Connect with us

Zona Bolmong Raya

Bolmut miliki potensi kelautan dan perikanan

Produksi perikanan tahun 2018 capai 1928 ton.

Bagikan !

Published

on

Wakil Bupati Bolmut Amin Lasena saat menangkap ikan. (Foto Rahmat Tegila Humas Pemkab Bolmut)

BOROKO, ZONAUTARA.COM – Kabupaten Bolaang Mongondow Utara (Bolmut) memiliki potensi dibidang perikanan dan kelautan. Terlebih Bolmut salah satu Kabupaten yang termasuk dalam Badan Kerjasama Utara-utara yang melibatkan Kabupaten di Provinsi Gorontalo dan Sulawesi Tengah.

Bahkan awal bulan Juni 2020 lalu Bupati Depri Pontoh dan Wakil Bupati Amin Lasena  menghadiri kunjungan kerja Menteri Kelautan dan Perikanan  Edhy Prabowo dengan Badan Kerja Sama Utara Utara (BKSU) bertempat di Aula Tinepo Kantor Bupati Gorontalo Utara, Provinsi Gorontalo.

Kegiatan tersebut  bertujuan untuk memberi motivasi kepada para stakeholder perikanan budidaya dan mendukung sektor perikanan budidaya agar terus memberikan kontribusi perekonomian yang baik ditengah pandemi Covid-19.

Dalam arahannya Menteri Kelautan dan Perikanan mendorong para kepala daerah yang tergabung dalam BKSU untuk mengembangkan budidaya perikanan di daerah masing-masing.

“Serta melakukan percepatan pembangunan kawasan klaster perikanan budidaya yang berkelanjutan. Daerah diminta membentuk tim dan belajar dari daerah yang berhasil dan melakukan peningkatan infrastruktur pendukung di lokasi tambak,” ujarnya.

Pada Januari lalu, di Palembang Wakil Bupati Amin Lasena menghadiri Rapat Kerja (Raker) Teknis Pelaksanaan Kegiatan Prioritas Lingkup Ditjen Perikanan Budidaya tahun 2020. Terkait agenda tersebut Wakil Bupati Amin Lasena mengatakan Bolmut masuk delapan Kabupaten prioritas.

“Pengembangan program perikanan budidaya jenis program pengembangan tambak udang paname,” tuturnya.

Sementara itu berdasarkan data yang ada, Bolmut  memiliki panjang garis pantai 174 KM dengan luas wilayah laut 54.740 Ha, merupakan daerah yang berbatasan langsung dengan wilayah provinsi Gorontalo. Selain itu potensi budidaya laut 5.678 Ha, dengan jumlah nelayan 9.010 jiwa.

Berdasarkan data Dinas Kelautan dan Perikanan Bolmut, produksi perikanan tangkap laut pada tahun 2018 mencapai 1928,40 ton. Produksi ini turun dibandingkan pada tahun 2017 yang mencapai 3517 ton.

Sementara itu Bupati Bolmut Depri Pontoh sempat menyinggung soal perikanan dalam konteks keberlanjutan.

“Pemerintahan saya dan Wakil Bupati telah mengemas dalam berbagai paket kebijakan daya manusia, yang berkualitas dan berbudaya,”ujar Bupati. Memantapkan, tata kelola pemerintahan yang baik good government and clean governance. Meningkatkan daya saing ekonomi berbasis pertanian, perikanan, dan pariwisata serta memantapkan pemerataan pembangunan infrastruktur wilayah yang handal,” ungkap Bupati. (FM)

Data Kelautan Bolmut

Jumlah nelayan9.010 jiwa
Panjang garis pantai174 KM
Luas wilayah laut54.740 Ha
Batas langsungLaut Sulawesi
Pulau5 pulau kecil dan 1 pulau terluar
Perairan territorial7.733.952 Ha
Hutan mangrove1.290 Ha
Terumbu karang1.546.790 Ha
Produksi perikanan laut 2018
Sangkub321.5 ton
Bintauna120 ton
Bolangitang Timur521 ton
Bolangitang Barat321,70 ton
Kaidipang122 ton
Pinogaluman522,20 ton
Total1.928,40 ton
Sumber: DKPBolmut
Bagikan !

Zona Bolmong Raya

Perkembangan bencana di Bolsel

Pemerintah daerah dan unsur-unsur terkait telah membentuk pos komando (posko) untuk melakukan respons darurat.

Bagikan !

