ZONAUTARA.com – Dalam beberapa tahun terakhir, frasa generasi milenial hadir di mana-mana, di media hingga percakapan sehari-hari. Sisi positif dan negatif generasi ini menarik dibicarakan. Generasi ini punya penerus, GenK, namanya generasi Z. Yuk kenali lebih jauh!

Para milenial dikenal sebagai pusat perhatian dari berbagai generasi yang datang sebelum mereka. Namun, mereka dengan cepat tergantikan dengan generasi post-milenial yang dikenal jauh berbeda dengan generasi sebelumnya. Mereka dikenal sebagai generasi Z atau biasa juga disebut linksters mengingat seberapa besar keterkaitan mereka dengan teknologi dan perangkat.

Mereka adalah orang-orang yang lahir setelah tahun 1995. Populasi mereka tiap harinya terus menerus bertambah. Diperkirakan mereka akan mengisi 1/3 populasi dunia dan akan menjadi komunitas pasar konsumen terbesar.

 Berikut penjelasan tentang siapa sebenarnya generasi post-milenial ini, bagaimana pandangan mereka tentang hidup, mengapa mereka berbeda dari generasi sebelumnya, dan bagaimana mereka lebih baik dari generasi sebelumnya pada banyak aspek.

Generasi Y dan Generasi Z.(Image: voxpop.id)

1.Mandiri

Para generasi Z belajar menghasilkan uang jauh lebih cepat dibandingkan orang tua mereka. Karena generasi ini dominannya lahir pada saat krisis ekonomi global, banyak dari mereka memiliki pola pikir visioner dan bermimpi membuka usaha mereka sendiri bahkan pada usia remaja. Menjadikan hobi sebagai pekerjaan dan sumber penghasilan menjadi visi popular dikalangan ini.

Data statistik menunjukkan bahwa 75% dari generasi muda dengan kisaran umur 18 sampai 24 tahun berpikiran bahwa pengalaman hidup orang tua mereka tidak patut dicontohi. Mereka lebih memilih jalan dan cara mereka sendiri. Ucapkan selamat tinggal pada pola pikir ‘profesi turun-temurun’.

2.Lebih bebas dalam berpikir dan berpendapat

Post-milenials kerap dianggap sosok-sosok yang individualis. Sederhananya, mereka menolak dan membenci adanya standar berperilaku terlebih jika standar ini sangat mempengaruhi efektivitas. Kebebasan inilah yang biasa dipandang individualis.

Contoh kecil adalah perubahan pada tren busana. Generasi baru ini lebih menyukai normcore style, yaitu unisex fahion trend. Mereka bahkan memiliki pemikiran lebih fleksibel jika berkaitan dengan permasalahan  perbedaan rasial. Cenderung acuh bahkan tidak perduli tentang persoalan dan standar-standar yang dikaitkan persoalan gender.

3.Lebih realistis

Image: pexels.com

Tumbuh dalam masa yang dikenal dengan pasca-9/11, membuat generasi ini terbiasa dengan kondisi ketidakpastian dan variabilitas. Itulah mengapa mereka lebih realistis tentang masa depan. Terlebih jika dikaitkan dengan harapan karir, 77% dari anak muda mengakui dan paham bahwa mereka harus berjuang dengan keras karena persaingan ketat dalam dunia kerja yang akan mereka hadapi.

Mereka juga akan menuntut variasi perusahaan dan merek karena kebutuhan kaum muda ini yang perlu mendapatkan apa yang mereka inginkan lebih cepat tanpa banyak usaha. Generasi ini juga dikenal menghargai kejujuran, sikap realis, dan keterbukaan diatas apapun. Mereka mengharapkan sikap yang sama dari perusahaan, itulah sebabnya mereka lebih memilih iklan dengan orang biasa daripada selebriti.

4.Natural dan jujur

Image: pexels.com

Bukan pecinta dunia glamour dan Photoshop. Nilai mereka adalah tampil natural dana pa adanya. Kecantikan yang kamu miliki dan bawa sejak kecil adalah nilai plus dibanding copied beauty. Dengan teknologi di zaman mereka, operasi plastik bisa dengan mudah meng-create kecantikan yang diinginkan. Tapi kecantikan alami yang merupakan milikmu lebih bernilai dan berharga. Para remaja tidak berusaha mengubah ataupun memodifikasi penampilan mereka. Kekurangan bisa menjadi keunikan sendiri untuk individu itu.

Tren para kalangan muda justru mem posting diri mereka tanpa makeup, dengan baju sederhana, tanpa lingkungan atraktif, dan posisi natural. Banyak orang-orang biasa memulai karir sebagai youtuber tanpa batasan selebritas.

5.Ingin menjadikan bumi sebagai tempat yang lebih baik

Komunitas pecinta alam menjadi tren. Baru-baru seorang remaja berumur 16 tahun bahkan diperkenalkan sebagai pemenang Nobel Peace Prize atas kontribusinya melawan pemanasan global.

Image : twitter/GretaThunberg

Adora Svitak menjadi figur publik di AS pada usia 14 tahun. Dia bekerja pada masalah pendidikan dan literasi pada anak-anak. Dia juga menulis buku dan menghasilkan $ 30.000 dalam penjualan yang dia gunakan untuk membantu sekolah-sekolah Vietnam.

Image: brightside.me

Di usia 13 tahun, Logan LaPlante telah memberikan TEDx Talk tentang pendidikan modern. Videonya di YouTube telah ditonton lebih dari 10 juta kali!

Dan masih banyak lagi hal-hal tentang generasi ini. internet yang merupakan segala-galanya bagi mereka. Hal ini membuat ilmu dan informasi didapatkan dengan lebih muda dan cepat. Perhatian dan keperdulian sosial yang lebih tinggi. Mereka bahkan dikenal less interested terhadap alcohol, sex, dan narkoba. Karena berpikir begitu banyak hal yang bisa mereka explore sebagai hiburan.

Itulah beberapa hal mengenal generasi Z. Setiap generasi sudah pasti memiliki kelebihan. Jika kamu termasuk ke dalam generasi Z, semoga artikel ini bisa membuatmu lebih memahami karakteristik orang-orang sebayamu. Yang terpenting, mari menjadi anak muda yang produktif dan positif, apa pun generasinya!

Bagikan !