Pentingnya memahami penanganan pasien Covid-19 di rumah sakit

2 mins read
Handry Pasandaran
Dirut RS Liun Kendage Tahuna dr Handry Pasandaran. (Foto: Barta1.com)

ZONAUTARA.com – Masyarakat yang ada di Kabupaten Kepulauan Sangihe, yang membutuhkan pelayanan kesehatan yang cepat, atau yang menghadapi penyakit, diimbau jangan ragu untuk segera ke Rumah Sakit Daerah (RSD) Liun Kendage. Hal ini disampaikan Direktur Rumah Sakit Daerah Liun Kendage Tahuna, dr. Handry Pasandaran.

Menurut dia, rumah sakit ini melayani semua kebutuhan layanan kesehatan warga yang sakit termasuk yang warga yang terkonfirmasi positif terserang wabah Corona Virus Disease -19 atau Covid-19.

Dirinya juga mengakui rumah sakit andalan warga kepulauan ini memang sempat sepi beberapa bulan belakangan ini.

“Memang sejak pandemi Covid-19 ini, banyak warga yang enggan datang ke rumah sakit untuk berobat. Mereka ketakutan, karena isu yang menyebutkan para pasien yang masuk akan kami jadikan pasien Covid -19,” katanya kepada awak media.

Baca Pula:  Babinsa jadi mitra penerapan Prokes Covid-19

Namun demikian pada akhirnya menurut dia masyarakat Sangihe sudah mulai paham terkait prosedur penanganan Covid-19.

“Syukurlah, masyarakat makin paham dan tahu tentang Covid-19. Saat ini, baik pasien rawat jalan atau rawat inap umum sudah bisa dilayani secara maksimal. Dan khusus penanganan pasien Covid-19 ada area khusus dan tim medis yang tidak kami satukan dengan layanan medis lainnya,” ungkapnya.

Handry menjelaskan tentang prosedur penanganan pasien Covid-19 yang makin ketat dan tidak sembarangan. Menurut dia ada prosedur ketat menetapkan seseorang menjadi pasien Covid-19, yang dimulai skrining oleh petugas hingga pemeriksaan lanjutan.

Baca Pula:  Pelantikan Pengurus PPI Manado kedepankan protokol kesehatan

“Ketika, ada tanda tanda yang berhubungan dengan infeksi saluran nafas pasien belum langsung ditetapkan sebagai pasien Covid-19, tapi pasien akan dipilah dan ditetapkan sebagai suspek, serta diambil langkah pemeriksaan lanjutan. Pemeriksaan ini berupa pemeriksaan darah, klinis, fisik dan sebagainya, nanti ketika hasil pemeriksaannya mengarah dan semakin kuat ke covid, baru pasien bisa dikategorikan ke kasus Covid-19,” jelas Handry.

Dirinya berharap masyarakat Sangihe saat mendekati perpisahan tahun ini lebih memahami pentingnya menjaga kesehatan dengan tetap memakai masker, jaga jarak, dan jangan lupa untuk tetap memanjatkan doa. (Rendy Saselah)

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com