Dari kincir ke listrik PLN

1 min read
Mengkang
Pembangkit listrik picohydro yang dibangun di Mengkang, kondisi 2006. (Foto: Ronny A. Buol)

ZONAUTARA.com – Mengkang dapat dikategorikan sebagai salah satu desa terpencil di Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong).

Desa yang terletak di kecamatan Lolayan ini berjarak sekitar 75 kilometer dari ibukota Bolmong.

Mengkang punya beberapa potensi desa yang jika dikembangkan dapat menunjang perekonomian masyarakat desa. Sebut saja lahan perkebunan, lahan pertanian, kerajinan tikar serta destiNasi wisata air terjun.

Kelimpahan air yang mengalir melalui sungai yang melewati Mengkang, membuat Marsidi Kadengkang, (kepala desa pertama Mengkang) membangun pembangkit listrik picohydro yang ditenagai air dengan teknik kincir.

Baca Pula:  Restorasi mangrove yang setengah hati di Teluk Labuan Uki (3)

Inisiatif yang dilakukan Marsidi pada tahun 2006 membuat sosok inspiratif ini meriah banyak penghargaan baik nasional maupun penghargaan internasional.

Namun seiring dengan perkembangan pembangunan di desa serta kebutuhan masyarakat Mengkang dalam menggerakkan perekonomian desanya, listrik dari pembangkit kincir air itu tak bisa lagi memenuhi kebutuhan sumber daya kelistrikan desa.

PT. PLN (Persero) pun kemudian hadir menerangi desa Mengkang dengan membangun infrastruktur kelistrikan di sana, meski secara hitung-hitungan PLN tidak bisa meraih keuntungan.

Baca Pula:  INSIGHT: Mereka Melawan Stigma Kusta

Namun komitmen PLN dalam menerangi negeri menjadikan landasan bagi PLN memasok kebutuhan listrik yang lebih memadai bagi masyarakat Desa Mengkang.

Jurnalis Pantau24.com, Marshal Datundungon melakukan liputan tentang kondisi Mengkang saat ini terutama soal kehadiran listrik dari PLN. Sebagai bagian dari Zonautara.com Network, liputan Marshal bisa diikuti dalam reportase ini: TERANGI MENGKANG, MERINTIS EKONOMI DESA.

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com