Published

on

Bencana Bolsel
Banjir di Bolaang Mongondow Selatan. (Foto: Humas BNPB)

ZONAUTARA.COM – Dua kejadian bencana yang terjadi selang beberapa hari di Kabupaten Bolaang Mongodow Selatan (Bolsel) berdampak pada kerugian korban manusia dan harta benda. Pemerintah Kabupaten Bolsel menetapkan status tanggap darurat 14 hari.

Status tanggap darurat yang ditetapkan 14 hari ini berlaku dari 24 Juli hingga 6 Agustus 2020. Ini dilakukan untuk memudahkan akses penanganan darurat dalam merespon dua kejadian bencana di Kabupaten Bolsel.

Dua kejadian terjadi hampir bersamaan, pada 24 Juli 2020 banjir merendam 7 kecamatan, sedangkan pada 31 Juli hingga awal Agustus 2020 banjir kembali menggenangi dan bahkan merusak pemukiman. Tak hanya banjir, longsor terjadi di beberapa titik yang menyebabkan distribusi logistik bantuan terhambat.

Melihat kondisi terkini, Tim Reaksi Cepat (TRC) BNPB melaporkan bencana ini menelan satu korban jiwa dan 7.046 KK atau 22.655 jiwa terdampak banjir bandang dan tanah longsor. Sedangkan kerusakan, BPBD setempat mengidentifikasi 64 rumah rusak berat dan 29 lainnya hanyut. Selain merusak pemukiman, bencana banjir juga merusak beberapa jembatan, seperti jembatan Kombot Timur, Salongo 1, Salongo Besar, Bakida, Sinandaka dan Pakuku Jaya. 

Pemerintah daerah dan unsur-unsur terkait telah membentuk pos komando (posko) untuk melakukan respons darurat. Mereka telah menyalurkan makanan siap saji, air bersih dan bahan makanan kepada warga terdampak.

Posko mengidentifikasi tiga kecamatan terisolir sehingga pendistribusian bantuan logistik dilakukan melalui jalur perairan. Ketiga kecamatan tersebut yakni Helumo, Tomini dan Posigadan. Adapun kebutuhan yang diperlukan warga terdampak,  antara lain makanan siap saji, perlengkapan dapur, kasur/tikar, selimut, tenda pengungsi, serta paket sandang. 

Air bersih dibutuhkan warga karena distribusi air terganggu setelah jaringan pipa air PDAM sebagian besar rusak. Di sisi lain, keterbatasan mobil tangki air menghambat pendistribusian kepada warga terdampak. 

Bantuan logistik BNPB telah tiba di Manado dan siap untuk pengiriman lanjutan menuju Kabupaten terdampak. TRC BNPB di lokasi bencana telah mengkoordinasikan pendistribusian bantuan logistik dengan bantuan helikopter untuk menjangkau wilayah yang terisolasi. TRC BNPB telah berkoordinasi dengan kepala daerah dan jajaran untuk turut melakukan kaji cepat dan pendampingan posko.

Di samping itu, posko juga menurunkan ekskavator untuk membersihkan lumpur maupun material longsor pada ruas jalan penghubung antara Kabupaten Bolaang Mongondow dengan Bolaang Mongondow Selatan.

Titik longsor terpantau di ruas jalan Doloduo – Molibagu, jalan Onggunoi – Pinolosian, jalan Molibagu-Momalia longsor (desa Pinolantungan), jalan Desa Tabilaa dan jalan Molibagu (belakang kuburan Molibagu) dengan kondisi gorong-gorong ambruk sekitar 3 meter.

Melihat kronologi kejadian, sejak 31 Juli 2020, pukul 18.45 waktu setempat sampai 1 Agustus hujan lebat masih turun di wilayah Bolaang Mongondow Selatan. Kondisi ini menyebabkan Sungai Bolangaso, Sungai Toluaya, Sungai Salongo, Sungai Nunuka, Sungai Mongolidia, Sungai Milangodaa dan beberapa anak sungai lain meluap menggenangi pemukiman masyarakat dan merusak rumah, fasilitas umum, serta infrastruktur. 

Berdasarkan Analisis dan Prakiraan Hujan BMKG Nomor 7 bulan Juli 2020, diprediksikan curah hujan di beberapa wilayah Provinsi Sulawesi Utara pada Agustus hingga Oktober berkisar dari 201 mm – hingga 400 mm. Menyikapi potensi yang masih tinggi, masyarakat diimbau selalu waspada dan siap siaga mengantisipi dampak fenomena alam tersebut, seperti banjir, banjir bandang, tanah longsor dan angin kencang.  (*)

Bagikan !
Continue Reading
Klik untuk melihat visualisasinya

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com