali normal,” tandasnya.

Editor: Ronny Adolof Buol

Bagikan !

HEADLINE

Bendungan Kosinggolan dan Toraut meluap, sejumlah desa di Dumoga terendam banjir

Sebelumnya BMKG sudah memberikan peringatan dini cuaca ekstrim di wilayah Bolaang Mongondow.

Bagikan !

Published

on

Bendungan Kosinggolan dan Toraut, Kecamatan Dumoga Barat juga dikabarkan meluap dan masuk ke pemukiman warga. (Foto: Doc BPBD Bolmong)

BOLMONG, ZONAUTARA.COM – Hujan yang terus mengguyur hampir merata di seluruh wilayah Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong) beberapa hari terakhir mengakibatkan debit air sungai meningkat.

Bendungan Kosinggolan dan Toraut, Kecamatan Dumoga Barat juga dikabarkan meluap dan masuk ke pemukiman warga. Pusat Pengendalian dan Operasional (Pusdalops) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bolmong mencatat, dari hasil assessment, Jumat 3 Juli 2020, sejumlah desa di wilayah Dumoga terendam banjir luapan.

Kepala Seksi Penanggulangan Bencana BPBD Bolmong, Abdul Muin Paputungan mengatakan, sebelumnya BMKG sudah memberikan peringatan dini cuaca ekstrim di wilayah Bolaang Mongondow.

“Berdasarkan hasil pantauan di lapangan luapan Sungai Ongkag Dumoga menjadi pemicu utama. Puluhan rumah warga tergenang dengan ketinggian bervariasi antara 30 hingga 100 cm,” kata Abdul Muin.

Sementara itu, luapan Bendungan Toraut dan Kosinggolan menggenangi pemukiman warga di Desa Toraut, Desa Doloduo II, Desa Doloduo III, Desa Wangga Baru, Desa Kosio, Desa Dondomon Selatan, dan Desa Dondomon. Jalan Penghubung Desa Doloduo II dan Desa Toraut amblas akibat tergerus luapan sungai. Meski begitu, kondisi jalan masih bisa dilewati.

“Saat ini hujan mulai reda. Dan air mulai surut,” ungkapnya.

Lebih lanjut, pendataan dampak cakupan wilayah masih terus dilakukan. Masyarakat Desa Doloduo III saat ini sementara mendirikan pos siaga antisipasi kemungkinan sungai kembali meluap. Warga diimbau untuk tetap waspada mengingat curah hujan dengan intensitas rendah hingga tinggi masih berpotensi terjadi.

“Untuk wilayah Dumoga Bersatu hampir merata karena memang dataran rendah. Tapi rata-rata genangan terjadi akibat drainase yang buruk,” pungkasnya.

Editor: Ronny Adolof Buol

Bagikan !
Continue Reading
Klik untuk melihat visualisasinya

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com